Tag: KKN IAIN KUDUS

  • KKN MB 93 IAIN KUDUS Tutup Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Gerakan Gersama “Moderasi Beragama dalam Aksi Penghijauan“

    KKN MB 93 IAIN KUDUS Tutup Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Gerakan Gersama “Moderasi Beragama dalam Aksi Penghijauan“

    GROBOGAN – Dalam rangka Penutupan KKN MB Kelompok 093 Desa Toko mengundang segenap pemerintah desa serta tokoh masyarakat Desa Toko untuk mengikuti kegiatan bertajuk Gerakan Gersama “Moderasi Beragama dalam Aksi Penghijauan“ pada Rabu (16/10/2024).

    Kegiatan penutupan KKN sekaligus Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Moderasi beragama dalam aksi pengijauan”, diakhiri dengan adanya pendistribusian 180 bibit tanaman kepada masyarakat desa toko yang merupakan bantuan dari Djarum Foundation Bakti Lingkungan Kudus.

    Beberapa bibit tanamanan tersebut terbagi menjadi berbagai macam mulai dari bibit Pohon trembesi, Tabebuya, Mangga, salam, juwet, nangka, jeruk, dan rambutan. Bibit-bibit tersebut didistribusikan secara langsung dalam acara penutupan KKN MB 093 dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

    Masyarakat yang hadir sangat berterimakasih dan antusias atas apa yang diberikan oleh Kelompok KKN MB 93 Desa Toko dalam rangka menurunkan polusi dan meningkatkan kualitas udara di lingkungan Desa Toko, termasuk di lingkungan pendidikan yaitu di TK dan SD yang ada di desa Toko.

    ”Terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan kepada Desa Toko, insya allah akan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga lingkungan Desa Toko menjadi lebih sejuk dan asri”, ungkap Edy Riyanto S.E selaku Kepala Desa Toko.

    Selain itu, Kepala Desa Toko juga sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan KKN MB 093 didesa Toko, beliau juga menjelaskan bahwa Rencana bibit pohon tersebut akan ditanam disekitar kantor kepala desa, dan beberapa fasilitas desa seperti lapangan voli dan juga lapangan baru desa Toko yang dalam tahap pembangunan.

    Selain itu bibit tanaman juga akan ditanam disekitaran rumah warga supaya menjadi kenang-kenangan tersendiri masyarakat atas pengabdian maasiswa KKN MB 093 selama 45 hari di desa Toko.

    “Kami tidak bisa memberi banyak, kami dan mahasiswa hanya bisa membantu sedemikian rupa sehingga bibit tanaman tersebut menjadi salah satu program mahasiswa sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat”, akhir sambutan dari H. Nur Ahmad, S. Sos. I., M. S. I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN MB IAIN Kudus Kelompok 93.

    (red)

  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Sukses Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Tumor dan Kanker di Desa Bologarang

    GROBOGAN – Kelompok KKN Desa Bologarang 079 aktif berpartisipasi dalam sosialisasi deteksi awal tumor dan kanker yang diadakan di Masjid Bologarang pada Jumat, 13 September 2024.

    Sosialisasi yang dihadiri oleh anggota Fatayat dan Muslimat ini menghadirkan Dokter Tunjung, seorang dokter spesialis penyakit tumor dan kanker.

    Mahasiswa KKN berperan aktif dalam membantu persiapan kegiatan dan beberapa mahasiswa ditunjuk sebagai pembawa acara (MC) dan moderator. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Fatayat, Mars Muslimat, dan Mars Yalal Waton.

    Ibu Rahmi, Sekretaris Desa Bologarang, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar sosialisasi ini dapat membantu warga desa dalam mencegah penyakit tumor dan kanker. “Semoga dengan adanya sosialisasi ini, warga desa Bologarang dapat lebih waspada dan berhati-hati terhadap penyakit tumor dan kanker,” ungkapnya.

