Tag: Dandangan

  • Banyak Jenisnya! Kelinci Anggora hingga Rex Dijual di Dandangan Kudus 2026

    Banyak Jenisnya! Kelinci Anggora hingga Rex Dijual di Dandangan Kudus 2026

    KUDUS — Event tahunan Dandangan kembali menghibur masyarakat Kudus jelang Ramadan 2026. Acara yang menjadi magnet wisata dan ekonomi rakyat ini diisi oleh ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai bidang, mulai dari kuliner khas daerah, produk kerajinan tangan, hingga penjual hewan peliharaan yang menarik banyak perhatian.

    Di antara beragam lapak yang ada, salah satu yang paling diminati pengunjung adalah lapak hewan peliharaan milik Aji. Ia menawarkan berbagai pilihan hewan peliharaan mulai dari yang kecil seperti hamster dan marmut, hingga kelinci dengan berbagai jenis, serta perlengkapan pendukung seperti kandang khusus.

    “Yang kami jual hamster, kelinci, marmut, sama kandang-kandang hamster seperti itu,” ujarnya.

    Harga produk yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan jenis dan ukuran hewan. Untuk hamster, harga mulai dari Rp30 ribu hingga Rp55 ribu. Sementara kelinci memiliki rentang harga yang lebih luas, mulai dari Rp65 ribu hingga sekitar Rp250 ribu tergantung pada jenis dan ukuran tubuhnya.

    “Kalau hamster mulai Rp30 ribu, ada Rp35 ribu sampai Rp55 ribu. Kalau kelinci mulai Rp65 ribu sampai Rp250 ribu tergantung jenis dan besarnya,” jelasnya.

    Menurut Aji, jenis kelinci yang dijual di lapaknya cukup beragam, antara lain kelinci Anggora, Persia, Flemish Giant, Netherland, Mini Dutch, hingga Rex yang memiliki ciri khas bulu yang unik.

    Selain melakukan penjualan, Aji juga aktif berbagi pengetahuan tentang cara merawat hewan peliharaan, terutama untuk kelinci yang banyak diminati pengunjung. Ia menyampaikan bahwa perawatan kelinci tidak sesulit yang dibayangkan selama aspek pakan dan kebersihan kandang tetap terjaga dengan baik.

    “Sebenarnya kelinci itu mudah dirawat. Makanannya jangan terlalu banyak, dan yang penting kebersihan kandang dijaga supaya tidak gampang sakit,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa pemberian pakan perlu disesuaikan dengan jenis makanan yang diberikan. Jika kelinci diberi pelet kering sebagai makanan utama, maka perlu diberikan akses air minum yang cukup. Namun jika pakan utama adalah sayuran segar, biasanya kandungan air di dalamnya sudah cukup untuk kebutuhan harian kelinci.

    “Kalau makannya pelet kering boleh dikasih minum. Tapi kalau sayur biasanya tidak perlu banyak air karena sudah ada kadar airnya,” jelasnya.

    Menurut Aji, kebersihan kandang merupakan faktor krusial untuk mencegah munculnya berbagai penyakit pada kelinci, seperti infeksi jamur di telinga atau masalah kulit akibat kelembapan dan kotoran yang menumpuk.

    “Kalau kandang tidak rutin dibersihkan bisa bau dan kelinci gampang sakit, misalnya jamur di telinga. Jadi harus rajin bersihkan kandang dan ganti makanan,” katanya.

    Keberadaan lapak UMKM seperti milik Aji tidak hanya memperkaya ragam produk di Dandangan 2026, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya perawatan yang tepat untuk hewan peliharaan.

    Event tahunan Dandangan ini kembali menunjukkan peranannya sebagai ruang bertemunya aktivitas ekonomi rakyat dan sarana hiburan bagi masyarakat menjelang kedatangan bulan suci Ramadan.

    (red)

  • DPRD Kudus Awasi Tradisi Dandangan 2025, Dorong Pemanfaatan Digital dan Pengelolaan yang Profesional

    DPRD Kudus Awasi Tradisi Dandangan 2025, Dorong Pemanfaatan Digital dan Pengelolaan yang Profesional

     

    KUDUS – Tradisi Dandangan yang akan kembali digelar pada 19-28 Februari 2025 mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kudus.

    Anggota Komisi B DPRD Kudus, Budiyono, S.Sos., menyatakan dukungan penuh terhadap event tahunan ini, namun juga menyoroti pentingnya pengelolaan yang profesional, dampak ekonomi yang optimal, dan pengembangan promosi berbasis digital untuk menarik lebih banyak wisatawan.

    Budiyono menekankan bahwa Dandangan bukan hanya sekadar tradisi budaya, melainkan juga momentum strategis untuk meningkatkan perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM.

    “Kami di DPRD melihat Dandangan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkenalkan produk unggulan Kudus. Oleh karena itu, perlu ada pengelolaan yang lebih profesional agar dampaknya semakin optimal,” ujarnya.

    Ia menyoroti beberapa aspek krusial, termasuk perencanaan matang dalam pengaturan lapak pedagang, distribusi fasilitas umum, infrastruktur pendukung seperti penerangan dan kebersihan, serta transparansi pengelolaan retribusi.

    “Kami apresiasi langkah Dinas Perdagangan yang menggandeng pihak ketiga untuk memastikan ketersediaan listrik dan penerangan. Namun, penting juga memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan,” tambah Budiyono.

    Retribusi sebesar Rp 204.000 per lapak, menurutnya, harus dikelola secara transparan dan digunakan untuk kepentingan pedagang serta kelangsungan acara.

    “DPRD akan mengawal agar retribusi ini tidak hanya menjadi pungutan semata, tetapi benar-benar dikembalikan dalam bentuk fasilitas yang memadai bagi para pedagang,” tegasnya.

    Keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama. Budiyono menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait untuk memastikan keamanan selama acara berlangsung, mengingat Dandangan akan menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah.

    “Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait harus diperkuat guna memastikan keamanan selama acara berlangsung,” ujarnya.

    Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Budiyono mendorong optimalisasi promosi digital melalui media sosial, website resmi, dan platform pariwisata.

    “Pemerintah daerah perlu memanfaatkan media digital untuk mempromosikan Dandangan secara lebih luas. Bisa melalui konten kreatif seperti video dokumenter, live streaming event, atau kolaborasi dengan influencer lokal agar gaungnya lebih besar,” sarannya.

    Ia juga mengusulkan tema yang lebih menarik dan relevan, misalnya “Dandangan Warisan Budaya dalam Sentuhan Modern,” untuk menarik minat generasi muda.

    Budiyono juga menyoroti pentingnya kualitas fasilitas umum seperti tempat duduk, parkir, dan toilet yang memadai untuk kenyamanan pengunjung.

    “Pengunjung akan merasa nyaman jika ada parkiran yang luas, toilet yang bersih, serta tempat istirahat yang layak,” katanya.

    Keamanan juga ditekankan sebagai aspek paling penting, dengan penempatan petugas keamanan di titik-titik strategis untuk mencegah kejadian yang mengganggu kenyamanan, seperti pencopetan atau kemacetan parah.

    “Jangan sampai ada kejadian yang mengganggu kenyamanan pengunjung, seperti pencopetan atau kemacetan parah. Harus ada petugas keamanan yang standby di titik-titik strategis agar acara bisa berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

    (red)