Tag: Jepara

  • Perisai Demokrasi Bangsa Jepara Siap Awasi Pilkada 2024: Audiensi dengan Bawaslu

    Perisai Demokrasi Bangsa Jepara Siap Awasi Pilkada 2024: Audiensi dengan Bawaslu

    JEPARA – Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Kabupaten Jepara, dengan sembilan anggotanya, melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jepara pada Senin, 25 November 2024.

    Audiensi ini merupakan langkah persiapan untuk pemantauan Pilkada Jepara 2024. Ketua Bawaslu Jepara, Sujiantoko, S.H., MM., menyambut baik kedatangan mereka.

    Ketua PDB Kabupaten Jepara, Hamam Nasirudin, menjelaskan rencana strategi pemantauan yang telah disusun.

    “Sebelumnya kami sudah mendapatkan Bimtek dari Perisai Demokrasi Bangsa Pusat terkait teknis pemantauan dan pelaporan, namun kami masih membutuhkan informasi dan arahan terkait strategi pemantauan mengingat Bawaslu Jepara memiliki pengalaman yang signifikan,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya arahan dari Bawaslu untuk menyempurnakan strategi mereka.

    Hamam juga menyampaikan secara detail tujuan dan sasaran pemantauan PDB, berharap diskusi ini dapat mengantisipasi potensi kekurangan dan celah selama proses pengawasan.

    Sujiantoko menyampaikan apresiasinya atas peran PDB.

    “Saya apresiasi kepada Perisai Demokrasi Bangsa sebagai pemantau pemilu satu-satunya di Pilkada Jepara ini, mengingat partisipasi publik dalam pemantauan tahun ini berkurang,” katanya.

    Namun, beliau juga mengingatkan akan beratnya tugas pemantauan.

    “Tugas pemantau ini berat bukan karena fisik, tapi lebih kepada menjaga independensi, integritas dan kemandirian finansial. Menjalankan kerja pemantauan dan membuat laporan membutuhkan taktik dalam menyikapi tuntutan yang ada,” tambah Sujiantoko.

    PDB Jepara memiliki rencana untuk menyebarkan anggotanya ke sembilan kecamatan.

    “Kami memiliki anggota yang tersebar di 9 kecamatan dan nantinya akan memantau di beberapa TPS di masing-masing kecamatan mengingat terbatasnya sumber daya yang dimiliki,” jelas Hamam.

    Terbatasnya sumber daya ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

    Sebagai arahan akhir, Sujiantoko menyarankan fokus pada pengawasan saat pencoblosan.

    “Untuk pemantauan, alangkah baiknya fokus pada saat pencoblosan dan memperhatikan kebenaran prosedur dan adanya pelanggaran. Jika ditemukan ketidaksesuaian, bisa dilaporkan atau dicatat sebagai bahan laporan,” pesannya.

    Beliau juga membuka peluang kerjasama pasca Pilkada.

    “Untuk rencana tindak lanjut pasca Pilkada, Bawaslu terbuka untuk diskusi dan membutuhkan partner untuk pengembangan demokrasi, seperti memberikan pendidikan politik dan evaluasi. Namun, untuk saat ini, fokus dulu pada pemantauan,” tutup Sujiantoko.

    Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas demokrasi di Jepara.

    (red)

  • Perisai Demokrasi Bangsa Koordinasi dengan Bawaslu Jepara untuk Awasi Pilkada

    JEPARA – Setelah resmi terakreditasi sebagai pemantau Pilkada Kabupaten Jepara oleh KPU, Perisai Demokrasi Bangsa langsung berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Jepara.

    Koordinasi yang dilakukan pada pukul 15.00 WIB ini membahas teknis pemantauan Pilkada, termasuk upaya menanggulangi ujaran kebencian di media sosial.

