Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Kapolres Ajak Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Kudus26 Dilihat

KUDUS — Pelajar tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pesan tersebut disampaikan Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo saat menjadi pembina upacara dalam rangka peringatan Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Kamis (10/9).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Kudus mengajak para pelajar untuk menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab — dimulai dengan cara tertib berlalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Para siswa kami harap bisa pelopor keselamatan lalu lintas dengan tertib berkendara, bisa diawali dari lingkungan sekolah,” ujar Kapolres Kudus.

Ia menegaskan, pelajar memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Di saat yang sama, para pelajar diimbau untuk senantiasa menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengancam masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, perundungan, hingga keterlibatan dalam kelompok geng motor.

“Jangan mudah terprovokasi ajakan di media sosial atau informasi yang belum jelas,” pesannya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa tidak ada anak yang terlahir buruk. Setiap anak masih dalam tahap mencari jati diri, sehingga sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter generasi muda ke arah yang positif.

“Tidak ada anak yang terlahir jahat atau buruk. Mereka sedang mencari jati diri. Tugas kita adalah mengarahkan,” bebernya.

Selain itu, ia turut menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiapkan rumah aman khusus pembinaan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), guna memastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan yang layak dan konstruktif.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Sri Mulyati, menyampaikan bahwa penanaman karakter senantiasa dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk ekstrakurikuler serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan dengan cara merangkul dan membangun kedekatan jauh lebih efektif dalam membentuk kepribadian siswa.

“Suporter pun anak-anak kami bina. Kami siapkan wadah sehingga menjadi suporter yang betul-betul santun. Ini juga bagian dari pendidikan karakter yang kami terapkan di sekolah,” jelasnya.

Momentum peringatan Harlah ke-57 ini juga dimanfaatkan sekolah untuk menampilkan berbagai hasil karya dan pengembangan potensi siswa. Beragam penampilan seperti marching band, tarian, hingga kegiatan pramuka turut ditampilkan sebagai wujud hasil kegiatan ekstrakurikuler.

“Seperti penampilan marching band, tari, dan pramuka. Ini kolaborasi dan hasil kegiatan ekstrakurikuler. Ketika anak difasilitasi, mereka akan fokus pada kegiatan positif dan tidak terjerumus dalam kenakalan remaja,” imbuhnya.

(red)

Semoga sesuai kebutuhan!