Tag: Kemenag

  • Kemenag Dorong Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia Manfaatkan Layanan Beasiswa dan Riset Kolaboratif    

    Kemenag Dorong Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia Manfaatkan Layanan Beasiswa dan Riset Kolaboratif   

    Tangerang Selatan—Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat Jenderal mendorong agar para civitas akademika Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia memanfaatkan Layanan Beasiswa dan Riset Kolaboratif.

    “Layanan beasiswa menjadi piranti penting untuk meningkatkan kualitas dosen, tenaga kependidikan sekaligus para kader yang notabenenya mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam serta alumninya”, kata Kepala PUSPENMA saat menjadi Keynote Spaker, “Pengembangan SDM MPI Melalui Layanan Beasiswa dan MoRA The Air Funds”, pada Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia, Kamis (19/11/2025) di Tangerang Selatan.

    Kementerian Agama bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melayani beasiswa S1, S2 dan S3 di Dalam dan Luar Negeri. “Para lulusan MA/SMA/SMK/Diniyyah Ulya dapat dijaring masuk Prodi MPI untuk studi dengan beasiswa full scholarship, sebagai wahana kaderisasi para cendekiawan bidang manajemen Pendidikan Islam”, kata Ruchman.

    Dihadapan kurang lebih 100 peserta Temu Tahunan Alumni IAIN Walisongo juga menerangkan bahwa Prodi MPI yang sudah akreditasi Unggul/A maka bisa menjadi destinasi bagi Awardee yang memilih MPI.

    Sebagaimana diketahui sejak tahun 2022 sampai 2025 PUSPENMA Kemenag telah menyalurkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kepada kurang lebih 7.800 Awardee yang tersebar di sejumlah negara dan PT Terbaik di Dalam Negeri, beberapa diantaranya juga yang mengmabil program S1, S2 dan S3 Manajemen Pendidikan Islam.

    PPMPI, menggelar Temu Tahunan sebagai forum untuk merumuskan arah, kebijakan dan program-program perkumpulan. Pada Temu Tahunan PPMPI untuk kali ke 12 ini, dijadikan sebagai ajang suksesi kepemimpinan PPMPI periode ke-3. Tiga periode kepengurusan sebelumnya, Periode Pertama 2017 – 2021, suksesi di gelar di Banda Aceh, Periode Kedua 2021 -2025 di Surabaya, dan Periode Ketiga tahun 2025 – 2029 di gelar di Jakarta.

    Hal lain yang dikatakan Ruchman adalah perlunya para dosen MPI se-Indonesia memanfaatkan dana penelitian kolaboratif, MoRA The Air Funds untuk melakukan riset-riset yang bermutu termasuk riset kebijakan mengenai mpengembangan keilmuan MPI dan kebijakan terkait.

    Dihadapan para peserta temu tahunan yang juga para Guru Besar, Kaprodi, Sekprodi, dan Dosen MPI se-Indonesia Ruchman Basori meminta agar Perkumpulan MPI menjadi katalisator antara Kemenag dengan para Dosen MPI se-Indnesia dalam memanfaatkan MoRA The Air Funds dan Beasiswa BIB.

    Saat ini Kemenag menerima amanah dari LPDP untuk mengelola anggaran riset MoRA The Air Funds tiap tahun dalam tiga tahun terakhir (2024-2026) ini, masing-masing 50 milyard. “Dosen MPI harus berada di garda terdepan melakukan riset yang berdampak bagi pembangunan Indonesia”, kata Mantan Aktivis Mahasiswa 1998 ini.

    UIN Syarif Hidayatullah Jakarta didapuk sebagai tuan rumah Temu Nasional PPMPI ke 12. Dekan FITK UIN Jakarta Prof. Dr. Siti Nurul Azkiya, M.Pd menyambut baik gelaran tahunan ini dan akan mensupport pengembangan prodi MPI.

