Tag: Grobogan

  • Tim KKN 129: Ajarkan Siswa Bergaul tanpa Perundungan

    Tim KKN 129: Ajarkan Siswa Bergaul tanpa Perundungan

    GROBOGAN – Kelompok mahasiswa KKN 129 asal IAIN Kudus adakan dialog interaktif bersama siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gebangan.

    Mengusung tema “Bersama Lawan Perundungan” Berlangsung di ruang kelas SDN Gebangan, kegiatan ini diikuti siswa siswi kelas empat, lima, dan enam, Sabtu (14/09/2024).

    Ketua panitia pelaksana Vina Normala, mengungkapkan tujuan diadakannya dialog interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak dari adanya perundungan.

    “Kita tahu perundungan ini berpengaruh pada kondisi fisik dan psikis, baik korban maupun pelaku. Dan ini yang coba kami hindari,” tutur Vina.

    Lebih lanjut, ia berharap setelah penyuluhan yang dilakukan oleh kelompok KKN 129 ini, para siswa lebih bertanggung jawab dalam bergaul dan tidak melakukan perundungan.

    “Baik buruknya sudah diberitahu, tinggal kita awasi dan ingatkan. Kami percaya mereka mampu menjaga keakraban yang positif,” ungkapnya.

    Salah satu peserta forum, Reza, mengaku terkejut dengan dampak dari perundungan yang begitu besar. Menurutnya hal semacam ini perlu dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kasihan, kalau ada yang depresi bahkan sampai bunuh diri karena sering dirundung,” ujarnya.

    (San)

  • Menebarkan Benih Toleransi: KKN IAIN Kudus Gelar Seminar Moderasi Beragama di Grobogan

    GROBOGAN – Dalam upaya memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Kudus kelompok 150 menyelenggarakan seminar bertema “Peran Masyarakat dan Tokoh Agama dalam Menguatkan Moderasi Beragama” di Balai Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (13/09/2024).

    Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Desa Katong, para Kepala Dusun, pimpinan organisasi masyarakat (Ormas), dan tokoh masyarakat setempat.

    Dalam kesempatan tersebut, K. Nor Latif menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dalam Islam dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Ia menekankan bahwa solidaritas umat Islam sangat berpengaruh dalam menjaga stabilitas negara yang beragam.

    “Solidaritas dalam Islam sangatlah kuat. Kita harus menjaga persatuan NKRI, saling rukun, jika tidak kita akan menghadapi kehancuran,” kata K. Nor Latif di hadapan para peserta seminar.

    Beliau juga menyoroti pentingnya saling menghormati, baik antarumat seagama maupun antaragama. Menurutnya, keharmonisan antaragama menjadi kunci penting dalam menjaga kesatuan bangsa.

    “Kita harus saling melindungi, baik sesama umat maupun dengan penganut agama lain. Tanpa saling menghormati, perpecahan bisa terjadi. Persatuan dan keutuhan bangsa adalah pondasi yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

    Dion, selaku koordinator desa KKN, berharap masyarakat bisa terus menguatkan nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, agar persatuan bangsa tetap terjaga di tengah tantangan era globalisasi ini.

    “Peran aktif masyarakat dan tokoh agama sangatlah penting dalam memperkuat kerukunan dan moderasi beragama di tengah keberagaman yang ada,” pungkasnya.

    (Red)

  • Warga Desa Gebangan Sambut Baik Program Bimbel Mahasiswa KKN

    GROBOGAN- Anna, warga Desa Gebangan, menyatakan bahwa anak-anak sekarang memiliki kegiatan positif dengan belajar bersama mahasiswa.

    “Biasanya kumpul-kumpul main HP sekarang kumpul-kumpul buat belajar,” ungkap dia saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/09/2024).

    Diketahui, Desa Gebangan menjadi tempat bagi kelompok mahasiswa KKN 129 dari IAIN Kudus melakukan pengabdian. Salah satu program yang dilakukan adalah Bimbingan Belajar (Bimbel).

    Melalui program Bimbel Smart 129, mahasiswa KKN bertujuan mewadahi dan membantu anak-anak di lingkungan sekitar agar dapat belajar secara gratis, bukan sekadar mengandalkan internet.

    Bertempat di Posko KKN dan rumah eks Kepala Desa Gebangan. Bimbel Smart 129 dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat pukul 19.30 WIB.

    “Kalau mengerjakan PR pake internet juga bisa, tapi kan sifatnya instan. Bila tidak bisa memahami sendiri nanti sedikit-sedikit buka HP justru tidak bagus,” ujar Ichsan koordinator desa kelompok mahasiswa KKN 129.

    Lebih lanjut, Ichsan mengungkapkan sejak pertama kali dibuka Bimbel Smart 129 langsung ramai didatangi anak-anak setempat, ini membuktikan jika semangat untuk belajar masih sangat tinggi.

    “Antusias sekali, padahal waktu itu turun hujan tapi mereka tetap berangkat dengan memakai payung,” terangnya.

    Mengikuti Bimbel Smart 129 yang diadakan kelompok KKN ini, Haidar, siswa kelas empat Sekolah Dasar (SD), mengaku senang dengan adanya Bimbel, menurutnya kegiatan ini sangat membantu ketika mengerjakan PR.

    “Aku biasanya ngerjain PR di kelas, sekarang bisa tanya ke mbak-mas KKN,” ujarnya.

    (Red)

Exit mobile version