Selama KKN di Karangtowo, Mahasiswa MIT 22 Posko 73 Dirikan “Rumah Belajar” untuk Anak Desa

Demak, Pendidikan22 Dilihat

Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) 22 Posko 73 meluncurkan program pendampingan pendidikan bertajuk “Rumah Belajar” di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah. Program edukasi ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu untuk mempermudah akses belajar bagi anak-anak desa setempat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Rumah Belajar dibagi ke dalam dua lokasi berbeda. Pada hari Senin dan Selasa, kegiatan berpusat di TPQ Darussalam Dusun Karang Panas. Sementara pada hari Rabu, pendampingan belajar bertempat di rumah Ibu Kadus Bu Nur yang berlokasi di Dusun Gawing.

Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 73, Muhammad Miftahul Khoir, menjelaskan bahwa seluruh anggota mahasiswa KKN dilibatkan secara aktif sebagai pengajar. Para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendampingi para siswa secara intensif dan terstruktur berdasarkan jenjang tingkatan kelas, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 sekolah dasar. Pembagian kelompok ini dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih fokus, efektif, serta relevan dengan tingkat kesulitan materi masing-masing jenjang pendidikan.

“Banyak anak yang sering kali mengalami kesulitan saat menyelesaikan tugas sekolah di rumah atau memerlukan penjelasan tambahan terkait materi pelajaran tertentu. Melalui kehadiran Rumah Belajar yang tersebar di Karang Panas dan Gawing ini, kami ingin memberikan wadah bagi adik-adik untuk belajar bersama dan berkonsultasi secara langsung dengan mahasiswa,” ujar Miftah.

Dalam sesi pembelajaran, Yahya hadir membawakan materi pendampingan secara interaktif, komunikatif, dan ramah anak. Iksan menjelaskan secara rinci bahwa kegiatan Rumah Belajar tidak hanya berfokus pada penyelesaian Pekerjaan Rumah (PR) semata, tetapi juga memberikan penjelasan singkat namun mendalam untuk memperkuat pemahaman dasar anak-anak terhadap materi pelajaran utama seperti matematika, bahasa Indonesia, dan sains.

Tak hanya membantu pengerjaan tugas sekolah sehari-hari, Yahya bersama seluruh tim pengajar KKN MIT 22 Posko 73 juga memperkenalkan beberapa metode belajar efektif yang telah disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan psikologis tiap kelompok kelas. Pertama, penerapan metode membaca aktif dan mengenal huruf secara menyenangkan bagi kelompok kelas rendah (kelas 1 dan 2) agar mereka memiliki fondasi literasi yang kuat sejak awal. Kedua, metode latihan soal interaktif yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan berhitung secara mandiri tanpa rasa takut salah.

Ketiga, pembuatan sesi diskusi kelompok kecil untuk tingkat kelas atas (kelas 4, 5, dan 6) yang bertujuan melatih keberanian anak dalam bertukar pikiran, memecahkan masalah bersama, dan menyampaikan pendapat di depan umum. Serta keempat, penggunaan media pembelajaran visual dan alat peraga yang menarik agar materi pelajaran yang selama ini dianggap sulit dapat menjadi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan bagi peserta didik.

“Belajar tidak harus terasa menakutkan atau menjadi beban bagi anak-anak. Melalui pendampingan di Rumah Belajar ini, kami berharap adik-adik di tiap kelompok kelas bisa memahami materi pelajaran dengan lebih mudah, merasa terbantu saat mengerjakan PR, serta tumbuh rasa percaya dirinya dalam berprestasi di sekolah,” jelas Yahya saat mendampingi para siswa di lokasi kegiatan.

Selain memaparkan metode belajar yang menyenangkan, Ahmad Iksan Hadi Wibowo, Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan juga menjabarkan berbagai manfaat penting dari pendampingan belajar yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan kedisiplinan belajar anak di rumah, mengurangi rasa jenuh dan frustrasi akibat kesulitan memahami pelajaran sendirian, serta membangun rasa saling peduli, kebersamaan, dan kerja sama yang erat antar sesama teman sebaya.

Setelah pemaparan materi, pengerjaan tugas bersama, serta diskusi kelompok selesai dilaksanakan, suasana pembelajaran ditutup dengan sesi penyampaian pesan dan kesan dari peserta didik. Salah satu siswa menyampaikan kesannya dengan penuh semangat setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Rumah Belajar tersebut.

“Terima kasih Kak atas bimbingan dan pengajarannya. Kami semua jadi tersadarkan bahwasanya belajar itu sangat menyenangkan dan kami jadi lebih mudah paham saat mengerjakan tugas sekolah,” ungkap salah satu siswa dengan antusias.

Melalui program Rumah Belajar yang diadakan secara rutin di TPQ Darussalam dan rumah Bu Nur ini, tim KKN MIT 22 Posko 73 berharap para siswa di Desa Karangtowo dapat terus memelihara semangat dalam menuntut ilmu. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan di Desa Karangtowo sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan penuh dengan kasih sayang.

Penulis: Vina Lestari