    Dokter Tunjung dalam paparannya menjelaskan tentang faktor-faktor yang dapat memicu munculnya penyakit tumor dan kanker, salah satunya adalah pola makan yang tidak teratur dan konsumsi makanan cepat saji.

    “Penyakit tumor dan kanker bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh seperti payudara, paru-paru, ketiak, dan lain-lain, yang disebabkan oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, dan merokok,” jelasnya.

    Sosialisasi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab dibuka untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya lebih lanjut. Baik anggota Fatayat dan Muslimat maupun mahasiswa KKN aktif mengajukan pertanyaan kepada Dokter Tunjung.

    Acara ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan internal Fatayat dan Muslimat. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Bologarang tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tumor dan kanker.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SDN Bologarang

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Kudus kelompok 79 Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, mengadakan sosialisasi tentang bullying di SDN 01 dan SDN 02 Bologarang pada Kamis, 12 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 137 siswa kelas 4-6 dari kedua sekolah tersebut.

    Sosialisasi yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu bullying, jenis-jenis perilaku bullying, dan dampaknya bagi pelaku dan korban. Selain itu, sosialisasi juga mengajarkan cara menyikapi dan melawan perilaku bullying dengan baik.

    Akhmad Noor Faizinn, koordinator mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman, aman, dan bebas dari bullying.

    “Kami berharap siswa-siswi dapat memahami dampak negatif dari tindakan bullying dan tahu bagaimana cara menyikapinya,” ujarnya.

    Siswa-siswi tampak antusias mengikuti sosialisasi dan bersemangat dalam menjawab kuis yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Sebagai hadiah, siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan snack dan buku bacaan.

    Feriyanto, salah satu guru SDN 01, menyambut positif kegiatan ini. “Sosialisasi bullying ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi siswa-siswi,” ungkapnya.

    Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian susu kepada seluruh peserta. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk mengatasi permasalahan bullying di kedua sekolah tersebut.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN MB IAIN Kudus Kelompok 093 Jalin Kerjasama dengan 3 TPQ di Desa Toko untuk Tingkatkan Baca Tulis Al-Qur’an

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN MB) Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN) Kelompok 093 Desa Toko melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di kalangan anak-anak Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.

    Mereka menjalin kerjasama dengan tiga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di desa tersebut yang dimulai pada minggu ke-2 yaitu pada hari Senin (9/09/2024) sampai minggu ke-6 Hari Selasa (8/10/2024).

    Program kerjasama ini bertujuan untuk memberikan dukungan tambahan kepada para pengajar TPQ dalam meningkatkan metode pembelajaran dan kualitas pendidikan Al-Qur’an.

    Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN ini adalah pendampingan intensif kepada para santri di TPQ. Melalui berbagai metode, seperti pendekatan interaktif, permainan edukatif, serta pelatihan baca tulis Al-Qur’an berbasis tajwid, diharapkan para santri lebih mudah memahami dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka.

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN MB) Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN) Kelompok 093 Desa Toko juga melakukan upaya lainnya yaitu dengan memberikan mushaf Iqra’ kepada pihak pengurus TPQ dengan tujuan dapat membantu menjai inventaris TPQ karena TPQ yang ada di Desa ini semuanya berada di serambi masjid yaitu masjid Dukuh Lor, Masjid At-Takwa dan Masjid Al-Amin. Jadi tidak ada bangunan khusus. Kegiatan itu berlangsung pada hari Selasa (8/10/2024).

    Koordinator KKN MB Kelompok 093, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan yang difokuskan pada bidang keagamaan dan pendidikan.

    “Kami berharap melalui kerjasama ini, kualitas pendidikan Al-Qur’an di Desa Toko bisa meningkat dan para santri semakin mahir dalam membaca dan menulis Al-Qur’an dengan benar,” tuturnya.

    Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan kepada para ustaz dan ustazah TPQ terkait teknik pengajaran yang lebih efektif dan menarik, serta memberikan bantuan berupa modul dan alat peraga untuk memudahkan proses belajar mengajar.

