Dorong Generasi Muda Berwirausaha, Syafiq Effendi: Jangan Terjebak Pada Impian Jadi ASN

Kudus65 Dilihat

KUDUS — Tokoh wirausaha muda nasional, Syafiq Effendi, menekankan perlunya transformasi pola pikir anak muda agar tidak hanya memusatkan harapan pada karir sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara ASEAN Youth Movement yang berlangsung di Kabupaten Kudus pada hari Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurut Syafiq, tantangan zaman depan tidak dapat ditangani hanya melalui sektor pemerintahan formal. Ia mengajak generasi muda untuk membangun wawasan yang mendunia, ketahanan mental, dan keberanian untuk terlibat dalam dunia kewirausahaan.

“Anak muda boleh lahir dari daerah, tapi pikirannya harus global. Kita tidak bisa lagi berharap semua orang ingin dan bisa menjadi ASN. Anggaran negara terbatas, sementara tantangan ekonomi semakin kompleks,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran tentang perbedaan pandangan di kalangan generasi muda saat ini, yang banyak dipengaruhi oleh gangguan digital. Platform video pendek di media sosial, katanya, berpotensi merusak fokus, produktivitas, dan semangat juang jika tidak digunakan dengan bijak.

“Anak muda sekarang sering terjebak hiburan instan. Padahal bangsa ini besar karena pemikiran para pendirinya, bukan karena budaya ikut-ikutan,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Syafiq menegaskan bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya tergantung pada pilihan bidang usaha, tetapi lebih pada karakter, ketahanan mental, dan kemampuan kepemimpinan. Banyak usaha gagal, katanya, bukan karena sektor yang salah, melainkan karena kurangnya kesiapan mental pelakunya.

“Kalau mentalnya lemah, mau bisnis apa pun hasilnya akan jeblok. Yang utama itu mindset, mental kuat, dan jaringan luas,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam pola pikir instan, termasuk dalam berinvestasi. Keinginan untuk kaya dengan cepat, menurutnya, seringkali menjadi pintu masuk untuk penipuan.

“Tidak ada kesuksesan instan. Indomie saja ada prosesnya. Jangan FOMO, jangan ikut-ikutan tanpa berpikir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disnakerperinkop UKM Kabupaten Kudus, M. Faiz Anwari, memberikan apresiasi terhadap acara tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara wirausaha muda dan gerakan kewirausahaan nasional untuk membentuk karakter generasi muda.

“Peserta tidak langsung diajari bisnis, tapi dibentuk dulu mentalnya, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, hingga spiritual. Ini pondasi penting sebelum terjun ke dunia usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jejaring juga menjadi faktor kunci. Dengan hubungan dan kemitraan yang luas, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka.

Acara diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan pengusaha startup muda. Pemerintah daerah berharap, kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan generasi wirausaha baru dan mengubah orientasi anak muda agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja sendiri.

(red)