Tag: Anak

  • Dampak Game Online pada Anak : Kreativitas atau Ketergantungan

    Dampak Game Online pada Anak : Kreativitas atau Ketergantungan

    TUTURMEDIA.COM – Di tengah pesatnya kemajuan era digital ini, game online telah menjadi bagian integral dari kehidupan anak-anak. Fenomena ini menghadirkan dua sisi mata yang menarik untuk dicermati. Di satu sisi, game online dapat menjadi wadah untuk mengasah kreativitas, namun di sisi lain, ia juga dapat menimbulkan ketergantungan yang mengkhawatirkan.

    Di era digital saat ini, kita tidak bisa mengabaikan sisi positif dari game online. Banyak game modern yang dirancang untuk merangsang pikiran dan imajinasi anak-anak, menjadikannya lebih dari sekadar hiburan semata. Sebagai contoh, game yang membutuhkan strategi dan pemecahan masalah akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis.

    Tidak hanya itu, game online juga menawarkan pengalaman sosial yang menarik dan bermanfaat. Melalui permainan tim, anak-anak belajar bekerja sama, memahami pentingnya kolaborasi, dan mengasah keterampilan komunikasi yang efektif. Game yang mengharuskan pemainnya untuk berkoordinasi akan dapat membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain.

    Namun demikian, dibalik semua manfaat yang ditawarkan, terdapat resiko signifikan yang tidak boleh diabaikan yaitu ketergantungan. Game online dirancang dengan sangat menarik untuk mengikat dan membuat betah para pemainnya. Hal ini dapat menyebabkan anak anak banyak mengorbankan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk aktivitas fisik, belajar, dan bersosialisasi di dunia nyata.

    Lebih jauh lagi, ketergantungan pada game online dapat membawa dampak negatif pada hubungan sosial anak-anak. Mereka yang menghabiskan banyak waktu bermain game akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan sosial yang diperlukan untuk berinteraksi. Akibatnya, mereka bisa lebih tertutup dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik dalam situasi tatap muka.

    Kecenderungan untuk mengisolasi diri ini bisa mengakibatkan berkurangnya kesempatan untuk membangun hubungan yang sehat dan mendalam dengan teman-temannya. Hal ini dapat menghambat perkembangan kemampuan interpersonal mereka, yang sangat penting untuk kehidupan sosial di masa depan.

    Di era digital saat ini, peran aktif orang tua dan pendidik dalam edukasi penggunaan game online oleh anak menjadi sangat krusial. Edukasi mengenai penggunaan teknologi yang bijak, pengaturan waktu bermain yang seimbang, serta pemilihan game yang sesuai usia merupakan beberapa langkah yang bisa diambil untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan resiko.

    Dengan pendekatan yang tepat, game online dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung perkembangan anak bukan menjadi penghalang. Game yang dipilih dengan bijak dapat merangsang kreativitas, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, dan bahkan membantu dalam pengembangan kemampuan sosial anak.

    Kesimpulannya, game online memiliki dua sisi yang bertolak belakang, kreativitas dan ketergantungan. Tantangan kita sebagai orang tua, pendidik dan masyarakat adalah bagaimana mengarahkan anak-anak untuk mengambil sisi positif dari game online.

    Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat menikmati dunia game dengan cara yang sehat dan konstruktif, membuka pintu bagi kreativitas mereka tanpa terjebak dalam jerat ketergantungan.

    Penulis : Aria Nur Setiawan
    (Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)

  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pelecehan Seksual di Demak

    Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pelecehan Seksual di Demak

    Demak – AI (13) siswi SMP di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi korban pemerkosaan 3 orang pelaku secara bergiliran.

    Semula, korban dipaksa berhubungan badan dengan pacarnya yang berinisial N oleh ketiga pelaku kemudian direkam video.

    Usai merekam hubungan layaknya suami istri itu, para pelaku EP (31), K (32), dan JH (31) menyuruh pacar korban N pergi. Usai pacarnya pergi, AI bergantian dirudapaksa oleh 3 pelaku.

    Kasatreskrim Polres Demak, AKP Winardi, mengatakan, kejadian pemerkosaan itu bermula ketika korban bersama pacarnya pergi ke Kota Semarang pada Selasa (16/4/2024) pukul 18.30 WIB, Saat pulang ke Demak, mereka melintas Desa Jamus, Kecamatan Mranggen. Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba motor yang mereka gunakan mogok lantaran kehabisan bensin. Korban dan pacarnya N pun terpaksa harus mendorong motor.

    “Baru berjalan beberapa langkah dipergoki oleh si ketiga pelaku ini yang mana mereka (N dan pacarnya) dianggap melakukan perbuatan yang tidak senonoh,” terang Winardi saat gelar perkara di Polres Demak, Jum’at (26/4/2024).

    Ketiga pelaku menuduh korban dan pacarnya melakukan perbuatan asusila. Lantas mereka memaksa keduanya untuk bersetubuh lalu direkam video.

    Para pelaku mengancam korban dan pacarnya, apabila tidak melakukan hubungan tersebut akan diarak telanjang ke Balai Desa Jamus.

    “Saudara EP dan JH memaksa kepada korban dan pacarnya untuk melakukan hubungan suami istri,” ujar Winardi.

    Kata dia, setelah korban dan pacarnya bersetubuh, selanjutnya para pelaku menyuruh pacar korban untuk pergi.

    “Setelah pergi, ketiga pelaku ini memaksa korban untuk melayani nafsu ketiga orang tersebut, pemerkosaan atau hubungan secara bergantian,” ungkapnya.

    “Setelah selesai, korban ditinggal dan mereka pulang ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

    Atas laporan kejadian itu, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan ketiga pelaku di rumah masing-masing di wilayah Kecamatan Mranggen.

    “Sekitar hari Rabu jam 14.00, kita berhasil mengamankan para pelaku di rumah masing-masing, kebetulan mereka di Kecamatan Mranggen. Alhamdulillah, sudah kita amankan,” ungkapnya.

    Atas perbuatan bejatnya, tersangka EP, K, dan JH diperkarakan persetubuhan atau pencabulan terhadap anak. Mereka diancam dengan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 jo Pasal 76D Subsider Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 76E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

    “Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Winardi.

    (Adm)

  • Pentingnya Menjalin Hubungan Emosional Yang Baik Dengan Anak Tanpa Melibatkan Babysitter

    Pentingnya Menjalin Hubungan Emosional Yang Baik Dengan Anak Tanpa Melibatkan Babysitter

    Tuturmedia.com – Seorang anak tentu memiliki emosi yang masih labil bahkan di mata orang tua pun anak akan selalu dianggap sebagai anak kecil yang masih harus dibimbing, maka dari itu pentingnya hubungan emosi yang baik antara orang tua dan anak sangat diperlukan.

    Hubungan emosi yang baik antara orang tua dan anak sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap anak kedepannya. Seperti pepatah yang mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” seperti itu pula yang terjadi pada perilaku anak yang akan meniru perilaku orang tua mereka.

    Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi perilaku anak namun orang tua tetap memiliki peran yang paling penting dalam mendidik anaknya, oleh karena itu sebisa mungkin anak harus dididik sebaik mungkin oleh orang tua mereka secara langsung.

    Didikan yang langsung dari orang tua dengan didikan yang diberikan oleh orang lain seperti babysitter tentu memberikan efek yang berbeda bagi seorang anak. Seorang anak yang dididik oleh babysitter tentu akan lebih dekat dengan pengasuhnya daripada orang tuanya sendiri dimana hal itu yang menyebabkan kurangnya hubungan emosional orang tua dengan anak yang akhirnya menyebabkan banyaknya selisih paham antara orang tua dan anak.

    Menurut teori etologi yang dikembangakn oleh John Bowlby suatu hubungan atau ikatan psikologis antara ibu dan anak memiliki naluri alami untuk saling terikat satu sama lain sebagai cara untuk meningkatkan kelangsungan hidup.

    Bowlby menjelaskan jika manusia dapat memahami tingkah lakunya dengan mengamati lingkungan yang diadaptasinya seperti lingkungan dasar tempat berkembang. Tentunya lingkungan dasar yang dimaksud adalah lingkungan pertama seorang anak yaitu keluarga mereka terutama orang tua mereka.

    Sekarang ini marak kasus kekerasan yang diberikan oleh babysitter kepada anak asuh mereka. Tentu orang tua pun ikut andil dalam keteledoran itu karena seorang anak pada hakikatnya adalah titipan Tuhan kepada orang tua.

