Tag: HMI Cabang Kudus

  • Jalin Sinergitas, HMI Cabang Kudus audiensi dengan Kapolres Kudus

    Jalin Sinergitas, HMI Cabang Kudus audiensi dengan Kapolres Kudus

    KUDUS – HMI Cabang Kudus melakukan audiensi dengan polres kudus. Audiensi ini adalah upaya untuk melakukan sinergitas kedua belah pihak. Menselaraskan visi misi HMI untuk berkontribusi pada pembangunan dan keamanan wilayah Kudus.

    “Kami berterimakasih kepada bapak kapolres yang telah menyambut HMI Cabang Kudus dengan baik. Kami sadar HMI ini perlu untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Kami juga menjelaskan bahwa meskipun kami berkuliah kami tidak melupakan partisipasi dalam organisasi. Dan lewat organisasi inilah kader-kader dibina untuk terus menjaga demokrasi bangsa. Dan kami juga menekankan kepada pak kapolres terkait kebebasan berekpresi, kami mengatakan untuk jangan menghalangi warga kudus menyampaikan aspirasi terkait negara ini. Tidak boleh ada intimidasi apapun” kata Khabib Maulana selaku ketua umum HMI cabang Kudus di Kudus , rabu (26/2).

    Selain itu HMI Cabang Kudus juga mengatakan akan adanya agenda terdekat yang akan dilakukan.

    “terakhir yang kami ingin sampaikan adalah bahwa HMI Cabang Kudus telah berganti kepemimpinan, sekarang Kanda Khabib Maulana yang menahkodai HMI Cabang Kudus. Dan terdekat akan diadakan Pelantikan HMI Cabang Kudus, maka selain menginformasikan kami juga menekankan untuk saling sinergitas dengan catatan kami tidak akan meninggalkan aspirasi rakyat,” ujar Muhammad arya Lukmansyah selaku ketua umum HMI Komisariat Dakwah-Ushuludin.

    Pengirim: Bimo Wijanarko

  • BPL HMI Cabang Kudus Gelar Sekolah Alam “Belajar dari Muria” untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

    KUDUS – BPL HMI Cabang Kudus sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Alam dengan tema “Belajar dari Muria” pada Rabu, 25 Desember 2024.

    Kegiatan ini bekerja sama dengan Pegiat Alam Muria dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader HMI Cabang Kudus terhadap lingkungan dan pentingnya mengolah hasil produk pertanian.

    Mengenal Lebih Dekat Parijoto dan Kopi Muria

    Pagi hari, para kader HMI diajak untuk mempelajari sejarah dan pengolahan parijoto di Alam Mu. Pemilik Alam Mu menjelaskan bagaimana parijoto, yang awalnya merupakan pohon buah liar, kini menjadi varietas tanaman yang dibudidayakan oleh para petani karena memiliki harga jual yang tinggi di pasaran.

    Pengolahan parijoto menjadi alternatif baru untuk meningkatkan ekonomi petani parijoto dan masyarakat sekitarnya.

    Parijoto sendiri diyakini memiliki khasiat untuk pasangan yang ingin cepat memiliki momongan. Buah parijoto merupakan anugerah dari “surga Muria” yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa.

    Setelah mempelajari parijoto, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gudang Kopi Muria untuk belajar tentang konservasi dan pengolahan kopi Muria.

    Di sini, dijelaskan bahwa kopi Muria berawal dari tanam paksa pada masa penjajahan kolonial Belanda, yang kemudian dilanjutkan hingga saat ini. Kopi yang ditanam di pegunungan Muria terdiri dari dua jenis, yaitu Arabica dan Robusta.

    Kopi Muria memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi-kopi lainnya, sehingga banyak digemari oleh masyarakat karena cita rasanya yang khas.

    Menyoroti Konservasi Muria dan Pentingnya Perlindungan Satwa

    Komunitas Penggiat Konservasi Muria menjelaskan tentang keanekaragaman hayati dan hewan yang ada di pegunungan Muria. Pegunungan Muria masih menyimpan banyak satwa langka yang jarang ditemui, seperti macan tutul, burung langka, dan reptil.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kader HMI terhadap pentingnya menjaga lingkungan di tengah krisis iklim yang menjadi isu anak muda sekarang,” ujar Ketua Umum BPL HMI Cabang Kudus, Arif Lukman Hakim.

    Perlindungan satwa dan tumbuhan sangat penting dilakukan di tengah maraknya pengalihfungsian hutan menjadi perkebunan industri.

