Tag: MA Salafiyah Kajen

  • Marching Band MA Salafiyah Kajen Tingkatkan Kualitas di UPN “Veteran” Yogyakarta

    Marching Band MA Salafiyah Kajen Tingkatkan Kualitas di UPN “Veteran” Yogyakarta

    YOGYAKARTA – Marching Band Bahana Swara (MBBS) dari Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, Jawa Tengah, bertekad untuk meningkatkan kualitas dan prestasi.

    Langkah nyata diambil dengan melakukan kunjungan studi banding ke Marching Band Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta pada Kamis (13/2/2025).

    Kunjungan ini memberikan kesempatan emas bagi anggota MBBS untuk belajar langsung dari para senior yang berpengalaman.

    Kedatangan rombongan MBBS disambut hangat oleh Ketua Marching Band UPN “Veteran” Yogyakarta, Alan.

    “Terima kasih telah memilih MB UPN untuk studi banding,” ujarnya.

    Alan berharap kunjungan ini akan menandai awal kolaborasi positif antara kedua tim dan membuka jalan bagi komunikasi yang berkelanjutan.

    “Semoga kerja sama yang baik dapat terjalin antara kedua belah pihak,” tambahnya.

    Pembina MBBS, Chairul Abrar, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga ini. “Kami mewakili MBBS mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat,” kata Abrar.

    Ia berharap studi banding ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, khususnya dalam hal strategi mengikuti event dan persiapan yang efektif.

    “Semoga adik-adik ini dapat menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” harapnya.

    Selama kunjungan, anggota MBBS mengikuti program studi banding yang intensif. Mereka berlatih langsung di bawah bimbingan senior MB UPN “Veteran” Yogyakarta. Ade membimbing section Battery, Raihan melatih drill, dan Andre membimbing section Brass.

    Selain latihan, diskusi mengenai strategi pengembangan marching band dan pertukaran pengalaman juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

    (red)

  • Pembukaan Class Meeting MA Salafiyah Kajen Meriah dengan Atraksi Marching Band dan Pagar Nusa

    PATI – Class Meeting MA Salafiyah Kajen resmi dibuka pada Minggu, 8 Desember 2024 dan berlangsung hingga Rabu, 11 Desember 2024.

    Acara pembukaan yang meriah ini dimeriahkan oleh penampilan memukau dari Marching Band Bahana Swara MA Salafiyah Kajen dan Pagar Nusa Salafiyah. Kedua penampilan tersebut sukses menyita perhatian seluruh siswa dan guru yang hadir.

    Konser Marching Band Bahana Swara menampilkan formasi dan alunan musik yang kompak dan energik. Kekompakan irama musik yang dimainkan berhasil membangkitkan semangat para penonton.

    Penampilan mereka disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorak sorai dari seluruh siswa-siswi.

    Sementara itu, penampilan Pagar Nusa Salafiyah menampilkan atraksi bela diri yang memukau. Keindahan gerakan dan kekuatan para pesertanya berhasil memikat perhatian penonton.

    Kemahiran mereka dalam menguasai berbagai teknik bela diri terlihat sangat profesional dan mengagumkan.

    Kedua penampilan tersebut menjadi pembuka yang sempurna untuk Class Meeting MA Salafiyah Kajen.

    Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang menyalurkan bakat dan minat siswa, serta mempererat tali persaudaraan antar siswa.

    Selama empat hari, berbagai macam perlombaan dan kegiatan menarik lainnya akan digelar. Diantaranya seperti lomba bulu tangkis, desain grafis, pidato bahasa Arab, dan lainnya.

    (Red)

  • MA Salafiyah Kajen Tingkatkan Kualitas Pendidikan melalui ‘Unjuk Kinerja’

    PATI, TUTURMEDIA.COM – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen menggelar acara “Unjuk Kinerja” dengan maksud untuk membentuk dan meningkatkan mental peserta didik agar memiliki pemahaman yang luas dan berkarakter.

    Acara ini berlangsung selama dua hari, dari Rabu hingga Kamis (5-6/6/2024), di halaman barat MA Salafiyah Kajen.

    Ketua Pelaksana, Ahmad Rofiq, S.Pd.I, menyatakan bahwa tujuan dari “Unjuk Kinerja” adalah untuk menerapkan dan mengaktualisasikan pembelajaran yang telah diterima peserta didik di dalam ruang kelas.

    “Acara ini melibatkan perwakilan dari masing-masing kelas X dan XI, serta mendapat arahan dari guru wali kelas dan pembina ekstrakurikuler,” kata dia.

    Acara ini diadakan setelah Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap tahun ajaran 2023/2024 dan dianggap sebagai momen refreshing bagi peserta didik sehingga mereka menyambut dengan bahagia.

    “Harapannya mereka dapat mengaplikasikan ilmunya dengan cara yang menyenangkan, bersosialisasi, berkomunikasi, dan berwirausaha dengan baik,” pungkasnya.

    Susunan Acara

    Pada hari pertama, Rabu 5 Juni 2024, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, S.Pd.I. Selain itu, terdapat stand bazaar market day yang menampilkan produk kreatif dan lomba baca puisi dari kelas XI. Pertunjukan menarik dari ekstrakurikuler seperti Marching Band Bahana Swara, Pencak Silat Pagar Nusa, dan kecakapan bahasa Arab dari ekskul SAC juga menjadi bagian dari acara ini.