    “UIN Jakarta bangga mendapat kehormatan menjadi tuan rumah temu tahunan PPMPI, semoga menghasilkan pemikiran-pemikiran produktif dan strtegis untuk pengembangan MPI di masa depan”, kata Azky.

    Sementara Ketua Umum PPMPI Dr. Sri Rahmi, M.A mengatakan MPI secara nasional semakin lama semakin eksis, menjadi tempat terbaik bagi para dosen MPI untuk berkumpul dan berkolaborasi. “Kita harus optimis, beberapa anggota Perkumpulan sudah banyaj kiprahnya di sektor public dan menjadi pejabat-pejabat di kampus, bahkan ada yang menjadi Rektor UIN”, kata Sri Rahmi.

    Sampai berita ini diturunkan, Dr. Sri Rahmi, M.A juga terpilih kembali sebagai Ketua Umum PPMPI Periode 2025-2029, Dr. Zainal Arifin, M.Si sebagai Sekretaris Jenderal dan Dr. Febi Ismail, M.Pd sebagai Bendahara Umum.(Humas Puspenma/Ulfah)

  • Dua PTKI di Metro Lampung Antusias Sambut Program Riset Kolaboratif MoRA The Air Funds   

    Dua PTKI di Metro Lampung Antusias Sambut Program Riset Kolaboratif MoRA The Air Funds  

    Metro, Para dosen pada dua kampus Peruruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu UIN Jurai Siwo Lampung (JUSILA) dan Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) antusias ingin mendapatkan dana riset kolaboratif MoRA The Air Funds Tahun 2025.

    Hal itu mengemuka pada acara Sosialisasi Program Riset Kolaboratif MoRA The Air Funds yang diselenggarakan di dua kampus tersebut pada, Sabtu (18/10/25).

    “Mereka para dosen ingin ikut ambil bagian riset MoRA The Air Funds dengan anggaran dari mulai 500 juta hingga 2 milyard”, terang Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama Ruchman Basori.

    Sebagaimana diketahui Kementerian Agama melalui PUSPENMA bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selama 3 tahun berturut-turut (2024-2026) mendapatkan anggaran per tahun 50 milyard.

    Ruchman mengajak kepada para dosen untuk berjihad intelektual melakukan penelitian dengan empat pilihan, yaitu bidang sains dan teknologi dengan maksimal pendanaan 2 milyard, social humaniora, ekonomi dan lingkungan, dan kebijakan agama dan pendidikan dengan masing-masing pendanaan 500 juta.

    “Riset harus menjadi tradisi para dosen, karena bukan semata-mata kepentingan individu para dosen tetapi juga kepentingan pengembangan PT dan Kementerian Agama”, tegas Aktivis Mahasiswa 1998 ini.

    Program riset bergengsi untuk para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) ini telah diumumkan pada tanggal 13 oktober 2025 dan mulai submit proposal pada 23 oktober sampai dengan 7 November 2025 melalui aplikasi: eRISPRO – LPDP

    Rektor UMALA Agus Setiawan mengatakan setidaknya kami akan siapkan 3 kelompok periset, untuk memulai Langkah awal ini dan semoga ada yang lolos mendapatkan pendanaan agar para dosen semangat untuk melakukan penelitian.

    “Kami UMALA sudah sekian lama mendapatkan dampak program-program Kemenag salah satunya adalah program beasiswa 5000 Doktor dan sekarang Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)”, kata Agus.

    Sementara itu, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Ida Umami mengajak para dosen UIN untuk tidak Lelah melakukan riset termasuk yang didanai dengan anggaran kolaborasi Kemenag-LPDP. “Saya berharap kita saling berkolaborasi baik sumber daya manusia maupun antar disiplin ilmu sebagaimana karakter pendanaan riset MoRA The Air Funds ini”, kata Ida Umami.

    Alumni UIN SATU Tulungagung ini menegaskan program MoRA The Air Funds Adalah program yang strategis menjadi wasilah bagi para dosen untuk mendapatkan pendanaan yang besar. “Melalui sosialisasi MoRA The Air Funds kita tunjukan bahwa UIN JUSILA terdepan dalam melakukan penguatan riset lintas sektor dan lintas keilmuan”, katanya.(Maria Ulfah).

  • Pendaftar Bantuan Penyelesaian Pendidikan S3 Kemenag Tembus di Atas 2.000 orang   

    Pendaftar Bantuan Penyelesaian Pendidikan S3 Kemenag Tembus di Atas 2.000 orang  

    Jakarta, Jumlah pendaftar Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S3 Dalam Negeri Tahun 2025 Kementerian Agama mencapai 2.100 orang. Pendaftaran dimulai pada tanggal 5 hingga 15 Oktober 2025.

    Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kemenag RI Ruchman Basori mengatakan, banyaknya jumlah pendaftar menandakan bahwa program BPP S3 Dalam Negeri masih sangat penting diselenggarakan.

    Animo yang sangat besar itu lanjut Alumni IAIN Walisongo ini menunjukan bahwa sosialisasi program dan kegiatan Puspenma Kemenag sudah bagus, menyeluruh dan sistemik. “Kami bangga bahwa Masyarakat sebagai user telah memahamai pelbagai layanan bantuan dan beasiswa yang ada pada Kemenag, termasuk BPP S3 Dalam Negeri”, kata Ruchman.

    Ruchman menerangkan BPP membantu para Dosen, Guru, Ustadz, Kyai, Tendik, alumni PTK untuk membiayai penyelesaian Pendidikan program strata tiga (S3) yang bisa digunakan untuk SPP, biaya penulisan desertasi, biaya pengadaan literatur, biaya penerbitan jurnal bereputasi sebagai syarat kelulusan dan biaya operasional penyelesaian Pendidikan lainnya.

    Verifikasi dan validasi berkas dilaksanakan pada tanggal 16-17 Oktober 2025 untuk selanjutnya ditetapkan 100 orang penerima BPP tersebut. “Puspenma sedang berkomunikasi dengan LPDP semoga dapat memberikan tambahan anggaran dari optimalisasi program beasiswa pada tahun 2025”, kata Aktivis 1998 ini.

    Ditanya apa tagihan kepada penerima BPP S3? Ruchman menjawab tagihannya dengan bantuan tersebut disertasi yang ditulis bisa selesai. “Bantuan sebanyak 30 juta rupiah diharapkan menjadi stimulant agar mereka semangat menyelesaiakan studi dan menjadi doctor”, terang Ruchman.

    BPP S3 Dalam Negeri Adalah satu diantara program Puspenma. Program lainnya adalah Beasiswa Indonesia Bangkit S1, S2 dan S3 Dalam Negeri dan S2 dan S3 Luar Negeri, Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan, KIP Kuliah pada Pendidikan Tinggi Keagamaan, Bantuan Program Riset Kolaboratif MoRA The Air Fund, Program Non Gelar seperti LAPP, Pelatihan Moderasi Beragama, Pelatihan Multimedia Pesantren dan investaasi pendidikan lainnya.

    Kegiatan Verifikasi dan Validasi BPP S3 Dalam Negeri diikuti oleh 30 verifikator. Hadir Ketua Tim Kerja Beasiswa Gelar Dr. Siti Maria Ulfah, S.Ag., M.Si, Ketua Tim Kerja PIP Sendi Tria Santoso, dan Ketua Tim Kerja Investasi Pendidikan, Kerjasama dan Riset Hendro Dwi Antoro juga para Kasubtim dan pegawai Puspenma lainnya.

    Pada tahun 2025 Puspenma Kemenag menerima Awardee sejumlah 1.029 orang, 79 diantara memilih S2 dan S3 ke Luar Negeri. Semoga akan semakin banyak lagi putra-puteri Kemenag terbaik untuk mendapatkan layanan beasiswa dan bantuan Pendidikan.(Maria Ulfah).

