Tag: Undaan

  • Kontes Sound Miniatur Ramaikan Pergantian Tahun di Desa Kutuk

    Kontes Sound Miniatur Ramaikan Pergantian Tahun di Desa Kutuk

    KUDUS – Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, meriahkan pergantian tahun dengan menggelar Kontes Sound Miniatur pada Minggu (29/12/2024).

    Ajang perdana yang diinisiasi Karang Taruna Desa Kutuk ini diikuti 33 peserta dari berbagai daerah, termasuk Semarang, Purwodadi, dan Kudus sendiri.

    Ketua penyelenggara, Widarpo, menjelaskan kontes ini terbagi dalam tiga kategori ukuran sound miniatur: 12 inch, 15 inch, dan 18 inch. Tujuannya, kata Widarpo, untuk memberikan wadah positif bagi pemuda menyalurkan hobi dan mencegah aktivitas negatif seperti tawuran atau kejahatan.

    “Melalui kontes ini, kami ingin pemuda Desa Kutuk dan sekitarnya terlibat dalam kegiatan membangun dan bermanfaat. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga untuk mempererat persaudaraan antar pemilik sound miniatur,” ungkap Widarpo.

    Antusiasme peserta sangat tinggi, mengikuti seluruh prosedur dengan tertib. Hadiah menarik yang ditawarkan semakin menambah daya tarik kontes ini. Widarpo menegaskan, acara ini bertujuan menciptakan kegiatan aman dan terorganisir bagi pemuda sebagai alternatif positif dari aktivitas berisiko.

    “Kami ingin tunjukkan anak muda juga bisa berbuat baik dengan cara menyenangkan dan penuh prestasi,” tambahnya.

    Kontes Sound Miniatur Desa Kutuk diharapkan menjadi agenda rutin, menginspirasi kegiatan positif lainnya di kalangan pemuda. Dukungan masyarakat dan Karang Taruna diharapkan mampu mempererat hubungan warga dan menjaga kedamaian di Desa Kutuk.

    (red)

  • Warga Kudus Berebut Hasil Gunungan di Momen Kemerdekaan

    Warga Kudus Berebut Hasil Gunungan di Momen Kemerdekaan

    KUDUS – Ratusan warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menggelar Kirab Budaya dan Buka Luwur Mbah Buyut Sipah Raden Ronggo Joyo, akhir pekan lalu.

    Kegiatan tersebut tampak meriah ketika warga setempat berebut gunungan di momen kemerdekaan.

    Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto mengatakan, digelarnya kirab budaya untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79. Maka, kesadaran masyarakat untuk desa wisata diharapkan semakin meningkat. Selain itu, terdapat 15 gunungan hasil bumi yang dibawa pada momen kemerdekaan tersebut.

    “Sebanyak 15 gunungan yang dibawa pada kirab budaya itu. Adapun arti dan maknanya berupa, keberuntungan hasil dari bumi menunjukkan rasa syukur nikmat kita kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, kesehatan sehingga hidup ini perlu bersama gotong-royong,” ungkapnya, Sabtu (3/8/2024).

    Selain itu, kata dia, untuk isi dari gunungan tersebut diantaranya buah-buahan, sayur-mayur, dan makanan ringan untuk anak-anak. Hal tersebut merupakan inovasi dari masyarakat setempat dan perangkat desa demi memeriahkan acara kirab budaya.

    “Makna kirab itu merupakan simbol adat istiadat jaman dulu, bentuk kegotong-royongan rasa memiliki, cinta desa, dan mempersatukan masyarakat melalui kirab,” katanya.

    Dengan digelarnya kirab tersebut, kata dia, merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah diberikan hasil bumi atau pertanian secara melimpah.

    “Harapannya dengan kirab ini masyarakat bisa saling bergotong royong, membangun desa melalui pertanian, ekonomi, dagang dan lain-lain,” terangnya

    Sementara itu, warga Dukuh Krajan Karangrowo Sutarjo mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan Kirab Budaya yang bisa kembali digelar.

