Kudus Jadi Pusat Pembinaan Sepak Bola Putri, Women’s Soccer Trilogy Siap Cetak Bintang Timnas

Kudus47 Dilihat

KUDUS – Kabupaten Kudus semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan sepak bola putri di Indonesia. Ribuan warga memadati Alun-alun Simpang Tujuh pada Minggu (21/6) untuk menyaksikan peluncuran rangkaian acara Women’s Soccer Trilogy, ajang besar yang diharapkan menjadi jalan bagi lahirnya talenta baru untuk Timnas Putri Indonesia.

Peluncuran berlangsung meriah, bertepatan dengan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, bersama unsur Forkopimda, membuka secara resmi kegiatan tersebut melalui penyingkiran simbol utama Women’s Soccer Trilogy, dilanjutkan dengan aksi menggiring bola mengelilingi area alun-alun bersama para peserta dan masyarakat.

Women’s Soccer Trilogy adalah rangkaian kompetisi sepak bola putri berjenjang yang akan berlangsung hingga Agustus mendatang. Rangkaiannya dimulai dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada 23–28 Juni 2026, dilanjutkan Hydroplus Soccer League All-Stars pada 5–12 Juli 2026, dan ditutup dengan Srikandi Merdeka Cup yang akan mempertemukan tim dari dalam dan luar negeri.

Bellinda menyatakan bahwa penyelenggaraan turnamen berskala nasional hingga internasional ini tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga Kudus.

“Seluruh sektor ikut bergerak, mulai dari hotel, kuliner, transportasi hingga UMKM. Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat Kudus,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan menjadikan Kudus sebagai tuan rumah menunjukkan bahwa daerah ini semakin diakui sebagai tujuan wisata olahraga di tingkat nasional.

Sementara itu, Direktur Program MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai sistem pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola putri, mulai dari usia dini hingga jenjang internasional.

“Anak-anak yang tampil di sini memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Bahkan pemain terbaik nantinya berpeluang memperkuat Timnas Indonesia U-16 dan menghadapi tim dari enam negara pada Srikandi Merdeka Cup,” katanya.

Panitia juga menyiapkan fasilitas penerangan lapangan agar pertandingan puncak dapat digelar pada malam hari dan disiarkan ke tujuh negara, sehingga memperluas jangkauan dan pengenalan sepak bola putri Indonesia di mata dunia.

Antusiasme yang tinggi juga terlihat dari tim peserta yang datang dari luar daerah, salah satunya adalah Tim All-Stars Samarinda. Pelatih tim tersebut, Taufik Hidayat, mengaku terkesan dengan semangat dan perkembangan sepak bola putri di Kudus.

“Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga belajar dari ekosistem sepak bola putri yang sudah berkembang di Kudus,” ujarnya.

Melalui Women’s Soccer Trilogy, Kudus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga menjelma sebagai panggung utama bagi lahirnya generasi baru pesepak bola putri Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.

(red)