Tag: PW IPNU IPPNU Jawa Tengah

  • IPNU–IPPNU Jateng Dorong Kolaborasi Antarstruktur, Luncurkan SIPADU untuk Transformasi Digital

    IPNU–IPPNU Jateng Dorong Kolaborasi Antarstruktur, Luncurkan SIPADU untuk Transformasi Digital

    SURAKARTA – Kolaborasi serta sinergi di antara berbagai struktur organisasi menjadi pilar penting bagi IPNU–IPPNU dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Hal ini terungkap dalam kegiatan konsolidasi dan penguatan organisasi IPNU–IPPNU yang diselenggarakan di Balai Kota Surakarta pada 20 Desember 2025.

    Di era digital yang berkembang pesat saat ini, IPNU–IPPNU dituntut untuk bergerak dengan lebih adaptif dan responsif. Salah satu upaya strategis yang diperkenalkan adalah peluncuran Sistem Informasi Pelajar dan Administrasi Terpadu (SIPADU), yang dirancang sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan organisasi akan basis data kader dan komisariat yang terstruktur, akurat, serta berkelanjutan.

    Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Irfan Khamid, menegaskan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh organisasi pelajar.

    “IPNU–IPPNU hari ini tidak bisa berjalan dengan cara lama. Kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam menyusun program kerja dan sistem organisasi. Kehadiran SIPADU adalah bentuk ikhtiar kita untuk menjawab tantangan itu,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa penyusunan program kerja di seluruh tingkatan organisasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan realitas yang dihadapi pelajar saat ini. Program kerja tidak hanya sebatas bersifat seremonial, melainkan harus mampu menjawab permasalahan pelajar dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

    Lebih jauh, Irfan Khamid menekankan pentingnya semangat dalam pengisian database kader dan komisariat saat ini sebagai investasi jangka panjang bagi organisasi.

    “Apa yang kita input hari ini akan sangat menentukan wajah IPNU–IPPNU 10 tahun ke depan. Data adalah kekuatan, dan dari data itulah arah gerak organisasi bisa dirancang dengan lebih tepat,” ujarnya.

    Dalam konteks penguatan organisasi, IPNU–IPPNU juga diajak untuk kembali pada akar perjuangan organisasi, yaitu dengan fokus pada basis sekolah dan madrasah. Komisariat sekolah dipandang sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan dan eksistensi IPNU–IPPNU sebagai organisasi pelajar.

    Melalui penguatan sinergi antarstruktur, adaptasi terhadap perkembangan digital, serta fokus pada sekolah dan madrasah, diharapkan IPNU–IPPNU dapat terus tumbuh, tetap eksis, dan relevan sebagai wadah kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di tengah dinamika perubahan zaman.

    (red)

  • Bimtek SIPADU Titik Kedua: Satukan Data, Kuatkan Komisariat, Siapkan Kader Masa Depan

    Bimtek SIPADU Titik Kedua: Satukan Data, Kuatkan Komisariat, Siapkan Kader Masa Depan

    MAGELANG — Sebanyak 150 peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) SIPADU Titik Kedua dan Penguatan Tim Penggerak Komisariat yang diselenggarakan pada Ahad, 14 Desember 2025, bertempat di Gedung PCNU Kabupaten Magelang.

    Kegiatan Bimtek Titik Kedua ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung yang terdiri dari jajaran Pimpinan Cabang, Admin SIPADU Pimpinan Anak Cabang, serta Tim Penggerak Komisariat IPNU–IPPNU di masing-masing wilayah.

    Bimtek ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan tata kelola organisasi IPNU–IPPNU yang berkelanjutan, dengan menekankan kolaborasi dan sinergi antar jenjang pimpinan, mulai dari PW, PC, PAC, PR hingga PK, agar memiliki kesamaan frekuensi dalam pengelolaan organisasi berbasis digital, khususnya melalui pemanfaatan Sistem Informasi Pelajar Terpadu (SIPADU).

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait pendataan organisasi sebagai basis perencanaan kerja yang terarah, sesuai target dan sasaran organisasi. Pendataan yang terintegrasi melalui SIPADU diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja serta akurasi data anggota dan kelembagaan IPNU–IPPNU.

    Selain itu, bimtek titik kedua ini juga menitikberatkan pada penguatan Tim Penggerak Komisariat. Mengingat IPNU–IPPNU merupakan organisasi pelajar dengan dinamika peremajaan usia yang cepat, komisariat dinilai sebagai ruang strategis dalam proses kaderisasi dan distribusi kader ke depan.

    Ketua PW IPNU Jawa Tengah, M. Irfan Khamid, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesinambungan bimtek SIPADU dan penguatan komisariat.

    “Bimtek titik kedua ini menjadi penguatan lanjutan agar pengelolaan data dan kaderisasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dijalankan secara sistematis di komisariat. SIPADU dan komisariat harus berjalan beriringan,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa penguatan komisariat harus menjadi perhatian bersama seluruh struktur pimpinan.

    “Komisariat adalah jantung kaderisasi IPNU–IPPNU. Dari sinilah kader pelajar disiapkan untuk masa depan organisasi. Maka seluruh struktur harus hadir mengawal dan menguatkan komisariat secara konsisten,” lanjutnya.

    Sebagai bentuk keseriusan dalam penguatan komisariat sekolah, LP Ma’arif NU bersama PW IPNU dan PW IPPNU menjalin kolaborasi yang intensif. Penguatan ini dilakukan melalui optimalisasi kegiatan MATSAMA dan MPLS di sekolah-sekolah Ma’arif yang telah memuat materi Makesta, sehingga Pimpinan Cabang melalui Pimpinan Anak Cabang dapat mengawal dan mendampingi proses kaderisasi secara lebih optimal.

    Melalui sinergi antara SIPADU dan penguatan Tim Penggerak Komisariat, khususnya pada Bimtek Titik Kedua ini, diharapkan terbangun sistem kaderisasi yang terstruktur, terdata, dan berkelanjutan, sebagai pijakan menuju IPNU–IPPNU Jawa Tengah yang semakin gemilang di masa depan.

    (Red)

  • Kendal Jadi Titik Awal Bimtek SIPADU dan Penguatan Komisariat IPNU-IPPNU Jateng

    Kendal Jadi Titik Awal Bimtek SIPADU dan Penguatan Komisariat IPNU-IPPNU Jateng

    SEMARANG — Kabupaten Kendal telah resmi ditetapkan sebagai titik permulaan pelaksanaan Bimbingan Teknis SIPADU (Sistem Informasi Pelajar dan Administrasi Terpadu) serta Penguatan Komisariat IPNU–IPPNU yang akan diadakan di 10 lokasi di Jawa Tengah selama bulan Desember. Acara pembuka direncanakan berjalan di Gedung Paripurna DPRD Kendal dengan kehadiran peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Karisidenan Semarang, hari Selasa (9/12/2025).

    Sebagai sistem digital yang terpadu, SIPADU dirancang untuk memudahkan pengelolaan data pelajar NU dan sekaligus memodernisasi administrasi organisasi. Melalui Bimtek ini, kader PAC akan diberikan kemampuan untuk melakukan pendataan, pelaporan, dan pengelolaan komisariat dengan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

    Ketua PW IPNU Tengah, Irfan Khamid menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek di Kendal pada 13 Desember menjadi momen penting untuk memulai rangkaian penguatan organisasi pelajar NU di seluruh Jawa Tengah.

    “Setelah Kendal sebagai titik awal, pelaksanaan akan berlanjut ke sembilan titik lainnya hingga akhir Desember. Ini bagian dari percepatan transformasi digital dan pemerataan penguatan komisariat,” ungkapnya.

    Mantan Ketua PC IPNU Kendal, Athoillah Alfarid menegaskan bahwa pemilihan Kendal sebagai lokasi pertama merupakan bentuk apresiasi terhadap kesiapan kader dan perkembangan organisasi di daerah tersebut.

    Mereka berharap acara ini dapat menjadi semangat positif bagi PAC se-Karisidenan Semarang untuk menjadi percontohan penggunaan SIPADU di masing-masing wilayah.

    “Penunjukan Kendal sebagai lokasi pertama merupakan bentuk apresiasi atas kesiapan kader serta perkembangan organisasi di daerah ini,” tegas Athoillah Alfarid, yang juga Wakil Ketua PW IPNU Jateng Bidang Eksternal.

    “Kami berharap pelaksanaan perdana ini menjadi energi positif bagi PAC se-Karisidenan Semarang untuk tampil sebagai pelopor penggunaan SIPADU di wilayah masing-masing,” jelasnya.

    Kegiatan perdana ini mencakup pengenalan fitur dasar SIPADU, praktik penggunaan akun admin, serta strategi penguatan komisariat. Pada akhir acara, peserta akan menyatukan komitmen bersama untuk menjadikan seluruh rangkaian Bimtek SIPADU di 10 lokasi Jawa Tengah selama Desember 2025 sukses.

    (red)

  • Siap Cetak Generasi Unggul, PW IPNU IPPNU Jawa Tengah Resmikan Student Research and Development Team

    Siap Cetak Generasi Unggul, PW IPNU IPPNU Jawa Tengah Resmikan Student Research and Development Team

    SEMARANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah Resmikan Student Research and Development Team untuk berkontribusi dalam dunia Pendidikan khususnya di Jawa Tengah pada Kamis, (4/4/2024).

    Dalam momentum ini, Rekan Rikza Hasballa selaku Sekretaris PW IPNU menyampaikan Susunan Personalia Student Research and Development Team yang terdiri dari Koordinator IPNU Rekan Muhammad Adi Adrian dan Koordinator IPPNU Rekanita Aulia Hidayatul Chusna, General Manager, Divisi Riset, dan Divisi Monitoring dan Evaluasi.

    Muhammad Adi Adrian selaku Koordinator mengungkapkan bahwasannya Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menjadikan suatu Negara Maju.

    “Terkadang kita semua kurang peka bahwa pendidikan adalah investasi utama. Tidak ada Negara Maju yang memiliki Pendidikan dibawah Negara Berkembang. Maka kualitas SDM yang unggul, berkarakter, dan memiliki kemandirian dalam bidang apapun menjadi penting,” terangnya.

    Selain itu, dalam orasi tersebut Adi juga menyampaikan tentang berbagai persoalan yang ada dalam dunia Pendidikan.

    “Permasalahan seperti kekerasan seksual, bullying, judi online, kekerasan pelajar adalah hal-hal yang mencederai dunia pendidikan. Maka dari itu kita harus ikut terlibat dan peka untuk berkontribusi dan menuntaskan permasalahan yang ada,” ujar Adi.

    Lanjutnya, melalui Student Research and Development Team yang diinisiasi oleh PW IPNU IPPNU Jawa Tengah adalah hal kecil yang kemudian menjadi tujuan kita untuk berkontribusi kepada Pendidikan sehingga akan tercipta Generasi Unggul.

    “Kami mengajak seluruh kader IPNU IPPNU Se-Jawa Tengah baik dari Pimpinan Ranting sampai Pimpinan Cabang untuk Bersama menyukseskan Riset Pelajar yang tujuan utamanya adalah bentuk kontribusi kita atas Merdekanya Indonesia,” pungkasnya.

    Penulis: Khoirun Nisa

  • PW IPNU IPPNU Jawa Tengah Siap Menjadi Rumah yang Aman dan Nyaman Bagi Para Pelajar

    PW IPNU IPPNU Jawa Tengah Siap Menjadi Rumah yang Aman dan Nyaman Bagi Para Pelajar

    SEMARANG – Sebagai Organisasi yang segmentasinya pelajar, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah Gelar Acara Launching Riset Perilaku Pelajar Jawa Tengah yang bertempat di Aula Lantai 3 Kantor PWNU Jawa Tengah pada Kamis, (4/4/2024).

    Acara ini merupakan bagian dari ikhtiar dari PW IPNU IPPNU Jawa Tengah untuk kedepannya yang akan menjadi pelaksana tugas untuk meriset apa yang terjadi di kalangan Pelajar Se-Jawa Tengah. Seperti yang telah kita ketahui, Bullying, kekerasan seksual, judi online, dan lainnya sudah marak terjadi di kalangan pelajar. Maka dari itu perlu dilakukan adanya riset yang mengolah sejauh mana perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para pelajar.

    Dalam sambutannya, Ketua IPNU Rekan Muhamad Irfan Khamid menyampaikan bahwa adanya organisasi IPNU IPPNU harus dapat memberikan solusi yang baik dan positif untuk diberikan kepada pelajar secara keseluruhan agar kekerasan seksual tidak terjadi.

    “Ketika kita tahu sejauh mana perilaku pelajar saat ini, kemudian riset tersebut kita olah, maka kita dapat memformulasikan pendampingan, konsultasi, dan pengarahan kepada seluruh pelajar khususnya di Jawa Tengah,” kata Irfan.

    Dirinya juga menyampaikan tentang salah satu kasus yang telah terjadi tentang bullying, kekerasan, pelecehan seksual, judi online atau sejenisnya. Parahnya, pada tahun 2023 transaksi judi online di Indonesia mencapai 200 triliun yang banyak dilakukan oleh guru dan pelajar.