    “Kegiatan ini merupakan wujud syukur masyarakat kepada Tuhan dan para leluhur yg telah mewariskan budaya di desa kami. Semoga bisa memberi berkah bagi masyarakat khususnya Dukuh Krajan Karangrowo,” pungkas Sutarjo saat ditemui disela-sela kegiatan kirab.

    (Adm)

  • Tim PKM-PM UMK Pasarkan Produk Diversifikasi Wayang Klithik di Pasar Tradisional Sarwono Wonosoco Undaan Kudus

    Tim PKM-PM UMK Pasarkan Produk Diversifikasi Wayang Klithik di Pasar Tradisional Sarwono Wonosoco Undaan Kudus

    Tuturmedia.com, Kudus – Upaya menumbuhkan kembali produk oleh-oleh Desa Wonosoco yang telah terhenti selama 2 tahun terakhir dilakukan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muria Kudus (UMK) Sendang Project.

    Sendang Project merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dalam rangka perwujudan SDGs Desa yaitu Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata sekaligus Pelestarian tradisi Wayang Klithik di masyarakat.

    “Terhentinya produksi produk ekonomi kreatif dengan tema Wayang Klithik karena beberapa faktor salah satunya adalah faktor sumber daya manusia dan prasarana yang kurang mendukung. Sehingga, dengan adanya program pengabdian oleh tim PKM-PM UMK dinilai sangat membantu karangtaruna Desa Wonosoco” kata Ketua Karangtaruna Tunas Harapan Desa Wonosoco, Tri Budi Wahono.

    Produk diversifikasi Wayang Klithik ini merupakan kolaborasi dengan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Wonosoco Undaan Kudus. Tim PKM-PM UMK melalukan pemberdayaan dengan melakukan pendampingan ekonomi kepada Karangtaruna Tunas Harapan Desa Wonosoco.

    Sementara itu, produk yang diperjualbelikan yaitu gantungan kunci Wayang Klithik dan Kaos Sablon Wayang Klithik. Pemberdayaan ekonomi ini ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru dengan adanya pengembangan sentra usaha produk Wayang Klithik sehingga meningkatkan kualitas ekonomi Desa Wonosoco.

    Pagelaran Wayang Klithik oleh Dhalang Cilik di Pasar Tradisional Sarwonono Desa Wonosoco Undaan Kudus (Foto: Tim PKM-PM UMK)

    Pasar Sarwono di pilih sebagai tempat pemasaran pertama bagi produk yang dihasilkan karena, pasar ini merupakan pasar tradisional yang ada di Desa Wonosoco yang memiliki keunikan tersendiri. Pasar Sarwono hanya diadakan sebulan sekali pada hari minggu legi yang bertempat di tengah alas Jati Sewu Desa Wonosoco Undaan Kudus. Produk yang di jual dalam Sarwono meliputi makanan tradisional khas desa, salah satunya nasi jagung yang dibungkus dengan daun jati.

    Transaksi jual beli dalam pasar ini juga diwajibkan menggunakan koin kayu dalam penerapannya. Pada pasar Sarwono kali in juga bertepatan dengan adanya pentas Wayang Klithik oleh Dhalang cilik, yang mana ini merupakan momen yang tepat untuk memasarkan produk bertemakan Wayang Klithik saat pagelaran. Oleh karena itu, dipilihlah Pasar Sarwono sebagai tempat pertama pemasaran bagi produk pemberdayaan yang dihasilkan dari pelatihan oleh PKM-PM Sendang Project UMK bersama dengan Karang Taruna Tunas Harapan.

    Selain itu, pengunjung menyambut baik adanya grand opening dari produk sendang project yang dipasarkan, karena mayoritas pengunjung tidak hanya dari sekitar Desa Wonosoco tetapi juga dari luar kecamatan Undaan. Yang mana pengunjung tersebut masih awam dengan keberadaan Wayang Klithik sebagai warisan asli Desa Wonosoco Undaan Kudus. Sehingga diharapkan dengan adanya program ini dapat mendorong minat wirausaha masyarakat Desa Wonosoco.

    Penulis: Zuliyani Irmawati Fristiyani