Tag: Rahtawu

  • Hujan Deras Rusak Parah Jalan Menuju Puncak 29 Muria di Rahtawu

    Hujan Deras Rusak Parah Jalan Menuju Puncak 29 Muria di Rahtawu

    KUDUS – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus Senin malam (30/12/2024) mengakibatkan kerusakan parah pada jalan penghubung Dusun Semliro, Desa Rahtawu, menuju Puncak 29 Muria.

    Jalan sepanjang 8 meter dengan lebar 2 meter ambles, sehingga akses bagi kendaraan roda empat menjadi terputus. Kendaraan roda dua masih bisa melintas, meskipun dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

    Kepala Dusun Semliro, Selamet Wahyu Ribowo, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan pertama kali ditemukan warga setempat.

    “Saat ini jalan masih bisa dilalui motor, tetapi untuk mobil tidak bisa melewati,” kata Ribowo dalam wawancara pada Rabu (1/1/2025).

    Ribowo menambahkan bahwa kerusakan ini sebenarnya sudah teridentifikasi sejak beberapa waktu lalu. Jalan tersebut menunjukkan tanda-tanda retak dan rawan rusak karena kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi.

    “Kami sudah mengidentifikasi jalan ini sebagai salah satu yang rawan rusak, terutama karena kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi,” tambahnya.

    Kerusakan jalan ini sangat berdampak pada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di tiga RT wilayah tersebut, termasuk RT 1 RW 4. Jalan ini merupakan akses vital bagi mereka, sekaligus penghubung Dusun Semliro ke Puncak 29 Muria, lokasi penting bagi masyarakat sekitar.

    Pemerintah Desa Rahtawu telah merencanakan perbaikan jalan tersebut sejak tahun lalu, namun rencana tersebut tertunda karena cuaca buruk.

    “Kami berencana memperbaiki jalan ini pada pertengahan Januari 2025 dengan menggunakan dana desa sekitar Rp 200 juta. Kami berharap cuaca segera membaik agar perbaikan bisa dilakukan dengan optimal,” jelas Ribowo.

    Perbaikan jalan diharapkan dapat segera dilakukan untuk memulihkan akses dan aktivitas warga.

    (red)

  • Tarik Wisatawan Mancanegara, Wisata Lenk Dopang Kudus Ingin Ciptakan Penginapan Baru

    Tarik Wisatawan Mancanegara, Wisata Lenk Dopang Kudus Ingin Ciptakan Penginapan Baru

    KUDUS, TUTURMEDIA.COM  – Tempat wisata Lenk Dopang Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tahun ini berencana ingin menciptakan penginapan baru bernama glamping. Hal itu bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara agar berkunjung ke destinasi wisata tersebut.

    Owner Lenk Dopang Desa Rahtawu, Agung Priyanto menyampaikan, rencananya pertengahan tahun ini, sekitar bulan September-Oktober akan ada penginapan baru di destinasi wisata Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut. Untuk tarif awal kemungkinan dipatok harga Rp 499 ribu.

    “Semoga tidak ada halangan ya, insyaallah tahun ini antara bulan September-Oktober, kami membuat penginapan baru bernama glamping. Jadi tempat itu solusi berlibur sambil menikmati suasana alam, namun tetap dapat beristirahat dengan nyaman,” jelas dia.

    Lebih lanjut, kata dia, semisal ada pengunjung yang ingin booking bisa melalui sosial media Instagram terbaru Lenk Dopang. Mengingat, banyak antusias wisatawan yang menunggu peresmian tempat tersebut.

    Apalagi kini, tempat wisata yang berada di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu untuk tingkat wisatawan yang datang ke Lenk Dopang mengalami lonjakan signifikan lantaran memasuki musim libur sekolah. Kalkulasi pengunjung mencapai 50 persen saat ini.

    ‘Kalkulasi pengunjung liburan ada peningkatan sampai 50 persen saat ini. Pengunjung nya masih lokalan saat libur sekolah. Sekitar Kudus, Pati, dan Demak,” tukasnya.

    Tetapi untuk weekend Sabtu dan Minggu tingkat wisatawan cukup lumayan dibanding hari biasa. “Liburan masih biasa, tapi hari Senen sampai Jumat sudah mulai ramai,” pungkasnya.

    (Adm)

  • Tingkat Pengunjung Destinasi Wisata Lenk Dopank Kudus Sempat Capai 200 Persen

    Tingkat Pengunjung Destinasi Wisata Lenk Dopank Kudus Sempat Capai 200 Persen

    KUDUS – Destinasi Wisata Lenk Dopank yang berada di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus kini semakin banyak dikenali. Hal itu terbukti untuk tingkat pengunjung di wisata alam itu mencapai 100 persen lebih saat momen hari libur lebaran kemarin.

    Owner Lenk Dopank, Agung Priyanto menjelaskan, untuk tingkat pengunjung di momen bulan puasa kemarin sempat sepi lantaran terjadi musim hujan. Tetapi saat momen libur lebaran melonjak hingga 200 persen. Banyak berbagai wisatawan dari luar Kudus yang berdatangan.

    “Awal bulan puasa sempat sepi. Tapi lebaran melonjak drastis mencapai 200 persen. Setelah lebaran pengunjung turun seperti hari biasa. Saat itu, H+3 lebaran 500 orang. H+7 hampir 1000 orang saat lebaran ketupat. Momen membludak di jam 11.00-15.00,” terangnya, kemarin.

