Perkuat Gizi Anak, Gerakan Gemarikan Didorong Tekan Angka Stunting di Kudus

Kudus23 Dilihat

KUDUS – Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Kudus terus digalakkan melalui Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kegiatan yang dihadiri masyarakat, kader PKK, hingga keluarga yang memiliki balita ini menjadi sarana penting untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anggota DPR RI Hindun Anisah menyampaikan bahwa program Gemarikan secara rutin digelar sebagai wujud kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi IV DPR RI.

Menurutnya, kekayaan sumber daya perikanan Indonesia melimpah sehingga seharusnya tidak ada kendala bagi masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu harian keluarga.

Ia mengajak seluruh keluarga membiasakan konsumsi ikan sejak usia dini. Kandungan protein serta asam lemak omega-3 pada ikan dinilai sangat berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, mencegah terjadinya stunting, sekaligus mendukung pembentukan kecerdasan yang optimal.

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya hasil perikanan. Karena itu, mari menjadikan makan ikan sebagai kebiasaan keluarga agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dan angka stunting dapat ditekan,” ujarnya.

Hindun menambahkan, jenis ikan lokal yang banyak tersedia memiliki kandungan gizi setara dengan ikan impor. Sebagai contoh, ikan kembung yang mudah didapat dan harganya terjangkau ternyata memiliki kandungan omega-3 yang tinggi, sehingga sangat layak menjadi pilihan menu bergizi sehari-hari.

Bagi anak-anak yang belum terbiasa dengan aroma ikan, ia menyarankan agar ikan diolah menjadi berbagai sajian seperti abon, bakso, hingga nugget ikan. Kreativitas dalam pengolahan makanan disebut menjadi kunci agar anak-anak dapat menerima ikan tanpa merasa terpaksa atau bosan.

Ia berharap pelaksanaan Gemarikan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan diikuti tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga pemerintah desa untuk terus menyebarluaskan kampanye konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Selain menyampaikan sosialisasi, Hindun juga menyerahkan bantuan berupa ikan kepada peserta serta sejumlah program pemberdayaan dari mitra Komisi IV DPR RI, meliputi program Kebun Bibit Rakyat dan bantuan ayam petelur yang diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf kesejahteraan warga.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endah Sam’ani menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu strategi utama dalam mempercepat penurunan angka stunting. Ikan, katanya, sebaiknya sudah mulai diperkenalkan sejak masa pemberian makanan pendamping ASI dengan bentuk olahan yang disesuaikan dengan kemampuan menelan dan pencernaan anak.

Ia menjelaskan, Kabupaten Kudus kini telah memiliki jaringan Kedai Balita di berbagai wilayah yang membantu orang tua mendapatkan contoh menu bergizi sesuai tahapan usia anak. Melalui fasilitas tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pola makan sehat balita semakin meningkat.

“Protein tidak hanya berasal dari telur atau ayam. Ikan juga harus menjadi bagian dari menu harian balita karena kandungan gizinya sangat baik untuk pertumbuhan,” katanya.

Endah menyampaikan pencapaian membanggakan sekaligus mendorong semangat bersama, yakni angka stunting di Kabupaten Kudus telah berhasil turun hingga mencapai angka 3,7 persen.

Keberhasilan tersebut merupakan buah kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, instansi terkait, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, hingga partisipasi masyarakat luas.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat kasus stunting yang tercatat di wilayah Kecamatan Kota sehingga memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih khusus. TP PKK bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan akan terus memperkuat edukasi gizi, meningkatkan pelayanan di Posyandu, serta memperketat pemantauan tumbuh kembang balita agar angka stunting terus menurun hingga mencapai titik terendah.

Endah juga mengimbau para orang tua agar rutin memanfaatkan layanan yang tersedia di Posyandu dan aktif mencari referensi sehat dalam mengolah makanan bergizi melalui berbagai sumber informasi, termasuk media digital.

“Dengan pembiasaan makan ikan sejak dini serta dukungan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Kabupaten Kudus dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya.

(red)