Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) 22 Posko 73 UIN Walisongo Semarang meluncurkan program pendampingan digitalisasi untuk mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Program edukasi ini meliputi pendampingan pendaftaran Google Maps serta fasilitasi pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi para pelaku usaha lokal.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 73, Muhammad Miftahul Khoir, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital yang dihadapi oleh para pelaku usaha di tingkat desa.
“Di era digital saat ini, visibilitas lokasi dan kemudahan transaksi menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan pasar. Melalui pendaftaran Google Maps dan fasilitas QRIS, kami ingin mendampingi pelaku UMKM di Desa Karangtowo agar tidak tertinggal dan siap bersaing secara lebih modern,” ujar Miftah.
Pendampingan pendaftaran titik lokasi bisnis melalui Google Maps dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) pukul 20.00 WIB bertempat di Gedung Perpustakaan Desa Karangtowo. Dalam agenda tersebut, para mahasiswa memandu warga mendaftarkan titik lokasi usaha agar lebih mudah diakses secara digital.
Salah satu peserta, Mas Umam, mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh tim KKN UIN Walisongo. Menurutnya, pemetaan digital merupakan langkah awal yang krusial untuk modernisasi usaha warga desa.
Apresiasi senada disampaikan oleh pelaku usaha setempat, Ibu Yayuk. Ia menilai pendaftaran lokasi bisnis ke dalam peta digital memberikan manfaat nyata bagi jangkauan pasar.
“Adanya pendampingan ini sangat membantu. Sekarang lokasi usaha jadi terdaftar di Google Maps, jadi pembeli dari luar desa tidak kesulitan lagi kalau mencari alamat,” tutur Ibu Yayuk.
Melengkapi program digitalisasi, tim KKN juga memfasilitasi pembuatan pembayaran nontunai melalui QRIS. Berbeda dengan agenda pertama, pendampingan transaksi digital ini dilaksanakan dengan metode door to door atau menyambangi rumah warga secara berangsur-angsur agar edukasi dapat disampaikan secara lebih mendalam dan personal.
Ibu Yanah, salah satu warga yang menerima kunjungan pendampingan QRIS, menyambut positif kehadiran para mahasiswa di kediamannya.
“Pendampingan yang datang langsung ke rumah seperti ini sangat membantu. Kami jadi lebih paham cara kerja QRIS dan tidak ragu lagi untuk mencoba transaksi nontunai,” ujar Ibu Yanah.
Manfaat opsi pembayaran digital ini juga dirasakan oleh Ibu Islamiyah. Menurutnya, penggunaan sistem nontunai membuat proses transaksi penjualan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Adanya QRIS ini membuat pilihan pembayaran jadi lebih praktis. Pembeli tidak perlu bingung cari uang kembalian, dan transaksi penjualan kami juga jadi lebih terdata dengan rapi,” ungkap Ibu Islamiyah.
Melalui integrasi lokasi usaha di Google Maps dan penyediaan opsi pembayaran nontunai via QRIS, tim KKN Posko 73 berharap para pelaku UMKM di Desa Karangtowo semakin adaptif, mandiri, dan mampu berkembang pesat di era ekonomi digital.
Penulis: Zalfa Sa’diyyah Maulida