    Nah sangat disayangkan ketika kasus tersebut mencuat dipermukaan karena selain kekerasan fisik tentunya hal itu meninggalkan trauma tersendiri bagi seorang anak.

    Orang tua tentu bertanggungjawab atas apa yang terjadi karena mereka dengan sadar memberikan tanggungjawab mereka kepada babysitter tanpa melihat latar belakang orang yang akan mengasuh anak mereka.

    Di bawah ini adalah kita-kiat agar hubungan orang tua dan anak terjalin dengan baik:
    Menjalin komunikasi yang baik
    Meluangkan waktu untuk bersama anak
    Hindari berteriak dan bersikaplah lemah lembut pada anak agar anak merasa dekat dan terbuka.

    Berdiskusi dengan anak dan tidak langsung melarang begitu saja tanpa ada penjelasan mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan

    Biodata penulis:
    Rizka Nazhifa adalah seorang wanita berusia 20 tahun yang gemar menulis novel.

  • Festival Dolanan Anak 2023: Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional di Era Digital

    Festival Dolanan Anak 2023: Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional di Era Digital

    KUDUS, TUTURMEDIA.COM – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak cenderung lebih tertarik pada gadget dan game online. Permainan tradisional yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan mereka, kini semakin jarang dimainkan dan dikhawatirkan akan punah.

    Untuk mengatasi hal ini, Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan bersama Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengadakan Festival Dolanan Anak 2023 pada Kamis, 28 Desember 2023. Festival ini berisi berbagai lomba permainan tradisional yang lebih sehat dan bermanfaat bagi anak-anak.

    Festival Dolanan Anak ini juga menjadi ajang nostalgia bagi anak-anak dan masyarakat untuk kembali menikmati permainan-permainan tempo dulu. Tiga permainan tradisional yang diselenggarakan adalah gobak sodor, estafet egrang, dan boi-boian. Puluhan anak-anak di Kudus tampak sangat antusias mengikuti festival ini.

    Muchammad Zaini, Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan, menjelaskan bahwa tujuan festival ini adalah untuk mengenalkan anak-anak terhadap berbagai permainan tradisional. Menurutnya, lomba ini sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, melatih kreativitas mereka, serta melestarikan permainan tradisional.

    “Hari ini kita ajak anak-anak sekitar untuk lepas dari gadget, mereka akan bersosial bersama teman-temannya dan mengajak mereka bernostalgia dolanan tradisional tempo dulu,” ungkapnya.

    Zaini berharap festival ini dapat mengajarkan anak-anak untuk mengenal budaya di sekitarnya, khususnya permainan tradisional yang hampir punah.

    “Semoga festival ini dapat menjadi ikhtiar untuk masyarakat dalam menumbuhkan kebaikan dan nilai-nilai kearifan lokal di sekitar, menjadi generasi yang lebih maju dan berbudaya kedepannya,” harapnya.

    Sementara itu, Camat Dawe, Famny Dwi Arfana, mengapresiasi agenda yang diselenggarakan oleh KBPW dan Disbudpar Kudus.

    “Ini adalah permainan tradisional tempo dulu, anak-anak perlu mengenal dan sebisa mungkin ikut melestarikannya,” ungkapnya

    Lebih lanjut dia berharap, festival ini dapat menjadi contoh yang bisa diaplikasikan di sekolah dan pendidikan dasar untuk mengenalkan permainan tradisional kepada lebih banyak anak.

    “Untuk mengenalkan kepada lebih banyak anak, bisa diadakan lomba-lomba dolanan tradisional di sekolah seperti classmeeting dan lainnya,” ungkapnya.

    (Red)

  • UIN Salatiga dan AJIP Pusat Bersinergi dalam Mengembangkan Literasi Anak Usia Dini

    UIN Salatiga dan AJIP Pusat Bersinergi dalam Mengembangkan Literasi Anak Usia Dini

    Tuturmedia.com, Salatiga – Bimbingan Belajar Ayo Ngaji Pegon (AJIP) Pusat berkolaborasi dengan peneliti dan dosen Anak Usia Dini UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd. dan Dra. Widyastuti, M.Pd., serta pendiri AJIP, Ummy Dewi, dalam upaya mengembangkan literasi anak usia dini. Kolaborasi ini diumumkan di hadapan puluhan guru PAUD di Kota Salatiga dan Semarang pada Selasa, 19 Desember 2023, di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga.