    Sementara pada hari kedua, Kamis 6 Juni 2024, terdapat stand bazaar market day dan lomba baca puisi dari kelas X. Ekstrakurikuler juga menampilkan Tari Sufi dari ekskul Rebana Putra, kemampuan berbahasa Inggris oleh ekskul SEC, Rebana Putri, serta penampilan Tari Saman dari peserta didik.

    (FF/AB)

  • Inspiratif! Kisah Fathul Hidayah: Gagal Masuk Jalur SNBP dan SNBT, Malah Lolos Beasiswa PBSB

    Tuturmedia.com, Pati – Kisah inspiratif datang dari seorang santri berprestasi dari Kajen, namanya Fathul Hidayah.
    Setelah ditolak pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dia malah berhasil lolos pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI.

    Meskipun sebelumnya gagal di dua jalur masuk perguruan tinggi, namun dengan semangat pantang menyerah, Hidayah mencoba mengikuti proses seleksi PBSB  dengan penuh optimis.

    Siswa dari MA Salafiyah Kajen ini terus berusaha dan menunjukkan dedikasinya dalam tahap seleksi PBSB. Keberhasilan akademiknya, prestasi di berbagai bidang, dan semangat juangnya akhirnya berbuah manis.

    Setelah pengumuman hasil seleksi akhir, Fathul Hidayah merasa sangat bahagia dan bangga. Ia berhasil diterima dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan kini memiliki peluang emas untuk mengembangkan bakatnya serta mewujudkan impian pendidikan yang lebih tinggi.

    “Saya merasa begitu bersyukur atas kesempatan ini. Meskipun awalnya ditolak di berbagai jalur, saya tidak patah semangat. Saya ingin membuktikan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi, dan penolakan tidak menentukan masa depan kita,” ungkapnya.

    Para guru dan teman-temannya pun memberikan apresiasi dan dukungan penuh pada Hidayah. Dia dianggap sebagai contoh inspiratif bagi santri lain yang mungkin mengalami penolakan atau rintangan dalam perjalanan mereka.

    Keberhasilan Hidayah membuktikan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk mencapai prestasi, terlepas dari latar belakang dan rintangan yang dihadapinya.

    Program Beasiswa Santri Berprestasi adalah kesempatan untuk menghargai dan mendukung bakat serta kemampuan para santri berprestasi dari berbagai pesantren.

    Kisah inspiratif Hidayah ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada banyak orang untuk tidak menyerah menghadapi tantangan, dan menjadi sumber harapan bagi para santri yang berjuang untuk mencapai impian pendidikan mereka.

    (Red)

  • Marching Band Bahana Swara MA Salafiyah Kajen Bawakan Tema “Hanuman Duta”, Begini Asal Usul dan Filosofinya

    Tuturmedia.com, Pati – Marching Band Bahana Swara (MBBS) MA Salafiyah Kajen turut memeriahkan kirab budaya dalam rangka haul Syekh Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen dengan membawakan tema “Hanuman Duta” pada Jumat (28/07/2023).

    Dikutip dari kanal YouTube MBBS Official, Chairul Abrar selaku pembina MBBS dalam naskah sambutan wali kelas yang menjadi cikal bakal tema tersebut menerangkan, tema ini terinspirasi dari lagu “Hanuman Duta” atau “Anoman Obong” yang menceritakan tentang Hanoman,

    seekor monyet putih utusan kerajaan yang memiliki misi untuk menyelamatkan permaisuri raja yang diculik dan dikurung di Kerajaan Alengka. Meski ketahuan, Hanoman tidak terluka saat dihukum dibakar di tiang pancang berkat kesaktiannya.

    Bahkan berhasil melarikan diri dan membakar Kerajaan Alengka serta menghabisi ribuan tentara yang menghadangnya.

    “Judul lagunya Anoman Obong. Sang monyet putih bernama Hanoman yang menjadi tokoh utama. Bukan Rama, sang raja, seperti dalam film-film laga tahun 90-an ataupun pertunjukan wayang yang populer. Hal inilah yang membuat saya tertarik menyimak lagu dari awal sampai akhir,” terangnya.

    (MBBS MA Salafiyah Kajen)

    Lebih lanjut, ia menjelaskan, Hanoman sebagai tokoh marginal juga merupakan simbol untuk mengingatkan akan keberanian rakyat jelata yang seringkali terpinggirkan dan ditindas.

    Dengan kesabaran, kerendahan hati, dan keberanian sebagai monyet, Hanoman mendapatkan restu dan titah untuk menumpas kejahatan Rahwana.

    “Kerajaan Ayodhya yang lestari di kemudian hari adalah berkat peran penting para monyet, rakyat jelata, yang terpinggirkan yang kerap kali ditindas. Hanoman sadar betul bahwa dirinya terlahir sebagai monyet, makhluk biasa dan sering direndahkan.

    Tapi Hanoman berani menanggung kekurangannya yang dilahirkan sebagai rakyat jelata yang sangat berbeda dengan Rahwana yang jumawa dengan segala kekuasaannya,” jelasnya.

    Terakhir, lagu ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai peran rakyat jelata dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi negara.

    “Mengingat kembali Hanoman dengan demikian adalah meneladani keberaniannya, sekaligus sebagai peringatan pada sebuah titah untuk menumpas Rahwana yang bermuka sepuluh:

    otoriter, musyrik, manipulatif, koruptif, kolutif, nepotis, represif, batil, lalim, dan sak karepe dewe (berbuat seenaknya),” pungkasnya.

    (Red)

Exit mobile version