    Ketua Perisai Demokrasi Bangsa, Hamam Nasirudin, menjelaskan bahwa sebelum terakreditasi, pihaknya telah melakukan pemantauan awal di media sosial, fokus pada postingan-postingan yang mengandung ujaran kebencian dan memetakan strategi pemantauan selama pilkada.

    “kami masih membutuhkan banyak sekali arahan dan akses untuk memaksimalkan kerja-kerja kami sebagai pemantau sehingga hasil akhir nantinya menambah kondusifitas Pilkada Jepara,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Bawaslu Jepara, Sujiantoko, memberikan arahan terkait pemantauan Pilkada. Ia mencatat peningkatan signifikan postingan bernada ujaran kebencian setelah debat kedua pasangan calon bupati.

    “Sesaat dan setelah debat kedua Paslon Bupati Jepara memang diketahui intensitas postingan-postingan yang berkonotasi ujaran kebencian naik secara signifikan dan sudah ada beberapa laporan yang masuk di kami yang sedang kami proses,” ujar Sujiantoko.

    Sujiantoko menjelaskan bahwa pemantauan meliputi aktivitas media sosial yang berafiliasi resmi dengan paslon dan aktivitas terkait Pilkada Jepara.

    Laporan terkait hoax, hate speech, dan fitnah dapat diajukan ke Bawaslu, namun prosesnya terhambat oleh banyaknya akun anonim. Bawaslu hanya dapat memproses laporan yang memenuhi unsur, termasuk identitas pelapor.

    Untuk mengatasi masalah akun anonim, Bawaslu telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kominfo Jepara.

    “kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kominfo Jepara mengenai hal ini dan untuk eksekusinya terkait akun-akun anonym itu yang terindikasi ujaran kebencian bisa di laporkan ke Kominfo untuk di proses dan dilakukan pemblokiran,” ungkap dia.

    Menanggapi arahan tersebut, Hamam Nasirudin mengajukan audiensi kepada Bawaslu Jepara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut terkait pemantauan pra, saat, dan pasca pencoblosan.

    “Melihat situasi pilkada kami merasa membutuhkan arahan dari Bawaslu Jepara untuk menjadi bahan persiapan kami untuk melakukan pemantauan terutama pra pencoblosan, pencoblosan dan paska pencoblosan,” ujar Hamam.

    (Red)

  • Perisai Demokrasi Bangsa, Satu-satunya Lembaga Pemantau Pilkada Jepara, Terima Akreditasi dan ID Card

    JEPARA – Perisai Demokrasi Bangsa Kabupaten Jepara resmi menjadi pemantau Pilkada Kabupaten Jepara setelah menerima akta akreditasi dan ID card pemantau dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara.

    Penyerahan dilakukan di kantor KPU dan dilanjutkan dengan foto bersama Ketua KPU, staf, dan salah satu komisioner. Proses pendaftaran telah berlangsung sejak September lalu.

    Ketua Perisai Demokrasi Bangsa Jepara, Hamam Nasirudin, menyampaikan temuan mereka, terutama terkait maraknya ujaran kebencian di media sosial selama masa pilkada.

    “kami sebelumnya menemukan banyak sekali postingan-postingan bernada ujaran kebencian di sosial media dan kami sudah mendata beberapa untuk menjadi bahan diskusi terutama dengan KPU Kabupaten Jepara mengenai Langkah yang bisa diambil,” ujarnya saat berdialog dengan ketua KPU Kabupaten Jepara.

    Ketua KPU Kabupaten Jepara, Ris Andi Kusuma, mengakui peningkatan trafik ujaran kebencian di media sosial, khususnya setelah debat kedua pasangan calon.

    “Kami memang menyadari banyak sekali postingan-postingan bernada ujaran kebencian itu banyak muncul terutama setelah debat kedua Paslon dan memang untuk penindakan seperti merupakan ranahnya Bawaslu sehingga kami berkoordinasi dan menyarankan teman-teman pemantau untuk juga berkooridinasi dengan Bawaslu terkait hal itu” jelasnya.