    Kerjasama ini diharapkan dapat terus berkelanjutan, meskipun masa KKN para mahasiswa akan berakhir. Mahasiswa KKN MB IAIN Kudus Kelompok 093 optimis, melalui sinergi dengan TPQ, pendidikan keagamaan di Desa Toko dapat berkembang dengan lebih baik dan berkelanjutan.

    (Red)

  • Maksimalkan Potensi UMKM, Mahasiswa KKN 137 Kolaborasi Dosen Luncurkan Peta UMKM

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN-MB) 137 IAIN Kudus berkolaborasi dengan dosen Sufiana Noor, M. M., membuat peta UMKM.

    Sufiana Noor, M. M. menyampaikan tujuan dibuatnya peta UMKM tersebut.

    “Tujuan utama dari program pemetaan UMKM di Desa Sukorejo adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di desa ini. Selain itu, pemetaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara UMKM dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, pemerintah desa, dan dinas terkait yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat, ” tambahnya.

    Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBI) IAIN Kudus menyampaikan harapannya terkait peta UMKM tersebut.

    “Harapan kami dengan pemetaan UMKM ini adalah agar semua potensi usaha yang ada di Desa Sukorejo dapat teridentifikasi dan diberdayakan secara optimal. Dengan demikian, kami berharap UMKM di desa ini bisa lebih melakukan inovasi, dan dapat mendorong pertumbuhan UMKM di Desa Sukorejo,” imbuhnya.

    Sementara itu, Risalatul Amalia selaku Mahasiswi KKN 137 IAIN Kudus menyampaikan proses terbentuknya peta UMKM tersebut.

    “Hal pertama yang dilakukan tentunya pendataan UMKM masing-masing dusun. Setelah didapatkan hasilnya, langkah selanjutnya yang dilakukan yakni meminta data peta ke baldes Sukorejo. Langkah terakhir yakni pembuatan petanya dan proses pencetakan, ” tambah Mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah.

    Risa juga menyampaikan pentingnya kerja sama tim dalam proses pembuatan peta UMKM ini.

    “Dalam hal ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama tim yang baik mulai dari pendataan data di lapangan hingga proses pencetakan peta, ” imbuhnya.

    Sriyono, selaku Kepala Desa Sukorejo mengapresiasi peta UMKM yang sudah diliris.

    “Sangat bagus dan berguna untuk Desa Sukorejo, bisa memetakan UMKM yang ada dan mungkin kedepannya bisa memajukannya, ” tambahnya.

    (Ella)

  • KKN 039 IAIN Kudus Sukses Gelar Pengajian Umum di Masjid Nurul Huda Grobogan

    GROBOGAN – Pengajian umum yang digelar di Masjid Nurul Huda Kelurahan Grobogan pada Sabtu malam (5/10/2024) sukses besar dengan jumlah jamaah yang membludak melebihi prediksi panitia.

    Awalnya, panitia memperkirakan sekitar 400 jamaah yang akan hadir, namun kenyataannya lebih dari 500 orang memenuhi halaman masjid, ruang utama, bahkan hingga sepanjang jalan.

    Pengajian umum ini merupakan program unggulan yang diselenggarakan oleh KKN 039 IAIN Kudus, berkolaborasi dengan jamaah Nurul Huda Kelurahan Grobogan.

    Acara ini sekaligus menjadi penutup dari semua program kerja KKN 039 IAIN Kudus di Kelurahan Grobogan.

    Ustadz Bashori, selaku ketua PKM Masjid Nurul Huda, mengungkapkan rasa syukurnya atas animo luar biasa dari masyarakat.

    “Ini adalah rezeki dari Allah SWT. Semoga pengajian ini bisa menjadi sumber ilmu yang bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

    Antusiasme warga terlihat jelas setelah pengumuman tema pengajian yang mengangkat topik “Meneladani Akhlak Mulia dan Meningkatkan Cinta kepada Rosulullah SAW dalam Moderasi Beragama”.

    Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Gus Faiz Aminuddin Shofwan dari Pati dengan gaya yang santai dan sedikit candaan, semakin meningkatkan antusiasme jamaah.

    Acara semakin meriah dengan lantunan Hadroh rebana dari pemuda setempat yang menghibur para jamaah.

    Membludaknya jumlah jamaah menjadi bukti besarnya minat masyarakat terhadap peningkatan keimanan dan pemahaman agama.

    Banyak yang berharap agar pengajian umum semacam ini terus digelar dengan topik-topik yang relevan dan mendalam.

    Pengajian diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian, serta harapan agar umat Islam senantiasa diberi petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    (Red)

  • Membangun Generasi Tangguh: Mahasiswa KKN IAIN Kudus Cegah Bullying di SD 3 Kebonagung

    GROBOGAN – Pada Kamis, 19 September 2024, Kelompok Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN MB) IAIN Kudus, kelompok 131, menggelar sosialisasi tentang bullying di SD 3 Kebonagung, Tegawanu, Grobogan.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai masalah bullying dan dampaknya.

    Mahasiswa KKN MB selaku pemateri pertama Shaefiya Surayya, membuka acara dengan penjelasan mengenai bullying, “perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, maupun sosial, baik di dunia nyata maupun maya,” jelasnya.

    Ia mengungkapkan bahwa bullying dapat menyebabkan korban merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan.

    Dampak bagi korban termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, kesulitan tidur, penurunan prestasi akademik, dan dalam kasus parah, pikiran untuk bunuh diri.

    Sementara itu, pelaku bullying juga berisiko mengalami masalah akademik dan perilaku yang negatif di kemudian hari.

    Pemateri kedua, Putri Khoir Rahma, menyoroti pentingnya kesadaran terhadap cyberbullying, yaitu perundungan yang terjadi di media sosial.

    “Tindakan ini sering kali dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan dapat berdampak serius pada kesehatan mental korban.” terangnya

    Di akhir sesi, keduanya menyampaikan pesan penting untuk selalu berteman dengan baik dan bijak dalam bermedia sosial.

    “Kita tidak tahu hati manusia sebaik apa, dan hal sekecil apapun yang kita lakukan pasti berdampak bagi orang lain,” tegasnya.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya menghindari bullying dan menjalin hubungan sosial yang positif.

    Pengirim: Putri Khoir Rahma

  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Berkolaborasi dengan Masyarakat Desa Selo menjadi Pelopor Acara Maulid dengan pengajian dan Sholawat

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MB dari IAIN Kudus Kelompok 123 kolaborasi dengan masyarakat mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Mushola Al-Ikhlas Dusun Kebondalem RT 04/Rw 04, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo pada Sabtu (28/9/2024).

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala Desa Selo, Kepala Dusun Kebondalem, ketua RT dan Rw 04, Masyarakat Dusun Kebondalem dan sekitarnya, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Kelompok 123, serta turut hadir pula bapak Dr. KH. Nur Said, S. Ag., M. A., M. Ag dan H. Sancaka Dwi Supani, M. Pd., M. M. Par. yang mengisi rangkaian kegiatan Mauidhoh Hasanah.

    Teguh Rahayu selaku koordinator desa kelompok KKN 123 IAIN Kudus, menyampaikan bahwa mengadakan acara ini karena daerah Dusun Kebondalem RT 4 RW 4 Desa Selo sudah lama tidak mengadakan sholawatan dan Maulud nabi, oleh karena kepikiran ingin menjadi pelopor pengadaan mauludan.

    “Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar, semoga dengan kegiatan tersebut masyarakat terhibur dan semoga masyarakat tahun-tahun kedepannya mengadakan lagi acara-acara seperti ini karena tahun-tahun sebelumnya sudah lama tidak ada dan ketika kita mau bilang mau mengadakan alhamdulillah masyarakat juga setuju dan mau bantu.” katanya.

