KUDUS – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, SD 1 Undaan Kidul di wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan makna.
Beragam aktivitas edukatif serta pembiasaan positif disusun dan dilaksanakan sejak dini hari, dengan tujuan utama membentuk kepribadian siswa sekaligus menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam
Menurut Kepala Sekolah SD 1 Undaan Kidul, Fauziah Nor, seluruh rangkaian acara telah dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Sebagai pembuka, diterapkan pembiasaan rutin di mana para guru menyambut kedatangan siswa tepat di depan gerbang sekolah dengan bersalaman dan menyapa ramah. Kebiasaan ini sengaja dijalankan untuk menanamkan nilai kesopanan serta mempererat ikatan emosional antara pendidik dan peserta didik.
“Setiap pagi kami biasakan anak-anak untuk berinteraksi dengan guru melalui salam dan senyum. Ini penting untuk membangun karakter mereka sejak dini,” ujarnya.
Setelah sambutan pagi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi literasi, yang diharapkan mampu membangkitkan ketertarikan siswa terhadap dunia baca serta membiasakan mereka memiliki kebiasaan belajar yang baik dan teratur. Rangkaian kemudian berlanjut dengan pelaksanaan upacara bendera, momen penting yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
Selain kegiatan yang bersifat formal, suasana semakin meriah dengan penampilan-penampilan kreatif yang ditampilkan oleh para siswa. Beragam pertunjukan disajikan, mulai dari nyanyian bertemakan kepramukaan, pertunjukan seni, hingga tarian yang diangkat dengan pesan utama tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan sekitar,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, pada peringatan kali ini sekolah juga memberlakukan aturan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, khususnya yang berbahan plastik. Seluruh siswa diimbau dan diwajibkan membawa wadah minum dan tempat makan pribadi dari rumah, sebagai upaya meminimalisir timbulnya sampah di lingkungan sekolah.
Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan menjadi salah satu cara mendidik secara langsung agar para siswa memahami dampak penggunaan plastik bagi alam dan belajar untuk hidup lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin membiasakan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan mengurangi sampah plastik. Ini bagian dari pendidikan karakter juga,” tambah Fauziah.
Setelah rangkaian upacara dan penampilan seni selesai, para siswa kemudian diajak turun langsung ke lapangan dan area sekolah untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Melalui aktivitas ini, pihak sekolah berharap rasa tanggung jawab dan kepekaan terhadap kebersihan tertanam kuat dalam diri siswa sejak usia dini.
Fauziah Nor menegaskan, bagi lembaganya, peringatan Hardiknas tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Hari bersejarah ini dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas pendidikan karakter, di mana sekolah menyadari bahwa tugas mendidik tidak hanya berfokus pada penguasaan materi pelajaran, tetapi lebih luas lagi membentuk akhlak mulia dan perilaku positif siswa.
“Hardiknas ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus membentuk karakter anak-anak agar menjadi pribadi yang berakhlak baik, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.
(red)