    Perisai Demokrasi Bangsa Jepara menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga seperti Bawaslu, KPU, Kepolisian, dan lainnya dalam proses pemantauan pilkada untuk memastikan efektivitas pengawasan.

    Perisai Demokrasi Bangsa tercatat sebagai satu-satunya lembaga pemantau yang terdaftar di KPU Kabupaten Jepara.

    (Red)

  • Mahasiswa Politeknik Balekambang Berikan Pelatihan Desain Grafis di MA Sabilul Ulum

    JEPARA – Politeknik Balekambang Jepara menyelenggarakan pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

    Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan desain grafis yang semakin penting di berbagai bidang kehidupan, terutama di era digital saat ini.

    Pelatihan Canva di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara dilaksanakan dalam dua sesi pertemuan, yaitu pada Rabu, 13 November 2024, dan Sabtu, 16 November 2024.

    Sebanyak 21 siswa dari kelas X, XI, dan XII mengikuti pelatihan ini. Panitia penyelenggara terdiri dari mahasiswa Politeknik Balekambang Jepara dari angkatan tahun 2022 Kelas B program studi rekayasa perangkat lunak, dibimbing oleh dosen Politeknik Balekambang Jepara Indra Kurniawan M.Kom., Ahmad Mubais M.Pd., dan Ahmad Afendy Susanto M.M.

    Muhammad Muslim M.Pd., Asisten Kepala Sekolah MA Sabilul Ulum Mayong, menyambut baik pelatihan ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Politeknik Balekambang.

    “Terimakasih kepada penyelenggara pelatihan dari Politeknik Balekambang, semoga nanti dengan adanya pelatihan, siswa dapat mendapatkan ilmu yang berguna untuk kedepannya,” ujar dia Rabu (13/11/2024)

    Muhammad Muslim juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang tidak pasti.

    “Karena tidak tahu dimasa depan itu apa yang baik bagi kita, bisa jadi desain bisa jadi yg lain, maka dari itu kita perlu mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi masa depan,” sambungnya.

    Indra Kurniawan, perwakilan dosen pembimbing pelatihan, menjelaskan tentang kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Canva dalam desain.

    “Aplikasi Canva ini berbasis digital karena mempermudah dalam desain, yang dulunya untuk mengedit foto memakai Potoshop dan Corel sekarang hanya pakai Canva yang telah disediakan template dan aset yang banyak, tinggal tempel-tempel tidak serumit dahulu,” jelasnya.

    Zakaria Ahmada, ketua panitia pelaksana, menyampaikan tujuan dari pelatihan ini.

    “Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, dengan keterampilan desain yang diperoleh, kami berharap peserta dapat mengaplikasikannya baik dalam tugas sekolah, kegiatan organisasi, ataupun dalam dunia kerja nantinya,” katanya.

    Siswa MA Sabilul Ulum Mayong menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pelatihan desain grafis. Mereka bersemangat dalam pembuatan desain poster hari pahlawan di hari pertama pelatihan yang dipimpin oleh Tegar Rafly Al Fajar.

    Semangat mereka semakin terpacu dengan adanya perlombaan desain poster dengan tema “Promosi Sekolah MA Sabilul Ulum Mayong” yang diadakan oleh panitia.

    Pada hari kedua pelatihan, panitia mengisi kegiatan dengan materi pembuatan power point dengan tema portofolio yang dipimpin oleh Trafel Selfi.

    Tema portofolio dipilih karena penting untuk mengenalkan siswa terhadap keterampilan yang perlu dikembangkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

    Hasil dari pelatihan ini adalah dua karya dari para siswa, yaitu poster hari pahlawan dan power point portofolio.

    Afendy Susanto, perwakilan dosen pembimbing, berharap hasil karya ini dapat dikembangkan sesuai dengan minat dan bakat siswa.

    “Dengan terlaksananya kegiatan ini semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi siswa-siswa untuk dikembangkan,” ungkapnya, Sabtu (16/11/2024).

