Latih Kreativitas Santri, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Ecoprint di TPQ Darussalam Karangtowo Demak

Demak, Pendidikan7 Dilihat

Demak – Dalam upaya menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 73 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan pelatihan seni cetak alami (ecoprint). Program kerja yang diprakarsai oleh Divisi Ekonomi dan Kreatif ini dipusatkan di TPQ Darussalam, Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut disambut antusias oleh para santri setempat. Sebanyak 20 santri mengikuti setiap tahapan pembuatan karya seni tekstil berbahan dasar alami tersebut dengan penuh semangat.

Seni ecoprint merupakan teknik memberi pola serta warna pada kain menggunakan bahan-bahan organik, seperti daun, bunga, batang, atau bagian tumbuhan lainnya yang mengandung pigmen alami. Melalui media kain mori dan dedaunan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar desa, para santri diajak berkreasi secara langsung menciptakan motif-motif unik sesuai dengan imajinasi mereka.

Pelaksanaan program ini tidak hanya dimotori oleh Divisi Ekonomi dan Kreatif, tetapi juga didukung penuh oleh seluruh jajaran anggota KKN Posko 73 UIN Walisongo dari berbagai divisi. Keterlibatan aktif para mahasiswa dalam mendampingi anak-anak membuat suasana pelatihan menjadi hangat, meriah, dan interaktif.

Koordinator Divisi Ekonomi dan Kreatif, Muhammad Zainur Rahman, menjelaskan bahwa program edukasi seni ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar baru yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bernilai edukatif serta ramah lingkungan bagi santri TPQ Darussalam.

“Kami melihat potensi kreativitas dan semangat belajar yang sangat luar biasa dari anak-anak di Desa Karangtowo ini. Melalui pelatihan ecoprint, kami ingin mengenalkan konsep seni ramah lingkungan yang sederhana dengan memanfaatkan bahan di sekitar, namun tetap mampu mengasah keterampilan teknis serta imajinasi mereka,” ujar Zain di sela-sela kegiatan.

Proses pelatihan diawali dengan pengenalan dasar mengenai teknik ecoprint dan jenis bahan alami yang bisa dimanfaatkan. Setelah mendapatkan penjelasan singkat dari tim mahasiswa, para santri diajak mempraktikkan metode pounding atau teknik menumbuk.

Dalam proses ini, dedaunan disusun sedemikian rupa di atas kain, dilapisi plastik, lalu dipukul secara perlahan menggunakan palu kayu hingga zat warna alami pada daun meresap dan membentuk pola yang jelas pada serat kain.

Rasa penasaran dan keceriaan tampak menyelimuti wajah para peserta sepanjang jalannya kegiatan. Mereka dengan tekun memilih dedaunan dengan bentuk yang beragam serta mengombinasikan letaknya di atas kain agar menghasilkan susunan visual yang menarik.

Salah seorang santri peserta pelatihan, Aira, mengekspresikan rasa gembiranya setelah berhasil menyelesaikan karya *ecoprint* pertamanya.

“Seru banget bisa menempel daun di kain terus dipukul-pukul sampai keluar warnanya. Ini baru pertama kali aku coba dan ternyata hasilnya bagus banget,” kata Aira gembira.

Kesan positif senada juga disampaikan oleh Keyza. Ia mengaku senang bisa belajar dan berkreasi bersama tim mahasiswa KKN UIN Walisongo.

“Acara sama kakak-kakak KKN selalu seru dan tidak membosankan. Aku suka sekali pas lihat bentuk dan motif daunnya berhasil nempel rapi di kain waktu plastiknya dibuka,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ecoprint ini, tim KKN Posko 73 UIN Walisongo Semarang berharap keterampilan yang dibagikan dapat membawa manfaat berkelanjutan. Selain menjadi sarana kegiatan positif bagi santri TPQ Darussalam Karangtowo, agenda ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran pentingnya menjaga alam dan memanfaatkannya secara kreatif sejak usia dini.

Penulis: Zalfa Sa’diyyah Maulida

News Feed