SEMARANG — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sraten bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 31 UIN Walisongo Semarang menggelar edukasi pencegahan perundungan (bullying) sejak dini pada Selasa (11/8). Inisiatif ini digagas untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan berkarakter.
Kepala MI Sraten, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa angka perundungan di madrasahnya sejauh ini tergolong rendah. Kejadian yang ada umumnya bersifat insidental berupa perselisihan ringan antarsiswa. Meski demikian, pihak madrasah tetap memprioritaskan langkah preventif.
“Sejauh ini tingkat bullying di MI Sraten tergolong rendah dan tidak terjadi setiap hari. Kasus yang muncul biasanya berupa perselisihan atau adu mulut antarsiswa,” terang Lukman.
Siswa yang terlibat dalam suatu persoalan akan dipanggil ke kantor untuk dimintai keterangan. Pihak sekolah juga mengonfirmasi kejadian kepada siswa lain yang menjadi saksi. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah area sekolah turut dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam melakukan pengawasan.

Sementara itu, Koordinator Pendidikan dan Dakwah KKN Posko 31, M. Durus Tsani mengedukasi siswa melalui pendekatan humanis dan interaktif. Para siswa diajak memahami pentingnya empati serta dampak negatif ejekan terhadap kesehatan mental rekan sebaya.
“Melalui pendekatan yang humanis dan menyenangkan, kami ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa tindakan mengejek atau merundung teman memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental korban,” tegasnya.
Selain melibatkan guru dan mahasiswa, pencegahan bullying juga membutuhkan peran orang tua. MI Sraten berupaya menjaga komunikasi dengan orang tua apabila ditemukan persoalan yang terjadi secara berulang dan melibatkan peserta didik.
Orang tua akan dipanggil ke sekolah untuk membahas permasalahan sekaligus mencari solusi bersama. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pendampingan yang berkelanjutan kepada anak, baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Melalui sinergi antara madrasah, mahasiswa, dan orang tua, MI Sraten berkomitmen menjaga iklim belajar yang kondusif agar para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan saling menghargai.
Penulis: Indah Ma’rifatun Nikmah





