Safira Dwi Meilani Terima KONI Award, Bukti Konsistensi Atlet Asal Kudus  

Kudus682 Dilihat

KUDUS – Atlet pencak silat dari Kabupaten Kudus, Safira Dwi Meilani, berhasil meraih penghargaan KONI Award untuk pertama kalinya. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi serta prestasinya yang telah membawa nama baik daerah hingga tingkat internasional, antara lain melalui ajang SEA Games dan kejuaraan dunia.

Safira menyampaikan rasa syukur dan haru atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, KONI Award tidak hanya menjadi simbol prestasi, melainkan juga pengakuan terhadap perjuangan panjang atlet dalam menjaga performa dan dedikasi di bidang olahraga.

“Alhamdulillah, ini pertama kali saya menerima KONI Award. Saya sangat berterima kasih kepada KONI Kabupaten Kudus yang memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi,” ujar Safira.

Sebelumnya, sepanjang kariernya Safira telah meraih tiga medali emas di ajang internasional, yaitu dari kejuaraan dunia serta SEA Games 2023 dan SEA Games 2025. Prestasi terbarunya diraih pada laga final di Thailand dalam kelas tanding putri 50–55 kilogram, ketika ia berhasil mengalahkan atlet dari Vietnam.

Safira menegaskan bahwa dirinya tetap optimis untuk terus tampil di kompetisi internasional. Meskipun pernah mengalami cedera ringan pada bagian kaki, ia memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus berprestasi.

“Ruang untuk berprestasi masih ada. Saya ingin terus berkarya dan memberikan yang terbaik selama masih diberi kesempatan,” katanya.

Selain berkarir sebagai atlet, Safira juga sedang menempuh pendidikan pascasarjana. Ia mengapresiasi dukungan dari kampus yang memberikan dispensasi dan kemudahan akademik agar ia dapat menyeimbangkan antara pendidikan dan karier olahraga.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistyanto, menyatakan bahwa KONI Award merupakan agenda perdana yang diselenggarakan untuk menghargai seluruh insan olahraga yang berkontribusi pada prestasi daerah.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk atlet, tetapi juga pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, perusahaan, hingga institusi pendidikan yang selama ini mendukung kemajuan olahraga di Kudus,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak cabang olahraga di Kudus yang berkembang berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, perguruan tinggi, hingga sekolah yang menyediakan kelas khusus olahraga. Menurutnya, kemajuan olahraga tidak dapat berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi dari banyak elemen.

Sulistyanto menambahkan bahwa anggaran penyelenggaraan KONI Award sepenuhnya bersumber dari internal KONI. Meskipun jumlahnya terbatas, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penghargaan tersebut di tahun-tahun mendatang.

“Kami berharap KONI Award bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Kudus untuk terus berprestasi dan menembus level nasional hingga internasional,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *