Blusukan ke Grobogan, Wamenkes dan Komisi IX DPR-RI Serahkan Bantuan RTLH untuk Pasien TBC

GROBOGAN – Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, melaksanakan kunjungan langsung atau blusukan ke Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026).

Agenda utama kegiatan ini adalah memantau upaya penanganan Tuberkulosis (TBC) sekaligus menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) khusus untuk warga yang menderita penyakit tersebut.

Rombongan tiba di Balai Desa Ketitang, Kecamatan Godong, sekitar pukul 12.45 WIB. Dalam peninjauan tersebut, mereka didampingi Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Kepala Dinas Kesehatan dr. Djatmiko, serta Plt Kepala Loka POM Grobogan Ronald Hatoguan Manik. Di lokasi, mereka melihat langsung jalannya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan bagi seluruh masyarakat setempat.

Setelah memantau pelaksanaan program kesehatan, Wamenkes dan Edy Wuryanto melanjutkan perjalanan menuju Dusun Kemantren, Desa Godong. Di sana, bantuan bedah rumah secara resmi diserahkan kepada Endro Warno, seorang pasien TBC yang selama ini tinggal di hunian dengan kondisi kurang layak.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menekankan bahwa upaya penanggulangan TBC tidak bisa hanya berhenti pada pemberian obat dan pengobatan medis semata, tetapi juga harus menyentuh aspek lingkungan tempat tinggal pasien.

“Kita beri bantuan RTLH untuk pasien TBC. Rumah yang sebelumnya tidak layak akan kita perbaiki menjadi sehat, karena kondisi tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tempat tinggal yang bersih, sehat, dan layak huni menjadi faktor pendukung utama agar pasien dapat pulih lebih cepat. Selain itu, perbaikan kondisi rumah juga berperan penting dalam mencegah risiko penularan kepada anggota keluarga maupun warga sekitar.

Sementara itu, Edy Wuryanto menyoroti peran strategis deteksi dini yang dilakukan melalui skrining massal. Menurutnya, layanan rontgen atau X-Ray keliling merupakan solusi tepat, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan besar.

“Harapannya nanti kasus TBC di Grobogan nol. Seluruh warga tetap kita rontgen, tidak harus ke rumah sakit karena ada layanan keliling. Ini memudahkan deteksi apakah pasien resisten obat atau tidak,” kata dia.

Politisi tersebut menilai bahwa pendekatan jemput bola seperti ini mampu memperluas cakupan layanan kesehatan. Dengan begitu, kasus dapat terdeteksi lebih awal dan pasien segera mendapatkan penanganan yang sesuai, sehingga penyebaran penyakit bisa ditekan secara maksimal.

Melalui kegiatan ini, pemerintah pusat dan DPR RI ingin menunjukkan komitmen utuh dalam menangani TBC, yaitu tidak hanya memulihkan kondisi kesehatan pasien, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka agar proses penyembuhan berjalan lebih efektif dan optimal.

(red)