    “Terdapat 80% kasus bullying di kalangan pelajar dibawah Kementerian Agama dan 20% dibawah Kemendikbud. Kemudian terdapat pula sekitar 2,1 juta dari 2,7 juta penduduk Indonesia melakukan transaksi judi online yang banyak dilakukan oleh guru dan pelajar dan ini perlu di riset dan ditinjau, apakah terdapat masalah dalam sistem Pendidikan Indonesia saat ini?. Untuk itu, dari kami sudah merancang teknis riset yang akan disebar melalui bantuan Pimpinan Cabang IPNU IPPNU, yang nantinya jawaban dari responden akan menjadi rekomendasi kebijakan dan diberikan ke Dinas Provinsi dan Dinas Pendidikan sebagai hasil karya dari pelajar IPNU IPPNU di Jawa Tengah,” terangnya.

    Ditambahkan, organisasi IPNU IPPNU harus bisa melakukan kontribusi untuk pendidikan, pembangunan pelajar, bukan hanya tentang mempertahankan Kaderisasi.

    “Mari kita bergerak bersama menjadikan Jawa Tengah sebagai pelaku pembangunan rumah pelajar yang aman, ramah, dan nyaman di Jawa Tengah,” pungkasnya.

    Penulis: Khoirun Nisa

  • Maraknya Kekerasan Pelajar, Apa yang Dilakukan IPNU IPPNU Jawa Tengah

    Maraknya Kekerasan Pelajar, Apa yang Dilakukan IPNU IPPNU Jawa Tengah

    SEMARANG – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan melakukan Riset Perilaku Pelajar Jawa Tengah oleh Tim Student Research and Develompment Team yang telah dikukuhkan oleh Ketua IPNU Jawa Tengah Rekan Irfan Khamid di Gedung PW NU Jawa Tengah jl. Dr.Cipto NO. 180, Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (4/4/2024).

    Beberapa hal yang nantinya akan di riset adalah terkait bullying (perundungan), kekerasan seksual, judi online (slot), pinjaman online (pinjol). Sehingga menjadi keresahan kita bersama di PW IPNU IPPNU Provinsi Jawa Teangah untuk bagaimana kita meneliti nya.

    “waktu dekat ini terjadi bullying atau perundungan yang luar biasa di kabupaten cilacap” ujar Irfan sapaan akrabnya.

    Hari ini bullying itu sudah sangat marak terjadi di Jawa Tengah khususnya di ranah pelajar, Anak-anak pelajar melakukan pembulliyan terhadap pelajar yang lain. Sebenernya bulliying tidak berdampak kepada korban saja tetapi berdampak pada kedua pihak, enatah dari pihak korban maupun pihak pelaku.

    Kasus bulliying ada 80% dibawah naungan kemendikbud di dunia pelajar dan 20% di bawah naungan kemenag artinya sekolah-sekolah negeri ini perlu perhatian kita sehingga sekolah negeri ini juga menjadi prioritas tim student research and development team untuk menggarapnya.

    Kemudian kekerasan seksual dalam kurun waktu 2023 hampir setiap pekan ada 2-3 kekerasan seksual ini perlu di garap dari pelajar-pelajar NU Jawa Tengah. Adanya IPNU IPPNU ini memberikan Solusi memberikan virus yang baik dan positif yang harus diberikan pelajar-pelajar secara keseluruan agar tidak adanya kekerasan seksual.

    Kemudian ada juga pelajar judi online atau sejenisnya, di Indonesia tahun 2023 sudah ada transaksi judi online mencapai 200 triliun. Judi online tidak hanya sekedar transaksi yang ada di website tetapi bisa merambah aplikasi game dan sering kali tidak disadari oleh pelajar.

    Yang terakhir ada pinjaman online yang juga merambak di kalangan pelajar, otoritas jasa keungan mencatat ada aktivitas pinjaman online yang rata-rata dilakukan oleh pelajar.
    Rekan rekanita dengan adanya hal tersebut maka dari PW IPNU IPPNU Jawa Tengah megkonsep bagaimana adanya riset ini bisa dilakukan.

    “sebelum launching ini kita sudah melakukan bimbingan teknis terkait bagaimana pelaksanaan riset” pungkas rekan Irfan khamid.

    PW IPNU IPPNU mengajak seluruh kader IPNU IPPNU Jawa Tengah untuk bergerak bersama mewujudkan jawa Tengah sebagai rumah pelajar yang ramah, rumah pelajar yang positif dan rumah yang aman di setiap aktivitas.

    (Red)