  • Sekjen Kemenag Buka Program LAPP Untuk Para Calon Awardee ke Luar Negeri

    Sekjen Kemenag Buka Program LAPP Untuk Para Calon Awardee ke Luar Negeri

    Jakarta—Kementerian Agama RI melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal, menyelenggarakan Language and Academic Preparation Program (LAPP). Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin pada Senin (13/10/2025).

    LAPP merupakan kegiatan yang penting untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing (Inggris dan Arab) dan kemampuan akademik, para calon Awarde Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2025, baik S2 dan S3 ke Luar Negeri.

    Dalam pengarahannya, Kamaruddin Amin berharap agar para peserta serius dan menggunakan kesempatan pelatihan ini, untuk meningkatkan kemampuan standart Bahasa Inggris sehingga memudahkan mendapatkan LoA ke kampus tujuan di Luar Negeri.

    “Saya mengapresiasi kemampuan anak-anak sekarang dalam capaian Bahasa Inggris, karena didukung oleh infra struktur yang memadahi”, kata Kamaruddin melalui layar zoom.

    Tidak lupa Kamaruddin mengharapkan kepada para Rektor UIN, IAIN dan STAIN untuk mensosialisasikan program-program beasiswa, KIP Kuliah, PIP, dan juga MoRA The Air Fund kepada masyarakat.

    Dihadapan lima Rektor Perguruan Tinggi Penyelenggara LAPP, Kamaruddin mengatakan kita mempunyai anggaran yang relative besar untuk memberikan kesempatan para civitas akademika studi pada PT terbaik dalam dan luar negeri.

    LAPP Tahun 2025 berjumlah 75 peserta. Nantinya akan mengikuti program selama dua bulan penuh pada 5 Pusat Bahasa UIN, yaitu UIN Alauddin Makasar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang.

    Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kemenag Ruchman Basori mengatakan total calon awardee BIB 2025 yang diterima program S2 dan S3 Luar Negeri berjumlah 79 orang, 14 diantaranya sudah memiliki LoA. Dari sejumlah itu 75 orang dikuatkan kemampuan Bahasa dan akademiknya dalam pelatihan LAPP.

    Sebagaimana diketahui tahun anggaran 2025 Kemenag berkolaborasi dengan LPDP menerima 1.029 calon awardee S1, S2 dan S3 Dalam dan Luar Negeri. 79 orang diantaranya akan studi ke Luar Negeri dan mulai applay pada Januari 2026 mendatang.

    “LAPP adalah satu diantara kegiatan BIB Non Degree, disamping kegiatan Pelatihan Moderasi Beragama dan Pelatihan Kapasitas Multimedia untuk kalangan pesantren”, terang Ruchman Basori.

    Sementara itu Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saifuddin Jahar memberikan apresiasi kepada Kemenag yang berinisiasi menyelenggarakan LAPP sebuah kegiatan yang sangat penting bagi calon awardee.

    “Anda semua adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan kesempatan pelatoihan ini, dengan metode dan peralatan yang sudah sangat bagus jika dibandingkan dengan kami-kami ketika mempersiapkan belajar ke Luar Negeri”, kata Asep.

    Asep menegaskan anda harus lebih baik dari pada kami, karena kepada siapa lagi, kami ini berharap akan kemajuan Perguruan Tinggi Keagamaan.

    Hadir dalam acara pembukaan LAPP di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Wakil Rektor IV Dien Wahid, sejumlah Dekan, Ketua Pusat Bahasa UIN Jakarta Kustiwan, Tim Akademik BIB Didin N. Hidayat, Ketua Tim Kerja Bidang Beasiswa Degree Siti Maria Ulfah, Bidang Program Indonesia Pintar pada Pendidikan Dasar dan Menengah Tria Sendi Santoso, Katim Beasiswa Afirmasi dan PBSB Amiruddin Kuba dan Katim Investasi Pendidikan, Kerjasama dan Riset Hendro Dwi Santoso, para Kasubtim Puspenma serta sejumlah pengajar.