    Sementara itu, Kepala Desa Selo bapak Puji Hartanto berterima kasih kepada mahasiswa KKN dan warga Dusun Kebondalem sudah ikut meramaikan bulan maulid nabi ini, semoga acaranya lancar sampai selesai, dalam acara ini juga mengangkat tema yang bersangkutan dengan Pepali Ki Ageng Selo semoga anak-anak mengetahui peninggalan ajaran dari sesepuh desa.

    “Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Masyarakat Dusun Kebondalem juga terkhusus Mahasiswa KKN bisa mengadakan kegiatan maulid dan meramaikan Dusun Kebondalem ini, Semoga acara ini berjalan dengan lancar sampai selesai, acara ini adalah acara yang bagus karena mengangkat tema yang ada kaitannya dengan Pepali Ki Ageng Selo dengan ini semoga anak-anak mengetahui tentang peninggalan ajaran dari sesepuh desa.”tuturnya

    Mahasiswa KKN berpesan agar dari pihak masyarakat desa Selo khususnya Dusun Kebondalem tahun-tahun kedepannya bisa mengadakan lagi acara pengajian dan sholawatan karena peminat sholawat di daerah Desa Selo ini cukup banyak.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Inovasi Daun Kelor Jadi Permen Jelly untuk Cegah Stunting

    KUDUS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Kudus, kelompok 037, berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu Desa Werdoyo untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting melalui inovasi pengolahan daun kelor menjadi permen jelly.

    Sosialisasi dan pelatihan pembuatan permen jelly ini diadakan di Balai Desa Werdoyo pada Kamis, (26/9/2024).

    Bidan Desa Werdoyo, Nugraheni Indah Kirana, And. Keb., menekankan bahwa stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang dapat terjadi pada anak-anak maupun remaja.

    “Sebagai upaya pencegahannya dalam dunia kesehatan kami mencanangkan konsumsi tablet penambah darah bagi remaja, imunisasi untuk anak-anak yang diadakan setiap satu bulan satu kali, terangnya.

    Nihaya, salah satu mahasiswa KKN, menambahkan bahwa data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan target penurunan angka stunting di tahun 2024 sebesar 14% dari tahun sebelumnya.

    “Maka penting, bersinergi dari berbagai pihak untuk mencapai target tersebut,” katanya.

    Sementara itu, mahasiswa KKN, Wafik, memaparkan manfaat daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya akan nutrisi, vitamin, mineral, dan antioksidan.

    Ia menjelaskan bahwa kandungan nutrisi yang tinggi dalam daun kelor dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak, khususnya dalam pencegahan stunting.

    “Karena kurangnya pemanfaatan daun kelor oleh masyarakat Desa Werdoyo, tim KKN-MB 037 IAIN Kudus berinovasi membuat permen jelly dari daun kelor,” ujarnya.

    Proses pembuatan permen jelly melibatkan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim KKN mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.

    Tahap pelaksanaan meliputi pengajaran cara membuat permen jelly dari bubuk daun kelor.

    Terakhir, tim KKN mengevaluasi hasil kegiatan dan mendistribusikan permen jelly kepada ibu-ibu PKK.

    Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat permen jelly, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN MB 093 Ajarkan Seni Ecoprint kepada Siswa SD di Grobogan

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MB 093 Desa Toko, Penawangan, Grobogan, sukses menggelar kegiatan pembuatan seni Ecoprint bertajuk “Dari Alam ke Tekstil” pada Sabtu, 21 September 2024. Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi SD Negeri 1 Toko sebagai peserta.

    Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai pewarna alami, mengurangi konsumsi pewarna kimia yang berbahaya bagi lingkungan, dan meminimalisir limbah pewarna tekstil.

    Para siswa diajarkan untuk mengolah bahan alam menjadi pewarna alami dan menciptakan karya seni Ecoprint pada tas Canvas.

    Dengan mengasah kreativitas melalui Ecoprint, diharapkan siswa dapat menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dan membuka peluang usaha UMKM.

    Kegiatan ini selaras dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan pentingnya pengembangan kreativitas sejak dini.

    (Red)

Exit mobile version