    Menurutnya Agung, untuk tingkat keramaian pengunjung di hari-hari biasa dinilai standard. Hanya saja, di momen weekend pasti ramai pengunjung karena menikmati momen libur bekerja maupun sekolah.

    “Kemarin rata-rata pengunjung yang datang dari luar kota. Sedangkan dari lokalan itu Kudus, Demak, Pati, dan Jepara. Paling jauh Bekasi,” bebernya.

    Sebagai informasi, untuk beberapa fasilitas yang ditawarkan di Lenk Dopang River Park diantaranya tiga kolam renang dengan sumber mata air Pegunungan Muria. Selain itu, ada cafe pinggir kali, sensasi makan dengan kaki berendam di Sungai Muria.

    “Untuk tiket masuk berkisar Rp10.000,” pungkasnya.

    (Ahmd)

  • PPK Ormawa Tabularasa Fakultas Psikologi UMK Bentuk Program Tabungan Bencana Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Ekonomi Masyarakat Rahtawu

    PPK Ormawa Tabularasa Fakultas Psikologi UMK Bentuk Program Tabungan Bencana Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Ekonomi Masyarakat Rahtawu

    Tuturmedia.com, Kudus – Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan Tabularasa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus telah menjalin kerjasama erat dengan warga Desa Rahtawu untuk merancang Program Tabungan Bencana yang inovatif. Program ini adalah kelanjutan dari Program Utama, yaitu Pengembangan Pojok Literasi Kebencanaan di desa Rahtawu, dan bertujuan mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana, terutama dari segi ekonomi.

    Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tabularasa (PPK Ormawa) adalah sebuah inisiatif yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK). Program ini didukung oleh pendanaan dari pihak kemendikbudristekdikti yang menyelenggarakan program khusus terhadap peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan.

    Melalui PPK Ormawa Tabularasa, mahasiswa fakultas psikologi UMK berkomitmen untuk mengembangkan berbagai kegiatan dan program yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan fokus pada peningkatan kapasitas serta kesadaran akan berbagai isu sosial dan kebencanaan. Program ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi mahasiswa yang peduli dan siap berperan dalam mengatasi tantangan-tantangan di masyarakat.

    Program Tabungan Bencana membawa harapan baru dengan mengintegrasikan ke dalam setiap pojok literasi yang telah dibentuk sebelumnya. Tujuannya adalah membantu membentuk kelompok kewirausahaan yang kuat di masa mendatang dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Rahtawu menghadapi potensi bencana alam.

    Program ini mencerminkan penyesuaian yang baik dengan potensi lokal. Tim PPK Ormawa memilih potensi unik di Desa Rahtawu, termasuk kopi, jahe, tales, ayam, dan lele, sebagai basis kelompok kewirausahaan.

    Warga Desa Rahtawu dengan penuh antusiasme mengikuti program ini dan berinisiatif untuk berkontribusi secara mandiri dengan iuran mereka sendiri guna membeli bibit ayam dan lele. Dana yang terkumpul dari partisipasi aktif warga digunakan untuk pembelian bibit ayam dan lele, yang diharapkan akan menjadi modal awal bagi anggota kelompok literasi dalam usaha pengelolaan ternak sebagai sumber ekonomi mereka.

    Kelompok literasi jahe, dengan semangat tinggi, mengumpulkan dana sendiri untuk membeli 50 kg bibit jahe guna mendukung petani jahe di desa Rahtawu. Demikian pula, kelompok kopi menunjukkan inisiatif dengan mengelola pembuatan dan pengelolaan marketplace kopi central Rahtawu sendiri, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar produk kopi desa.

    Pada kelompok tales, warga secara swadaya menyesuaikan dukungan yang mereka butuhkan dalam hal biaya operasional kelompok. Semua inisiatif yang diambil oleh warga tercermin dari semangat gotong royong yang kuat, dan Tim PPK Ormawa Tabularasa Fakultas Psikologi UMK sangat menghargai partisipasi aktif mereka dalam program ini. Ini membuktikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat desa Rahtawu.

    Pada tanggal 25 September 2023, secara simbolis diberikan bibit ayam kepada peternak peserta pojok literasi. Pemilihan jenis ternak ayam kampung biasa sebagai fokus didasarkan pada pertimbangan bahwa ayam ini mudah dalam perawatan dan pemeliharaannya, serta sesuai dengan preferensi mayoritas warga yang lebih suka ayam kampung biasa.

    Semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga semakin menguat, dan mereka berkomitmen untuk lebih mengembangkan dan memajukan peternakan ayam di desa Rahtawu. Langkah ini adalah wujud konkret dari Program Tabungan Bencana yang bertujuan membantu peternak ayam di desa untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

    Program Tabungan Bencana adalah contoh nyata bagaimana inisiatif dari kelompok kemahasiswaan dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada masyarakat lokal. Fokus pada potensi lokal dan kolaborasi yang kuat telah menciptakan program yang bukan hanya mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana, tetapi juga memperkuat ekonomi mereka. Semangat gotong royong dan kemandirian di Desa Rahtawu semakin tumbuh, membawa dampak positif yang lebih luas pada komunitas tersebut.

    (Red)