Luncurkan Dapur Marhaen, PDI-P Kudus Sajikan Makan Gratis dan Layanan Kesehatan

Kudus603 Dilihat

KUDUS – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Kudus menggelar aksi sosial bertajuk “Dapur Marhaen” pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menyalurkan makanan siap santap serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, sebagai bagian dari gerakan serentak di 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Ketua DPC PDI-P Kudus, Yusuf Roni, menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk mengamalkan nilai-nilai Marhaenisme yang dicetuskan Bung Karno. Fokus utamanya adalah memastikan kebutuhan dasar warga, terutama pangan dan kesehatan, dapat terpenuhi dengan baik.

“Kesehatan dan pangan adalah hak konstitusional masyarakat. Partai memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Berlangsung di kantor DPC PDI-P Kudus, seluruh rangkaian acara dikerjakan secara gotong royong oleh para kader. Mereka memasak sendiri hidangan yang akan dibagikan, serta memprioritaskan pembelian bahan baku dari pedagang lokal untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Selain membagikan makanan, panitia juga menyediakan pos pelayanan kesehatan yang melayani cek tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tenaga medis pun disiapkan untuk memberikan penanganan awal jika ditemukan warga yang memiliki keluhan kesehatan.

“Kami menargetkan sekitar 150 warga dapat terlayani dalam kegiatan ini. Semua layanan diberikan secara gratis tanpa syarat,” jelasnya.

Yusuf menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau insidental. Pihaknya berkomitmen menjadikan Dapur Marhaen sebagai agenda rutin setiap tanggal 10 bulan berganti. Ke depannya, program ini juga akan mengakomodasi pelaku UMKM di tingkat kecamatan agar dampak positifnya semakin meluas.

Dalam kesempatan tersebut, PDI-P juga mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan nasional. Mengingat cuaca yang tidak menentu dan potensi kemarau panjang, warga diimbau untuk tidak hanya bergantung pada beras.

“Kami mengajak masyarakat mulai menanam alternatif sumber karbohidrat seperti singkong, jagung, hingga sukun. Ini penting sebagai langkah mitigasi jika terjadi gangguan produksi pangan,” tambahnya.

Melalui Dapur Marhaen, PDI-P ingin menunjukkan eksistensi partai yang hadir bukan hanya saat musim pemilu, melainkan terus berkontribusi nyata dalam keseharian masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *