DEMAK– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) ke-22 Posko 73 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tahun 2026 melakukan aksi nyata kepedulian lingkungan. Mereka bergandengan tangan dengan pengurus dan anggota Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, untuk menyulap lahan kosong menjadi taman desa yang asri dan berdaya guna pada selasa, 1 september 2026.
Kegiatan kolaboratif ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKN MIT 22 Posko 73 UIN Walisongo dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup. Penataan taman ini difokuskan pada pemanfaatan lahan terbengkalai di depan balai desa agar kembali bersih, indah, serta memberikan manfaat kesehatan maupun estetika bagi warga setempat
Muhammad Miftahul Khoir, Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 73 UIN Walisongo Semarang mengungkapkan bahwa inisiatif pembuatan taman ini lahir dari hasil pemetaan potensi dan kebutuhan lingkungan di Desa Karangtowo. Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan dan kesegaran lingkungan perlu diwujudkan lewat tindakan konkret yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal.
“Kami melihat ada potensi lahan kosong yang sebenarnya sangat strategis jika dikelola dengan baik. Melalui ruang ini, kami berinisiatif menggandeng Ibu-Ibu PKK Desa Karangtowo untuk menciptakan sebuah taman hijau. Kegiatan ini bukan sekadar penataan fisik, tetapi juga ruang silaturahmi dan edukasi lingkungan antara mahasiswa dan warga,” ujarnya.
Proses pembuatan taman diawali dengan pembersihan area dari sampah dan rumput liar. Mahasiswa KKN bersama warga bahu-membahu meratakan tanah serta membuat pembatas taman menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan ornamen sederhana.
Tak hanya fokus pada aspek estetika dengan menanam berbagai jenis tanaman hias seperti mawar, melati, dan pucuk merah, pembuatan taman ini juga memprioritaskan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Berbagai bibit tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, hingga lidah buaya ditanam rapi di sudut khusus.
Kehadiran ragam tanaman TOGA tersebut dirancang agar keberadaan taman dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan herbal harian.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh jajaran pengurus PKK Desa Karangtowo. Endang Julianti, Ketua PKK Desa Karangtowo menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kerja keras para mahasiswa UIN Walisongo yang dinilai mampu merangkul warga secara persuasif dan penuh semangat kekeluargaan.
“Kehadiran adik-adik KKN Posko 73 membawa energi positif dan semangat baru di Desa Karangtowo. Lahan yang dulunya tampak kumuh dan tidak terawat, kini berubah menjadi sangat asri dan menyenangkan untuk dipandang. Ibu-ibu PKK sangat senang bisa terlibat langsung dari awal proses penanaman hingga penataan,” tutur Ketua PKK Desa Karangtowo.
Ia menambahkan bahwa program kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergitas antara akademisi muda dan kader desa dalam menjaga kelestarian lingkungan pemukiman.
Guna memastikan taman ini tetap terawat setelah masa pengabdian KKN berakhir, Posko 73 UIN Walisongo dan Ibu-Ibu PKK Desa Karangtowo juga telah menyusun jadwal perawatan berkala. Sistem piket dan pembagian tugas penyiraman serta pemupukan disepakati bersama oleh pengurus PKK dan warga sekitar.
Melalui keberadaan taman desa ini, mahasiswa KKN MIT 22 Posko 73 UIN Walisongo Semarang berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat perdesaan dapat terus terawat dengan baik di Desa Karangtowo, Kabupaten Demak.
Penulis: Ulfani Salsabila