    Sementara lima Rektor dan para Ketua Pusat Bahasa UIN Alauddin Makasar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir secara langsung di kampusnya masing-masing.(Maria Ulfah)

  • MAN IC Pekalongan Gondol Medali Emas Ekonomi, Dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional 2025   

    MAN IC Pekalongan Gondol Medali Emas Ekonomi, Dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional 2025  

    Malang, Delegasi MAN Insan Cendekia Pekalongan (ICP) raih medali emas bidang ekonomi, pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2025.

    Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Puspresnas. Berlangsung pada 6–12 Oktober 2025 dan diikuti oleh Finalis pelajar terbaik dari seluruh Indonesia.

    MAN Insan Cendekia Pekalongan pada tahun 2025 ini mengirimkan 9 Peserta Didik, ke babak final. Hasil membanggakan kembali diraih, dengan torehan 7 medali, terdiri atas 1 emas, 1 perak, 3 perunggu, dan 2 honorable mention.

    Penganugerahan medali diberikan pada acara Penutupan dan Penganugerahan OSN Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat) Tahun 2025, yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang, pada Sabtu, (11 /10/2025) pukul 19.00 WIB.

    Dalam kesempatan tersebut diumumkan para peraih medali dari berbagai bidang sains.

    Prestasi Tingkat Nasional – OSN 2025 untuk MAN Insan Cendekia Pekalongan adalah: 🥇 Gold Medal – Bidang Ekonomi atas nama Amelia Azarine/XII F; 🥈 Silver Medal – Bidang Geografi atas nama Said Taftazani /XII F; 🥉 Bronze Medal – Bidang Matematika atas nama Kenneth Winata Agusta /XI C; 🥉 Bronze Medal – Bidang Geografi, atas nama Grawira Achmad Suranatadyaksa /XII A; 🥉 Bronze Medal – Bidang Kebumian atas nama Mayla Ziyanun Nasikha /XII B; 🎖️ Honorable Mention – Bidang Informatika atas nama Ahmad Ibrahim /XII E; dan 🎖️ Honorable Mention – Bidang Ekonomi atas nama Ivan Ardian Maulana Wijaya /XII E.

    Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan, Khoirul Anam, memberikan apresiasi kepada anak didiknya yang membanggakan: “Selamat untuk anak-anak hebat, kalian pantas mendapat prestasi ini, setelah berjuang mulai dari tingkat kota hingga babak final”, katanya.

    Anam menegaskan prestasi membanggakan ini menjadi bukti kerja keras, doa, dan dukungan semua pihak. Kami bangga dan senantiasa berdoa semoga berkah dan bermanfaat ilmunya.

    Sementara itu, peraih medali emas Amelia Azarine turut mengungkapkan rasa syukur dan harunya. “Alhamdulillah, aku bersyukur mendapatkan medali emas ini. Terima kasih kepada kedua orang tua, Bapak/Ibu Guru, teman-teman, serta seluruh Keluarga Besar MAN ICP atas dukungan dan doanya.”

    Hal yang sama diungkapkan Soleha Septianingsih, selaku Pembimbing OSN MAN ICP menyampaikan rasa harunya: “Alhamdulillah, bersyukur ananda Amelia Azarine mendapatkan medali Emas OSN Tingkat Nasional. Semua berkat ketekunan, kerja keras dan doa dari banyak orang terkasih”, katanya.

    Keberhasilan ini melengkapi torehan prestasi MAN Insan Cendekia Pekalongan di tingkat nasional, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik madrasah untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Kementerian Agama RI.(Chosim)

  • Kemenag di UIN Malang: Ayo Buruan Sabet Dana Riset MoRA The Air Fund 2 Milyard

    Kemenag di UIN Malang: Ayo Buruan Sabet Dana Riset MoRA The Air Fund 2 Milyard

    Malang, Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama mengajak para dosen untuk memanfaatkan program Riset Indonesia Bangkit atau dikenal MoRA The Air Fund.

    Tidak tanggung-tanggung nilai anggaran yang dialokasikan 2 milyard, untuk bidang sains dan teknologi; Sementara untuk bidang sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, dan bidang kebijakan agama dan keagamaan masing-masing maksimal senilai Rp500 juta.