    (red)

  • Selamatkan HMI Cabang Kudus! Begini Gagasan Khabib Maulana

    KUDUS – Setelah menyerukan PJ Ketua Umum HMI Cabang Kudus, Khabib Maulana menggelar diskusi kecil dengan beberapa kader HMI selingkup komisariat cabang Kudus. Dalam forum tersebut, ia memaparkan gagasannya dalam merekonstruksi HMI Cabang Kudus.

    Hal yang disoroti khabib adalah terkait tindakan yang ironis oleh ketua umum HMI Cabang Kudus yang acuh terhadap pengkaderan. misalnya saja matinya pengkaderan HMI komisariat syariah padahal ketua umumnya di jurusan yang sama. Diskusi tersebut berlangsung di sekretariat tarbiyah pada pukul 20 Mei 2024.

    Selain itu, khabib memberikan gambaran untuk merekonstruksi kepengurusan cabang Kudus.

    “Pertama, kita harus mengembalikan HMI Cabang Kudus kepada khittah perjuangan HMI. Artinya kita harus meluruskan niat kita dalam berorganisasi,” kata khabib.

    Setelah menata niat maka bagi khabib harus menjalankan organisasi sesuai dengan konstitusi. Karena banyak sekali kader-kader yang melanggar konstitusi tapi ketua umum hanya abai semata.

    “Seolah konstitusi cuma pajangan, ada kader yang nyaleg saja dibiarkan,” ujar Khabib.

    Terakhir baginya harus ada komunikasi yang dua arah antara komisariat dan cabang. Adakan rakorbid, rapimkom, agar cabang dapat mengakomodir berbagai keresahan komisariat. Karena itulah yang dilupakan cabang kudus.

    Penulis : Arya Lukmansyah (Kader HMI nyambi freelance jaga kopi)

  • Dinilai Tidak Layak, Khabib Maulana Serukan PJ Ketua Umum HMI Cabang Kudus

    KUDUS – Khabib maulana merupakan mantan ketua umum HMI Komisariat Tarbiyah yang baru saja demisioner. Ia berikhtiar untuk meneruskan estafet kepemimpinan HMI Cabang Kudus.

    Langkah pertama yang dilakukan Khabib Maulana mengajak HMI komisariat Dakwah-ushuludin Cabang Kudus berdiskusi mengenai dinamika kepengurusan dan pengkaderan di Kudus sendiri. Tempat konsolidasi berlokasi di Warung Kopi Soeroto pada tanggal 19 Mei 2024 dimulai pukul 20:30.

    Mulanya ketua dan pengurus HMI Komisariat Dakwah-Ushuludin tidak mengetahui apa yang diinginkan oleh Khabib Maulana, tetapi setelah dijelaskan mengenai maksud dan tujuannya. Pihak HMI Komisariat Dakwah-Ushuludin siap mendukung penuh tujuan khabib maulana tersebut.

    “Banyak masalah di pengkaderan HMI Cabang Kudus, kalau memang kanda khabib memiliki gagasan untuk merubah tatanan yang ada, ya kami pasti akan mendukung dengan penuh kesadaran,” kata Iqbal mewakili Komisariat Dakwah-Ushuluddin.

    HMI Cabang Kudus akan menggelar pleno 1, maka dari itu dapat dijadikan arena untuk menyalurkan aspirasi terkait problem HMI Cabang Kudus. Dari tingkat cabang hingga komisariat. Tetapi bagi khabib itu percuma karena cabang sudah tidak progresif lagi baginya.

    “Jika diterus-teruskan HMI Cabang Kudus bisa hancur kalau gaya kepemimpinannya seperti ini, yang diatas pengen menang sendiri tanpa memikirkan adik-adik dibawahnya. Banyak dana yang masuk tapi tidak dimusyawarahkan dengan komisariat, kami kecewa. Mungkin langkah yang tepat kita PJ saja ketua umumnya,” ujar Khabib.

    Tidak menutup kemungkinan, khabib akan mengajak komisariat lain untuk mendukung gerakannya ia ingin membuat slogan #selamatkanHMIcabangKudus dengan demikian kader-kader HMI cabang Kudus dapat diselamatkan. Ia pun mengaku jika diamanahkan menjadi pengganti kepemimpinan saat ini ia siap dengan sepenuh Hati.

    Penulis: Bimo Wijanarko (Pengurus PPPA HMI Komisariat Dakwah-Ushuludin)

    *Isi artikel ini menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Exit mobile version