Tag: Kkn uin sunan kudus

  • KKN Sadya Ternadi Dampingi UMKM Cobek Kayu “Musa Barokah” Go Digital

    KKN Sadya Ternadi Dampingi UMKM Cobek Kayu “Musa Barokah” Go Digital

    KUDUS – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sadya Ternadi UIN Sunan Kudus berhasil mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Cobek Kayu Tradisional “Musa Barokah” di Desa Ternadi, Kudus, untuk merambah pasar digital.

    Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk cobek kayu yang selama ini hanya mengandalkan pasar tradisional dan media sosial Facebook.

    Azza, salah satu anggota tim KKN, menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas pembuatan marketplace, tetapi juga optimalisasi melalui pendaftaran di Google Maps dan desain banner promosi.

    “Keberadaan marketplace dan Google Maps membuat konsumen lebih mudah menemukan dan memesan produk cobek kayu. Ini sangat membantu penjual terutama di masa pandemi di mana pembelian online semakin diminati,” ujarnya.

    Musa, pemilik UMKM “Musa Barokah”, mengamini dampak positif dari pendampingan ini.

    “Sejak masuk marketplace dan dipromosikan lebih luas, pesanan meningkat pesat. Kami jadi lebih banyak dikenal dan mampu menjual produk dengan nilai lebih,” ungkapnya.

    Sementara itu, Rofiq Addiansyah, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswanya.

    “Inisiatif mahasiswa untuk memberdayakan UMKM lokal dengan teknologi digital sangat tepat dan bermanfaat. Ini menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan ekonomi kreatif dan digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Pendampingan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan UMKM, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

    Selain itu, UMKM “Musa Barokah” turut melestarikan budaya lokal dengan memproduksi cobek kayu yang khas dan berkualitas. Kedepannya, UMKM ini berencana terus mengembangkan produk dan memperluas jaringan pemasaran digital.

    (red)

  • Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Gelar Seminar Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal

    KUDUS – Kelompok KKN Moderasi Beragama (MB) UIN Sunan Kudus sukses menggelar seminar bertajuk “Moderasi Beragama Berbasis Akulturasi Budaya Penguatan Nilai Toleransi dalam Kearifan Lokal”.

    Acara berlangsung pada Selasa, 13 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB di Balai Desa Dukuhwaringin, Dawe, Kudus.

    Seminar ini menghadirkan KH. Yaqub Najibuddin, S.Ag., seorang tokoh ulama setempat, sebagai narasumber. Sekitar 40 peserta dari IPNU dan IPPNU Desa Dukuhwaringin turut hadir dalam acara yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi di tengah masyarakat.

    Dalam ceramahnya, KH. Yaqub menekankan pentingnya menjaga hati dan amal sebagai tolok ukur utama di sisi Allah. Beliau menyatakan bahwa ilmu yang sejati tersimpan di dalam hati, bukan sekadar tertulis di buku.

    “Allah menilai manusia dari hati dan amal perbuatannya. Ilmu itu ada di dalam hati, bukan sekadar di buku-buku,” ujar KH. Yaqub.

    Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Mufid, salah seorang peserta, bertanya tentang pandangan belajar agama melalui platform digital seperti Google atau YouTube.

    KH. Yaqub menjawab bahwa hal tersebut diperbolehkan, asalkan tetap dikonfirmasi kepada ulama dan guru yang kompeten untuk menghindari kesalahan interpretasi.

    Nailin, peserta lainnya, menanyakan tentang perubahan penampilan sinden, apakah termasuk pelestarian atau justru perubahan budaya. KH. Yaqub menjelaskan bahwa pakaian sinden telah mengalami perkembangan sejak zaman Sunan Kalijaga.

    Saat ini, banyak sinden yang mengenakan kerudung, sehingga tetap dapat menjaga nilai budaya sambil menyesuaikan dengan ajaran agama.

    KH. Yaqub juga menyampaikan lima poin penting dalam kehidupan, yaitu berbakti kepada Allah, kepada orang tua, kepada guru, menjadi orang baik di manapun berada, serta menjaga adab di setiap tempat.

    Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang moderasi beragama berbasis kearifan lokal, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis, toleran, dan religius.

    (red)

  • Tim KKN UIN Sunan Kudus Desa Ternadi Cegah Stunting dengan Sandwich Alpukat

    KUDUS – Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus yang tergabung dalam Tim Sadya Ternadi, menginisiasi program edukatif “Cooking Class Sandwich Alpukat” di KB Tunas Harapan, Desa Ternadi pada 12 Agustus 2025.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif mencegah stunting pada anak usia dini, dengan fokus memperkenalkan makanan bergizi sejak usia dini.

    Acara dimulai dengan senam ceria “Anak Indonesia Hebat”, dilanjutkan dengan doa bersama dan sesi bernyanyi yang membangkitkan semangat.

    Keceriaan semakin bertambah saat anak-anak terlibat dalam permainan interaktif “Kereta Makanan Sehat”, yang dirancang untuk membantu mereka memilah dan memilih makanan yang baik bagi kesehatan.

    Setelah sesi bermain, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan buah alpukat. Mereka belajar tentang warna, bentuk, dan rasa buah istimewa ini sebelum akhirnya berpartisipasi dalam cooking class membuat sandwich alpukat.

    “Alpukat dipilih sebagai bahan utama sandwich karena kandungan vitamin, mineral, lemak sehat, dan seratnya yang sangat kaya. Kandungan gizi ini esensial untuk mendukung pertumbuhan optimal anak-anak,” kata Anisa Maziyyana selaku koordinator kegiatan.

    “Kami berharap, dengan memperkenalkan makanan bergizi sejak dini, risiko stunting yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dapat diminimalkan,” imbuhnya.

    Azzam, salah seorang peserta dari KB Tunas Harapan, dengan antusias.

    “Sandwichnya enak sekali! Besok aku mau bikin lagi di rumah sama mama,” ungkapnya.

    Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang pentingnya makanan bergizi dan cara mencegah stunting, tetapi juga mengembangkan keterampilan motorik, kemampuan bekerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

    (red)

Exit mobile version