    Tim peneliti memaparkan hasil penelitian mereka tentang “Suppoting Merdeka Belajar Through Utilizing Digital Literacy for Teaching English to Young Learnes”, yang berfokus pada pendekatan dan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan untuk anak usia dini.

    Sementara itu, Ummy Dewi, sebagai pendiri dan pemilik AJIP, berbagi pengalaman tentang tantangan yang dihadapi guru PAUD saat ini.

    Ummy Dewi menekankan pentingnya pengembangan diri bagi guru PAUD, baik di dalam maupun di luar sekolah. Ia juga mendorong guru-guru PAUD untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mendidik anak usia dini.

    “Guru PAUD dituntut untuk mampu mengembangkan diri di sekolah dan luar sekolah,” tuturnya.

    Selain itu, Ummy Dewi berbagi pengalaman tentang metode cepat membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan Pegon. Metode ini terdiri dari tujuh langkah, yaitu berdoa, ice breaking, repetisi, membaca modul, evaluasi, menulis, dan games.

    “Dalam menyambut hari Ibu, guru PAUD harus punya kekuatan kemandirian untuk mendidik anak anak di sekolah dan juga mampu untuk mandiri dalam penguatan ekonomi sehingga ibu ibu dapat bertahan dalam keberlangsungan hidup,” imbuhnya.

    (Red)

  • Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Seni Budaya

    Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Seni Budaya

    Tuturmedia.com – Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh generasi muda. Dalam hal ini, pendidikan dapat membantu generasi muda dalam menggapai cita-cita yang telah mereka miliki, serta turut serta mengambil peran dalam membangun suatu bangsa. Hal tersebut karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa generasi muda merupakan generasi yang akan menentukan nasib masa depan bangsa kita, yaitu bangsa Indonesia.

    Di Indonesia, pendidikan sendiri terdiri dari 3 jalur pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, dan juga pendidikan informal. Pendidikan memiliki arti yang sangat penting bagi para generasi penerus bangsa. Dengan adanya pendidikan, maka generasi muda dapat memiliki bekal dan ilmu yang cukup untuk dapat memajukan dan membangun bangsa. Pendidikan di sekolah diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki akhlak yang baik, cerdas, berprestasi, dan tentu saja berkualitas. Hal tersebut merupakan tugas yang cukup berat bagi lembaga pendidikan apabila tidak didampingi dengan dukungan dari keluarga dan juga lingkungan sekitar peserta didik.

    Berdasarkan perjalanannya, dapat kita ketahui bahwa Indonesia sendiri telah memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan setiap kebudayaan tersebut tentunya juga memiliki ciri khas atau karakteristiknya masing-masing yang dapat membedakannya dengan kebudayaan yang terdapat di daerah lain. Sebagai generasi penerus bangsa, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di sekitar kita. Apalagi kebudayaan Indonesia yang dapat menjadi ciri khas bagi suatu negara, yaitu negara Indonesia. Dalam hal ini, pendidikan Seni Budaya dapat menjadi salah satu sarana dalam membantu generasi muda untuk turut melestarikan dan menjaga kekayaan budaya yang ada di Indonesia.

    Pembelajaran Seni Budaya dapat mengajarkan peserta didik untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan tentu saja inovatif dalam membuat maupun mengembangkan karya yang akan mereka buat. Tidak jauh berbeda dengan pembelajaran Seni Budaya, generasi muda juga membutuhkan kreativitas untuk dapat turut membangun dan memajukan bangsa. Generasi muda sendiri harus memiliki kreativitas, hal tersebut karena generasi muda berjiwa kreatif akan memiliki peluang yang lebih besar di tengah adanya perkembangan zaman saat ini. Selain itu, kreativitas generasi muda juga dapat mendorong generasi muda untuk menemukan solusi yang inovatif dalam menghadapi suatu permasalahan dengan benar dan cepat.