    Kepala Puspenma Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori mengajak para dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk ambil bagian riset bergengsi ini. “Ayo para dosen manfaatkanlah program MoRA The Air Fund untuk melakukan riset-riset yang berdampak pada pembangunan bangsa”, pada kegiatan Sosialisasi Program MoRA The Air Fund 2025 di UIN Malang, pada Kamis (9/10/2025).

    Sejak 2024, LPDP memberikan amanah Rp50 miliar per tahun kepada Kemenag sebagai anggaran bantuan riset. Anggaran ini untuk dimanfaatkan para dosen yang diberi nama Riset Indonesia Bangkit MoRA The Air Fund. Anggaran yang sama juga telah dialokasikan untuk 2026.

    Riset dengan anggaran maksimal 2 milyard, lanjut Ruchman diperuntukan pada bidang sains dan teknologi. Tema-tema bidang sainstek diantaranya, hilirisasi sains dalam bidang pengembangan teknologi, kedokteran dan kesehatan; pertanian dan ketahanan pangan; kemaritiman; transportasi; keragaman hayati; kebencanaan; pertahanan dan keamanan; dan jaringan, data dan keamanan informasi;

    Hal lain yang dapat dipilih oleh para Periset Dosen PTK dan Ma’had Aly adalah saintifikasi jamu dan herbal, teknologi produksi pigmen alami, etnomedisin (daun, akar, umbi, batang, buah), pengembangan teknologi biosimilar, biosintesis, dan biorefinery untuk produksi bahan obat; penguatan agroindustri berbahan baku sumber daya lokal; pemanfaatan kearifan lokal dalam proses pemuliaan bibit tanaman, ternak dan ikan; dan pengembangan teknologi big data

    Alumni IAIN Walisongo ini memaparkan persyaratan periset program MoRA The Air Fund, yaitu: (1). Warga Negara Indonesia (WNI); (2). Berasal dari PTK atau Fakultas Agama Islam pada PTU dibawah binaan Kementerian Agama; (3). Memiliki rekam jejak akademik baik; (4). Memiliki kualifikasi akademik Doktor (S3) dengan jenjang kepangkatan paling rendah Lektor; (5). Memiliki Sinta Score Overall minimal 100 (seratus); (6). Diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri, yang masuk peringkat 500 dunia berdasarkan QS World University Rankings; (7). Periset Utama PTK atau FAI pada PTU maupun anggota hanya boleh mengusulkan satu proposal riset.

    Program MoRA The Air Fund Adalah satu diantara program yang ditangani Puspenma. Selain itu Adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Program Indonesia Pintar pada Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan, KIP Kuliah dan pelbagai investasi Pendidikan lainnya.

    Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ilfi Nurdiana berharap kegiatan sosialisasi ini mampu mendorong para dosen untuk gemar melakukan penelitian dan terbiasa dengan anggaran yang besar.

    “UIN Malang setidaknya dapat mengambil peran pada 12 kelompok penelitian agar optimal memanfaatkan anggaran MoRA The Air Fund, naik 4 kali lipat dari tahun 2024 yang hanya 3 judul penelitian yang lolos” kata Ilfi.

    Pendaftaran bantuan riset kolaboratif LPDP-Kemenag, MoRA The Air Fund, akan dibuka mulai tanggal 13 Oktober 2025 dan mulai pendaftaran melalui aplikasi, tanggal 23 Oktober 2025.

    Selain Kepala Puspenma hadir memberikan materi Tim Kerja Kerjasama Kelembagaan, Riset dan Investasi Pendidikan Hendro Dwi Antoro. Menyampaikan hal-hal teknis pendaftaran terutama melalui website: eRISPRO Kementerian Keuangan. Hadir dalam acara sosialisasi, Ketua Senat UIN Malang Mufidah, Direktur Pascasarjana Agus Maemun, para Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Pusat dan segenap dosen. (Maria Ulfah)