    Afendy menyampaikan ucapan terima kasih kepada MA Sabilul Ulum Mayong yang telah bersedia menjadi tempat pelatihan.

    “Politeknik Balekambang mengucapkan termakasih kepada MA Sabilul Ulum telah bersedia menjadi tempat pelatihan ini,” imbuhnya.

    Arif, perwakilan guru MA Sabilul Ulum Mayong, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Politeknik Balekambang Jepara atas pelatihan yang diberikan.

    “Terimakasih kepada teman-teman Politeknik Balekambang yang telah memberikan pelatihan Desain grafis kepada siswa-siswa kami, yang telah membagi ilmu kaitannya desain grafis yaitu menggunakan Canva,” katanya.

    Arif berharap ilmu yang diberikan kepada siswa dapat bermanfaat untuk dikembangkan lagi.

    “Terimakasih kepada teman-teman dari Polibang yang telah berkenan memberikan pelatiha desain grafis, Semoga ilmu yang diberikan kepada siswa kami dapat bermanfaat untuk dikembangkan lagi,” pungkasnya.

    (Red)

  • Aliansi Buruh Jepara Solid Dukung Prabowo-Gibran Menang dalam Satu Putaran

    Tuturmedia.com, Jepara – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh di Kabupaten Jepara dengan tegas memberikan dukungan mereka kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

    Dalam deklarasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Ora Ngiro, Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, ribuan buruh tersebut juga menyatakan tekad mereka untuk memenangkan Prabowo – Gibran dalam satu putaran saja.

    Lebih lanjut, mereka juga menegaskan komitmen mereka untuk mendukung peningkatan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

    Nusron Wahid, Sekretaris Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo – Gibran yang hadir dalam deklarasi tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para buruh di Kabupaten Jepara.

    Menurutnya, dukungan ini memberikan energi positif untuk kemenangan Prabowo – Gibran. Hal ini karena hingga saat ini, Partai Buruh sendiri belum memberikan arah dukungannya kepada salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

    “(Dukungan) ini menarik, sebab Federasi maupun Konfederasi di tingkat Jakarta, itu pada mendukung Paslon lain, tapi grassroot (akar rumput)-nya mendukung Prabowo – Gibran,” katanya usia kegiatan deklarasi pada Sabtu (23/12/2023).

    Dengan adanya dukungan dari para buruh tersebut, ia yakin bahwa masyarakat di tingkat bawah juga menginginkan Prabowo – Gibran sebagai presiden dan wakil presiden. Ia juga optimis bahwa Prabowo – Gibran dapat memenangkan pemilihan dalam satu putaran, sehingga pemilu hanya perlu dilakukan sekali.

    Jika hal tersebut terjadi, menurutnya, negara dapat menghemat dana sebesar Rp 17 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Uang Rp 17 triliun daripada digunakan untuk pemilu yang berlarut-larut, ini tanggal 14 Februari sudah dapat kita akhiri dan sudah bisa menetapkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka,” katanya.

    (Red)

  • Bea Cukai Kudus Berhasil Amankan Rokok Ilegal yang Disimpan dalam Bangunan di Jepara

    Tuturmedia.com, Kudus – Dalam operasi Gempur Rokok Ilegal tahun 2023, Bea Cukai Kudus berhasil mengambil tindakan pada hari Selasa (03/10/2023) dengan menyita sebanyak 318.500 batang rokok ilegal yang disembunyikan di dua bangunan di Desa Bakalan dan Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

    Sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB, tim macan muria Bea Cukai Kudus Memperoleh informasi adanya bangunan yang diduga digunakan untuk menimbun rokok yang diduga ilegal. Pasca menganalisis informasi tersebut, tim segera meluncur menuju lokasi bangunan yang diinformasikan di Desa Bakalan. Sekitar pukul 14.45 WIB, tim berhasil menemukan bangunan dengan ciri-ciri sesuai yang diinformasikan dan melakukan pemeriksaan.

    Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim menemukan 2 karton berisi rokok jenis SKM yang belum selesai dikemas dengan merek FLASH BOLD tanpa dilekati pita cukai, 2 karton berisi rokok batangan jenis SKM, 1 karung berisi rokok batang jenis SKM, dan 4.550 bungkus rokok jenis SKM dengan merek FLASH BOLD dan Lois L BOLD tanpa dilekati pita cukai. Perkiraan nilai barang rokok ilegal tersebut sebesar Rp 196.784.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 134.870.736

    Tim Bea Cukai Kudus juga berhasil menemukan bangunan kedua di Desa Banyuputih sesuai dengan informasi yang diterima. Di dalam bangunan ini, mereka menemukan 6 karton dan 1 karung yang berisi rokok batangan jenis SKM, serta 2 karton dan 2 karung yang berisi merek JOYO BIRU yang belum selesai dikemas. Nilai barang rokok ilegal di bangunan kedua ini diperkirakan sekitar Rp 202.933.500, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 139.085.447.

    Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam memberantas rokok ilegal. Seluruh barang bukti rokok ilegal telah diserahkan ke KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    (Red)

  • Perisai Demokrasi Bangsa dan PIJAR Lakukan Audiensi dengan KPU Kabupaten Jepara Terkait Pemantauan Pemilu 2024

    Tuturmedia.com, Jepara – Perisai Demokrasi Bangsa dan Pengawas Partisipatif Jepara (PIJAR) melakukan pertemuan dengan KPU Jepara untuk membahas pemantauan pemilu 2024 di Kabupaten Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Perisai Demokrasi Bangsa yang diwakili oleh PIJAR menyampaikan maksud dan tujuan mereka sebagai pemantau pemilu, dengan niat untuk bekerjasama dengan KPU dalam memantau seluruh tahapan pemilu di Kabupaten Jepara, mulai dari pencalonan anggota DPRD hingga tahap pengucapan sumpah/janji, kemarin Rabu (09/08/2023).

    “KPU Jepara siap bersinergi dengan Perisai Demokrasi Bangsa dan siap terbuka dalam setiap tahapan, maupun siap apabila dimintai menjadi narasumber atau pembicara jika dibutuhkan” kata Ketua KPU Kabupaten Jepara, Subchan Zuhri.

    Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Perisai Demokrasi Bangsa di Jepara, yang diwakili oleh PIJAR, yang secara efektif menjadi bagian dari pengawasan. Hal ini menggarisbawahi bahwa pengawasan pemilu memiliki peran penting, dan pemilu tidak akan lengkap tanpa adanya pengawasan.

    “Semoga PIJAR dan Perisai Demokrasi Bangsa sebagai pemantau pemilu harapannya memberi manfaat untuk kepemiluan dan menunggu lebih banyak lagi partisipatif masyarakat terlebih kaum muda pada kepemiluan kedepan,” harapnya.

    (Perisai Demokrasi Bangsa yang Diwakili PIJAR Melakukan Audiensi dengan KPU Kabupaten Jepara/ Istimewa)

    Sementara itu, Muhammadun dari divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM menganalogikan dengan sensasi makan kerupuk. Ia menggambarkan bahwa tanpa kehadiran pemantau pemilu dalam mengawasi jalannya penyelenggaraan pemilu, seperti sensasi “kriuk” pada kerupuk yang hilang.

    “Tidak adanya pengawasan pada pemilu akan menghasilkan proses yang kurang menarik. Keberadaan Perisai Demokrasi Bangsa, yang terdiri dari generasi muda diharapkan menjadi hal yang sangat diinginkan dan memiliki peran penting dalam proses pemilu,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa di era saat ini, anak muda umumnya tidak memiliki banyak pemahaman atau minat terhadap hal-hal seperti proses pemilu yang cenderung apemilu dan apolitik.