    Kreativitas juga memiliki peran yang sangat penting dalam menemukan dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh para generasi muda. Anak muda yang kreatif biasanya akan memiliki cara pandang dan pemikiran yang lebih luas dan juga fleksibel. Dalam hal ini, mereka akan bisa menemukan inovasi baru solusi terkait dengan permasalahan yang tengah mereka hadapi. Mereka juga dapat memberikan inspirasi terhadap orang-orang yang ada di sekitar mereka dengan kreativitas dan ide-ide yang telah mereka miliki. Tidak hanya itu, kreativitas juga dapat memberikan kesempatan kepada para generasi muda dalam mempelajari berbagai hal, salah satunya keterampilan penting yang berkaitan dengan pemecahan masalah, kerjasama, dan kemandirian. Kreativitas dapat mempersiapkan generasi muda untuk lebih siap dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di sekitar mereka.

    Selain itu, ketika generasi muda mengasah kreativitas mereka maka ia akan berlatih mengenai cara beradaptasi terhadap perubahan melihat sebuah kesalahan sebagai peluang untuk belajar lagi, dan juga memandang kegagalan sebagai sebuah kesempatan untuk tetap berjuang dan bertahan. Kreativitas dapat menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi generasi muda, dimana dalam kreativitas tersebut dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, optimis, empati, hingga peka terhadap lingkungan sekitar.

    Berdasarkan beberapa hal tersebut dapat kita ketahui bahwa kreativitas sangat penting untuk dimiliki oleh para generasi muda. Keterampilan-keterampilan yang turut berkembang seiring berkembangnya kreativitas tidak hanya dapat membantu mereka dalam menghadapi suatu permasalahan yang ada di sekitar mereka, tetapi keterampilan-keterampilan tersebut juga dapat membantu generasi muda dalam menghadapi perubahan dan ujian kehidupan yang ada di sekitar mereka. Dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan salah satu asset berharga yang harus dimiliki oleh para generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman dan juga turut andil dalam memajukan kehidupan bangsa.

    Kreativitas memiliki arti yang sangat penting bagi generasi muda. Oleh karena itu, penting juga bagi kita untuk turut menumbuhkan kreativitas tersebut di kalangan generasi muda. Dalam hal ini, kreativitas dapat mulai ditumbuhkan dalam lingkungan pendidikan yaitu lingkungan sekolah, dimulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan pada tingkat pendidikan tinggi. Kreativitas dapat ditumbuhkan salah satunya melalui mata pelajaran Seni Budaya.

    Pembelajaran seni sendiri sudah mulai diperkenalkan pada generasi muda pada jenjang Sekolah Dasar dan dikenal dengan mata pelajaran SBDP. Pembelajaran tersebut memiliki peranan yang cukup besar dalam mengembangkan kreativitas peserta didik dan juga dapat membantu peserta didik dalam menyalurkan ide-ide kreatif dan imajinatif yang mereka miliki. Dalam pembelajaran ini, peserta didik dapat menyalurkan kreativitas yang mereka miliki melalui sebuah karya yang akan mereka buat. Selain itu, peserta didik juga dapat mengembangkan kreativitas yang mereka miliki melalui berbagai bidang dalam pembelajaran seni yaitu seni musik, seni tari, seni teater, dan juga kerajinan tangan.

    Kreativitas generasi muda dapat dilatih dan dikembangkan melalui pembelajaran seni tersebut. Kreativitas anak pada masa tersebut sangat beragam sesuai dengan tingkat kematangan dan perkembangan otak mereka. Oleh karena itu, untuk meningkatkan perkembangan kreativitas anak agar dapat tumbuh dengan optimal maka pendidikan seni memiliki peranan yang sangat penting yaitu sebagai sarana yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik dalam mengekspresikan jiwa dan pikiran yang mereka miliki melalui karya-karya yang akan mereka buat.

    Dimana dalam pembelajaran seni, anak-anak akan didorong untuk terus berpikir dengan kritis dan kreatif ketika akan membuat atau menampilkan sebuah karya. Melalui pembelajaran tersebut peserta didik dapat mengembangkan kreativitas yang mereka miliki dan juga menemukan solusi terbaik terkait dengan suatu permasalahan yang mereka hadapi dalam pembuatan karya maupun permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang ada di sekitar mereka. Peningkatan kreativitas peserta didik juga dapat dikembangkan melalui pemberian tugas untuk membuat sebuah karya melalui kerajinan tangan, menampilkan sebuah pentas drama, maupun bersama-sama melakukan sebuah apresiasi karya seni.

