DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 79 Tahun 2026 menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah di SD Negeri Pidodo sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SD Negeri Pidodo dengan antusias melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukatif, serta pemutaran video pembelajaran.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa diajak memahami bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan KKN MIT UIN Walisongo Posko 79, Prasoya, menjelaskan bahwa program tersebut dipilih karena pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dimulai sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi yang relatif mudah dibiasakan menerapkan perilaku positif apabila diberikan pemahaman sejak dini.
“Program ini kami pilih untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. Kami berharap mereka memahami dampak sampah terhadap lingkungan serta terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar sejak sekarang,” ujar Prasoya.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup bersih yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan proses pengelolaan sampah, sumber sampah, serta jenis-jenis sampah, seperti sampah organik, anorganik, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan residu.
Selain itu, siswa dikenalkan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) beserta contoh pemanfaatan sampah menjadi kompos, pupuk cair, biogas, hingga berbagai produk daur ulang yang bernilai ekonomis. Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN turut menayangkan video edukasi mengenai pembuatan kompos dan pemanfaatan botol bekas menjadi barang yang bermanfaat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menyimak materi, menjawab pertanyaan dari pemateri, serta berpartisipasi dalam permainan edukatif yang telah disiapkan. Penyampaian materi secara interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta membuat suasana belajar menjadi lebih hidup sekaligus menyenangkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak.
Salah seorang peserta, Axcel, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya kini lebih memahami pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah.
“Sekarang saya jadi tahu kalau sampah harus dipisahkan sesuai jenisnya. Saya juga ingin mulai membuang sampah pada tempatnya supaya lingkungan tetap bersih,” ungkap Axcel.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 79 Tahun 2026 menyerahkan kenang-kenangan kepada SD Negeri Pidodo berupa tempat sampah hasil daur ulang dari galon bekas. Galon yang sudah tidak terpakai dimodifikasi menjadi tempat sampah dengan tampilan menarik dan fungsional tanpa memerlukan biaya besar.
Penyerahan tempat sampah tersebut menjadi contoh nyata penerapan prinsip Reuse, sekaligus menunjukkan bahwa barang bekas dapat diolah kembali menjadi sarana yang bermanfaat melalui kreativitas. Mahasiswa berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk mendukung kebiasaan membuang sampah pada tempatnya serta menginspirasi siswa agar lebih peduli terhadap pemanfaatan barang bekas.
Melalui program edukasi ini, KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 79 Tahun 2026 berharap para siswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Prasoya menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menerapkan prinsip 3R, akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
Mahasiswa KKN juga berharap para siswa dapat menjadi teladan bagi keluarga maupun teman-temannya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.
Penulis: Widya Ningrum (Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang 2026 Posko 79 Desa Pidodo)






