Tag: Banjir

  • Puncak Banjir Pantura Kudus-Pati Terjadi Hari Minggu, Banyak Kendaraan Mogok

    Puncak Banjir Pantura Kudus-Pati Terjadi Hari Minggu, Banyak Kendaraan Mogok

    KUDUS – Banjir kembali menghantam jalur Pantura yang menghubungkan Kudus dan Pati, tepatnya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

    Air yang menggenangi jalan mencapai ketinggian lutut orang dewasa mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengharuskan pengendara untuk sangat waspada saat melintas.

    Kondisi banjir tercatat mulai terjadi sejak Jumat (9/1/2026) dan berlanjut hingga Minggu (11/1/2026), dengan kondisi paling parah terjadi pada hari terakhir.

    Pengamatan langsung di lokasi menunjukkan bahwa genangan air menutupi sebagian bagian jalan, membuat kendaraan roda dua dan roda empat harus melaju dengan kecepatan rendah.

    Banyak pengendara yang memutuskan untuk berhenti dan kembali ke arah asal, namun ada juga yang berusaha menerobos genangan hingga akhirnya kendaraannya mogok di tengah jalan, yang semakin memperparah kemacetan di daerah tersebut.

    Kemacetan yang cukup panjang terjadi mulai sekitar pukul 02.00 WIB. Arus kendaraan dari kedua arah terhambat akibat penyempitan jalur dan kondisi jalan yang tidak memungkinkan lalu lintas berjalan normal.

    Warga menyebutkan bahwa kejadian serupa sudah sering terjadi dan menjadi hal yang biasa ketika musim hujan dengan curah hujan tinggi tiba.

    Selain menggenangi jalan, banjir juga menyertakan tumpukan sampah dan ranting pohon yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.

    Melihat hal ini, warga setempat segera bergotong royong membersihkan sungai menggunakan peralatan yang ada untuk membantu mempercepat proses surutnya air dan mencegah luapan air semakin meluas.

    Masum, salah satu warga Desa Ngembalrejo, menyampaikan bahwa banjir di jalur Pantura Kudus–Pati telah terjadi tiga kali dalam tiga hari terakhir.

    “Mulai Jumat kemarin sampai hari ini sudah tiga kali banjir. Tapi yang paling parah hari ini,” ujarnya.

    Menurutnya, pada kejadian banjir sebelumnya, air belum sampai meluap ke area jembatan. Namun pada kesempatan kali ini, hampir seluruh permukaan jalan tergenangi air.

    Ia juga menyatakan bahwa banyaknya sampah yang terbawa arus air menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi, meskipun sumber dari sampah tersebut belum dapat dipastikan dengan pasti.

    Masum menjelaskan bahwa permasalahan utama terletak pada kondisi jembatan lama yang berbentuk terowongan dengan beberapa saluran aliran air.

    Ketika debit air sungai meningkat, saluran tersebut tidak mampu menampung volume air yang masuk sehingga menyebabkan penyumbatan.

    “Harapannya jembatan ini bisa diperbaiki atau dibangun ulang agar aliran air lebih lancar,” katanya.

    Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan yang bersifat jangka panjang, baik melalui perbaikan infrastruktur jembatan maupun kegiatan normalisasi sungai, agar kejadian banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat di jalur penting Kudus–Pati ini tidak terus berulang.

    (red)

  • Demak dan Grobogan Dilanda Banjir, Normalisasi Sungai Dipercepat

    Demak dan Grobogan Dilanda Banjir, Normalisasi Sungai Dipercepat

    DEMAK – Banjir besar melanda Kabupaten Demak sejak Minggu (18/5/2025) akibat hujan deras yang menyebabkan Sungai Tuntang meluap dan jebolnya tanggul di Desa Karangrejo dan Desa Kembangan, Kecamatan Bonang. Ribuan warga terdampak dan puluhan fasilitas umum terendam.

    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan BPBD Jateng, dinas terkait, SAR, dan relawan.

    Bantuan logistik telah dikirim dan normalisasi Sungai Tuntang akan segera dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

    “Sungai Tuntang ini kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini BBWS dan Kementerian PU. Kami akan intensifkan koordinasi, sedangkan pemerintah provinsi mendukung penanganan teknis dan logistik di lapangan,” tegasnya.

    Ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi. Tempat pengungsian disiapkan untuk antisipasi banjir susulan.

    Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan tim gabungan telah mengevakuasi kelompok rentan dan mengamankan titik rawan. Data BPBD hingga Senin (19/5) pukul 18.00 mencatat 11.662 jiwa dari 2.903 KK terdampak di Demak.

