Bangau Ruyung Kudus Turunkan 58 Atlet, Bidik Juara Umum di Kejuaraan Nasional Purbalingga

Kudus22 Dilihat

KUDUS – Klub pencak silat Bangau Ruyung Kudus melepas puluhan atlet untuk tampil dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat yang digelar di Purbalingga pada Sabtu, 1 Agustus hingga Minggu, 2 Agustus 2026.

Keikutsertaan tim ini bukan sekadar memburu prestasi, melainkan juga menjadi sarana pematangan kemampuan atlet menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah Tahun 2026.

Pelatih Bangau Ruyung Kudus, Mas’ud, menyampaikan sebanyak 58 atlet diterjunkan dalam kejuaraan tersebut. Para pesilat akan berlaga di dua nomor pertandingan, yaitu kategori seni dan kategori tanding.

Atlet yang diberangkatkan berasal dari beragam kelompok usia, mulai dari jenjang sekolah dasar, pelajar SMP, hingga SMA. Komposisi ini menjadikan kejuaraan nasional sekaligus sebagai wadah pengukuran kemampuan pesilat di setiap jenjang pembinaan.

“Sebanyak 58 atlet kami berangkatkan. Mereka mengikuti kategori seni dan tanding dengan kelompok usia mulai dari usia dini, SMP, hingga SMA,” ujarnya.

Mas’ud menegaskan, target yang dibawa tim tidak sekadar meraih medali, melainkan berupaya keluar sebagai juara umum. Optimisme itu didukung program latihan yang telah berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Ia menjelaskan, para atlet menjalani latihan rutin lima kali dalam seminggu. Pola pembinaan tetap berlangsung meski belum ada agenda pertandingan, sehingga kondisi fisik, teknik, serta mental pesilat senantiasa terjaga dengan baik.

“Latihan kami berjalan terus. Dalam satu minggu ada lima kali latihan. Ada atau tidak ada kejuaraan, persiapan tetap dilakukan agar atlet selalu siap bertanding,” katanya.

Selain mengincar hasil terbaik, kejuaraan di Purbalingga juga menjadi ajang uji coba jelang POPDA Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 1–6 September 2026 di Semarang. Melalui pertandingan ini, pelatih dapat mengevaluasi perkembangan kemampuan sekaligus memetakan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Mas’ud menilai pengalaman bertanding memiliki peran sangat penting dalam membangun mentalitas atlet. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta tampil percaya diri dan menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar.

“Yang paling penting adalah melatih mental dan menambah pengalaman bertanding. Dari situ kami bisa melihat perkembangan setiap atlet untuk bahan evaluasi ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, para atlet tidak hanya membawa nama klub Bangau Ruyung, melainkan juga berjuang mengharumkan nama Kabupaten Kudus. Pembinaan atlet usia dini, menurutnya, membutuhkan kesabaran dan perhatian khusus mengingat karakter setiap anak berbeda-beda.

“Namun, melalui proses latihan yang konsisten, ia optimistis para atlet mampu berkembang dan memberikan hasil terbaik bagi klub maupun daerah,” pungkasnya.

(red)