    Namun, keberadaan Perisai Demokrasi Bangsa diwakili PIJAR yang berkunjung ke KPU ini menjadi antitesis terhadap sikap apemilu dan apolitik di kalangan kaum muda.

    “Keterlibatan anak muda dalam proses pemilihan menjadi fokus utama KPU karena mereka menyadari betapa pentingnya memelihara pemilu yang berprinsip demokratis, berintegritas, dan bermatabat,” tuturnya.

    Oleh karena itu, sebagai pemantau pemilu, Perisai Demokrasi Bangsa perlu mengambil langkah-langkah untuk mendalami regulasi yang dikeluarkan oleh Perbawaslu dan PKPU mengenai pemantauan Pemilu, termasuk PKPU yang terkait dengan tahapan pemilu 2024.

    Keterlibatan pemantau pemilu sangat penting bagi penyelenggara pemilu karena hal ini memungkinkan mereka untuk memperoleh masukan dari masyarakat selama proses kepemiluan berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pemilu yang demokratis.

    Dengan kurangnya perhatian terhadap pemantauan pemilu di Jepara, KPU berharap Perisai Demokrasi Bangsa akan menjadi garda terdepan yang didukung oleh anak muda yang serius dalam mempedulikan pemilu. KPU menegaskan bahwa pemilu bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

    Proses pemantauan perlu dilakukan secara komprehensif, serius, dan penuh pemahaman, serta harus dihindari adanya kesalahpahaman antara pemantau dan penyelenggara.

    (Red)

  • Temui Bawaslu Jepara, Pijar dan Perisai Demokrasi Bangsa Siap Awasi Pemilu 2024 di Kabupaten Jepara

    Tuturmedia.com, Jepara – Pengawas Partisipatif Jepara (Pijar) adalah bagian dari Pemantau Pemilu Perisai Demokrasi Bangsa Jawa Tengah yang terakreditasi dengan nomor: 0753/PM.001/K/JT/05/2023 melakukan pertemuan sekaligus mendaftar sebagai pemantau pemilu di Bawaslu Kabupaten Jepara, kemarin Senin (31/07/2023).

    Perisai Demokrasi Bangsa yang diwakili Ketua Pijar, Rina Ayu Agustina, mengatakan  pihaknya siap bekerjasama dengan dalam mengawasi tahapan pemilu 2024.

    “Kami siap mengawasi semua tahapan Pemilu tahun 2024 khususnya di wilayah Kabupaten Jepara”, ungkapnya.

    Sementara itu Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengapresiasi dan menyambut baik kedatangan Pijar dan Perisai Demokrasi Bangsa sebagai Pemantau Pemilu di wilayah Kabupaten Jepara.

    Kemudian ia mengarahkan Pijar Jepara untuk membuat data laporan setiap pengawasan atau pemantauan dengan membagi tugas ke masing-masing anggota Pijar yang tersebar di setiap

    Kecamatan di Jepara untuk dapat menyiapkan data pemantauan di setiap tahapan-tahapan pemilu mulai dari tahapan pencalonan hingga nanti pengambilan sumpah/janji.

    “Perisai Demokrasi Bangsa ini merupakan pemantau Pemilu kedua yang datang ke Bawaslu Jepara untuk berkoordinasi, setelah sebelumnya Poros Sahabat Nusantara (POSNU),” katanya.

    Lebih lanjut, sesuai arahan Sujiantoko, setelah dari Bawaslu Jepara, selanjutnya Pijar melakukan koordinasi ke KPU dan Kesbangpol Jepara untuk mengenalkan adanya pemantau pemilu di wilayah Kabupaten Jepara dari Perisai Demokrasi Bangsa yang mana Pijar sebagai pelaksana di lapangan.

    Terakhir, ia berharap agar Pemilu 2024 di Kabupaten Jepara dapat terlaksana dengan aman, damai, berkeadilan, dan bermartabat sehingga terwujud pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

    (Red)

Exit mobile version