    Kerusakan meliputi 153 rumah, 18 fasilitas umum, 13 fasilitas pendidikan, 3 fasilitas kesehatan, dan 270 hektare lahan pertanian. Sebelas desa terdampak, antara lain di Kecamatan Bonang dan Sayung, dengan ketinggian air mencapai 70 cm di Sayung dan 40 cm di jalur Kalisari-Genuk.

    Banjir juga melanda Grobogan sejak Jumat (16/5) malam akibat curah hujan tinggi, drainase buruk, dan jebolnya tanggul Sungai Kliteh dan Renggong.

    Hingga Selasa pagi, Desa Sukorejo (Tegowanu) masih tergenang 50–150 cm. Setidaknya 12 desa di Grobogan terdampak, tersebar di beberapa kecamatan. Pemerintah terus memantau dan menangani banjir di kedua wilayah.

    (adv)

  • TNI-Polri Evakuasi Lansia Terdampak Banjir di Demak

    TNI-Polri Evakuasi Lansia Terdampak Banjir di Demak

    DEMAK – Banjir yang melanda Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (3/2/2025), memaksa TNI-Polri untuk turun tangan melakukan evakuasi warga. Salah satu warga yang dievakuasi adalah seorang lansia.

    Bhabinkamtibmas Desa Prampelan, Bripka Rahayu Widodo, bersama Babinsa, berkoordinasi untuk mengamankan warga yang paling rentan terhadap dampak banjir.

    Evakuasi difokuskan pada warga lanjut usia (lansia) yang kesulitan beraktivitas akibat genangan air. Sasaran evakuasi kali ini adalah Ibu Darni (70) warga Desa Prampelan.

    Kondisi kesehatan dan kesulitan mobilitas Ibu Darni menjadi pertimbangan utama dalam proses evakuasi.

    “Kami bersama Babinsa mengevakuasi Ibu Darni ini ke tempat yang lebih aman, yaitu di GOR Balaidesa Prampelan. Ini sebagai upaya untuk memastikan keselamatan beliau dan warga lainnya,” jelas Bripka Rahayu Widodo.

    Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan Ibu Darni selama proses pemindahan.

    Bripka Rahayu berharap agar banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan dan naiknya air rob segera surut. Ia berharap agar warga dapat kembali beraktivitas normal setelah bencana alam ini berakhir.

    (red)

  • Kapolres Demak Tinjau Lokasi Tanggul Jebol, Pastikan Keselamatan Warga dan Bantuan Terdistribusi

    Kapolres Demak Tinjau Lokasi Tanggul Jebol, Pastikan Keselamatan Warga dan Bantuan Terdistribusi

    DEMAK – Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, meninjau langsung kondisi pemukiman warga dan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Rabu (22/01/2025).

    Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul tersebut.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kondisi terakhir para warga dan memastikan bahwa upaya penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” ujar AKBP Ari.

    Ia juga memantau proses perbaikan tanggul untuk mencegah banjir yang lebih parah. Kepolisian berkomitmen memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat yang terdampak.

    Sebagai bentuk respons cepat, Polri telah mendirikan posko tanggap darurat dan dapur umum di lokasi bencana.

    “Posko ini menjadi tempat koordinasi bantuan dan pelayanan kepada warga, sementara dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang terdampak,” jelas AKBP Ari.

    AKBP Ari menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, dan instansi terkait dalam mengatasi dampak bencana ini.

    “Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mempercepat pemulihan dan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat tercukupi dengan baik,” tambahnya.

    Setelah peninjauan, Kapolres bersama Bupati Demak dr. Eisti’anah dan Dandim 0716 Demak Letkol Kav Maryoto memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak.

    “Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Forkopimda. Semoga dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu,” pungkas AKBP Ari.

    Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terkena dampak banjir.

    (red)

  • PLN Kudus Beri Bantuan Bagi Korban Banjir

    PLN Kudus Beri Bantuan Bagi Korban Banjir

    KUDUS – PT PLN (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli hadir memberikan bantuan sebesar Rp 54.400.000 kepada korban banjir di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.

    Bantuan yang berasal dari PLN UP3 Kudus ini berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan, selimut, alas tidur dan lampu emergency kepada warga yang terkena bencana.

    Bantuan itu diserahkan melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kementerian Sosial di Posko Dapur Umum Kemensos yang berlokasi di SPBU Wonoketingal Demak. Manager PLN UP3 Kudus, Firman Sadikin beserta karyawan/ti PLN Kudus mengucapkan duka cita mendalam kepada seluruh korban yang terkena dampak bencana banjir.

    “Kami sangat prihatin dengan bencana yang menimpa masyarakat saat ini. Semoga korban diberikan kesabaran dan kekuatan untuk melalui musibah ini. Bantuan yang kami salurkan ini hendaknya bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujarnya kemarin.

