BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Lewat File .APK Jelang Libur Lebaran

Nasional143 Dilihat

JAKARTA – Menjelang musim libur Lebaran dimana aktivitas komunikasi serta transaksi melalui platform digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keamanan rekening perbankan mereka, khususnya terhadap file yang datang dari sumber yang tidak jelas identitasnya.

Modus penipuan tersebut umumnya dimulai dengan pesan yang dikirim melalui WhatsApp oleh pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku berasal dari lembaga atau instansi tertentu.

Pesan tersebut disampaikan dengan narasi yang persuasif dan dilengkapi lampiran berupa file .APK, undangan dalam bentuk digital, surat yang menyatakan berasal dari layanan perpajakan, bukti resi pengiriman paket, atau dokumen lainnya yang dibuat seolah-olah merupakan informasi penting.

Setelah korban melakukan pengunduhan dan pemasangan file tersebut, ia dapat berubah menjadi akses bagi program berbahaya (malware) yang dirancang untuk mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, bahkan mengambil kendali penuh atas perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Aplikasi dengan format .APK dari sumber yang tidak dapat dipercaya juga berpotensi meminta izin untuk mengakses beberapa fitur pada perangkat dan digunakan untuk memantau setiap aktivitas pengguna, sehingga membuka peluang terjadinya penyalahgunaan terhadap akses layanan keuangan yang tersimpan di dalamnya.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa bentuk dan pola kejahatan di ruang digital terus berkembang dan mengharuskan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan secara bersama-sama.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

BRI mengingatkan agar nasabah tidak melakukan klik, pengunduhan, atau pemasangan aplikasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada orang lain.

Bila menerima pesan yang terasa tidak wajar – seperti menggunakan gaya bahasa yang mendesak, menawarkan hadiah menarik, meminta pembaruan atau proses “verifikasi” data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengaku berasal dari bank atau layanan penting lainnya – nasabah disarankan untuk memastikan kebenaran identitas pengirim dan melakukan proses verifikasi sebelum mengambil tindakan apapun.

Selain itu, pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga sangat dianjurkan untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra pada akses layanan digital.

Jika nasabah sudah tidak sengaja mengunduh atau memasang file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian segera menghapus aplikasi yang telah terpasang.

Setelah itu, nasabah disarankan untuk mengubah username, PIN, dan password pada akun BRImo serta akun email yang terhubung dengan layanan tersebut, selain melakukan reset setelan pabrik melalui menu pengaturan perangkat untuk memastikan tidak ada lagi potensi kendali dari pihak tidak dikenal.

Nasabah juga perlu memblokir nomor pengirim jika pesan tersebut jelas merupakan bentuk penipuan, dan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan pada rekening atau akunnya, dapat langsung menghubungi Contact BRI di nomor 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

(red)