    Devi Fitriyani, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.

    Mahasiswa PGSD, Dosen FIPP Universitas Negeri Semarang

  • Cegah Pernikahan Dini, KKN IKMB 116 IAIN Kudus Adakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak

    Cegah Pernikahan Dini, KKN IKMB 116 IAIN Kudus Adakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak

    Tuturmedia.com, Blora – Kelompok KKN IKMB IAIN Kudus 116 Desa Tinapan mengadakan Sosialisasi Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak yang bertempatkan di kediaman Bapak Sunandar Kepala Dusun Kalonan Desa Tinapan. Dengan narasumber Aliya Karima mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, kegiatan ini dihadiri oleh remaja perdukuhan setempat, Sabtu, (23/09/2023).

    Sosialisasi ini bertujuan guna Pencegahan Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak menurut Undang – Undang. Diikuti sekitar 20 peserta kegiatan ini berjalan dengan lancar.

    ” Pernikahan dini tidak hanya merugikan pada diri sendiri, namun juga dapat memengaruhi generasi penerus kedepannya, ” ujar Ketua KKN IKMB 116, Siti Fariha Rosyidah.

    Tidak hanya penyampaian materi saja, kegiatan ini juga diisi dengan quiz berupa pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dan moderator dengan doorprize menarik.

    Kegiatan sosialisasi ini juga turut dihadiri Karang Taruna Dukuh Kalonan Desa Tinapan, dan Anggota Pengadilan Agama dari warga setempat.

    Aliya Karima selaku narasumber menghimbau agar remaja yang ada di Desa Tinapan bisa lebih melek dalam menentukan masa depan.

    “Adik-adik usia sekolah menengah keatas harus bisa memahami bahwa pernikahan dini bukanlah satu-satunya jalan untuk melanjutkan kehidupan, ” ujarnya.

    (Red)

  • Staccato Music Course Asah Mental Anak Bermain Musik di Acara Anniversary

    Staccato Music Course Asah Mental Anak Bermain Musik di Acara Anniversary

    Tututmedia.com, Pati – Dalam memperingati aniversary yang ke-11, Staccato Music Course mengajarkan puluhan anak didiknya untuk mengasah mental individu dengan pentas langsung di hadapan para penonton, Minggu, (23/07/2023).

    Acara yang bertempat di Zaito Cafe tersebut, diikuti kurang lebih sebanyak 60 peserta yang dibagi menjadi 40 penampilan.

    “Ini untuk melatih mental anak didik, kita adakan konser tahunan, karena ini adalah salah satu program untuk siswa kami tampil. Kita hadirkan 40 penampilan, terdiri dari penampilan solo dan penampilan band,” ucap Stefanus Adirahma, selaku pimpinan kelas musik.

    Adi juga mengungkapkan, selama sebelas tahun membuka kelas musik, acara seperti ini selalu diadakan pada setiap tahunnya, dengan tujuan anak didik bisa semakin berkembang dalam mendalami dunia musik.

    Saat ini tercatat ada 125 anak didiknya yang belajar alat musik mulai dari biola, drum, gitar, instrumen, piano. Staccato juga mengajarkan kelas lainnya seperti kelas band, vocal dan yang lainnya.

    Disamping untuk menyalurkan hobi maupun bakat anak, Adi berambisi membawa para anak didiknya agar pandai bermain musik secara personal dan bisa menjuarai kompetisi-kompetisi musik tingkat daerah hingga nasional.

    “Kita latih anak-anak untuk tampil di depan umum, serta memberikan pengalaman mereka untuk tampil. Karena kalau mereka hanya belajar, pasti akan berbeda saat mereka tampil di panggung. Itu menjadi pengalaman yang luar biasa bagi siswa kami,” terangnya.

    Staccato musik yang beralamat di Desa Kutoarjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, kini mempunyai ratusan murid yang tersebar dari penjuru Pati dan sekitarnya.

    Kedepannya Adi berharap, kelak nanti ada generasi muda yang mampu membawa nama Pati ke Kancah Nasional dengan jalur musik. Sehingga bisa membanggakan orang banyak.

    (Red)