    Lebih lanjut, dalam upaya memulihkan jaringan listrik paska bencana, PLN tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal itu untuk memastikan faktor keamanan masyarakat umum dengan berkoordinasi secara rutin bersama Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Desa setempat.

    Mengingat, kondisi lingkungan di wilayah bekas banjir masih ada beberapa titik yang terendam air. PLN berharap dalam waktu dekat seluruh wilayah dapat segera dilakukan penormalan pasokan listrik sehingga masyarakat dapat kembali menikmati listrik di rumah masing-masing bersama keluarga

    Sementara itu, Nana Suryana selaku Koordinator Tagana Kementrian Sosial menyampaikan terimakasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut akan didistribusikan langsung kepada warga terdampak banjir.

    “Kami dari tim Taguna Kemensos mewakili warga yang terdampak banjir mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Kudus yang telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Demak dan Kabupaten dan Kudus. Semoga bermanfaat dan mampu meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Kami akan segera mendistribusikan paket bantuan tersebut supaya segera dapat dinikmati masyarakat.” ujar Nay.

    Saat ini kondisi banjir di sebagian wilayah di Kabupaten Kudus dan Demak telah berangsur-angsur surut. PLN UP3 Kudus juga terus berupaya melakukan recovery penyalaan kembali listrik paska bencana banjir dengan mengerahkan puluhan petugas setiap harinya untuk melakukan assesment terhadap jaringan listrik di lokasi banjir.

    (Ahmd)

  • Aksi Solidaritas Mahasiswa Kudus: Bantu Korban Banjir di Demak dengan Penggalangan Dana dan Konser Amal

    Aksi Solidaritas Mahasiswa Kudus: Bantu Korban Banjir di Demak dengan Penggalangan Dana dan Konser Amal

    KUDUS – Beberapa organisasi mahasiswa di Kudus mengadakan aksi penggalangan dana dan konser amal kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Demak, pada Jumat (16/02/2024).

    Ahmad Minan Nur Rohman selaku koordinator, mengatakan, ide untuk mengadakan aksi ini muncul secara spontan saat dia dan teman-temannya sedang ngobrol santai di sebuah kafe. Mereka tergerak oleh situasi banjir di Demak dan sepakat untuk melakukan sesuatu yang dapat membantu.

    “Saya segera menghubungi beberapa  organisasi mahasiswa, mereka semua dengan tulus setuju untuk bergabung dalam aksi ini. Saya sangat berterimakasih kepada Kak Fachry selaku koordinator konser amal dan Mas Haris koordinator aksi turun ke jalan penggalangan dana yang telah membantu menyiapkan dari awal sampai selesai,” katanya.

    Beberapa organisasi yang terlibat dalam aksi ini antara lain IKMP Kudus, IKANUHA Kudus, IKLAS Kudus, KMF Kudus, IKAMARU Kudus, IMADE IAIN Kudus, Noizecity.id, Teater Satoesh, dan SMS IAIN Kudus.

    Terkait persiapan, yang dilakukan untuk kegiatan ini cukup sederhana karena telah menjadi kegiatan tahunan yang terbiasa dilakukan. Mereka membangun komunikasi dengan komunitas-komunitas tersebut, membuat flyer dan pamflet kegiatan, serta memberikan surat pemberitahuan kepada POLRES Kudus.

    “Semua persiapan dilakukan dengan cepat dan efisien, menunjukkan semangat dan keinginan untuk memberikan bantuan secepat mungkin kepada korban banjir di Demak,” kata pria yang sedang menempuh studi Magister (S2) di UMK ini.

    Dari hasil penggalangan dana di jalan, mereka berhasil mengumpulkan donasi sebesar 3.150.000 rupiah. Selain itu, melalui konser amal yang diadakan, mereka juga berhasil menerima donasi sebesar 1.050.000 rupiah. Total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai 4.200.000 rupiah, yang akan digunakan untuk membantu korban banjir di Demak.

    Setelah ini, lebih lanjut, mereka memiliki rencana untuk melibatkan lebih banyak relawan dalam kegiatan kemanusiaan, terutama saat mengadakan Konser Amal Kemanusiaan.

    “Kita tetap berkomitmen dalam membantu dan membuat acara yang bersifat kemanusiaan. Hal tersebut juga sudah kami ajarkan kepada regenerasi yang akan datang untuk tidak mengabaikan,” ungkapnya.

    Dalam situasi sulit seperti banjir, solidaritas dan kepedulian dari mahasiswa Kudus memberikan harapan dan dukungan bagi korban banjir di Demak. Semoga aksi kemanusiaan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama.

    (Ftw)