Liga Desa Kudus Jadi Ruang Positif Berolahraga dan Bersilaturahmi

Kudus644 Dilihat

KUDUS – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Liga Desa di Kabupaten Kudus. Kegiatan olahraga antar desa yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Desa dinilai sukses berjalan, penuh dengan sportivitas, dan memiliki potensi untuk diadakan secara berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang.

Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Farida Kuria Ningrum, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Liga Desa. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif Bupati Kudus, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kabupaten Kudus. Dukungan dari Bupati dan seluruh pihak luar biasa dalam menyukseskan kegiatan Liga Desa ini. Ini menjadi bagian penting dari agenda Kemendes dalam menyambut Hari Desa yang akan digelar pada 15 Januari 2026,” ujarnya.

Ia menilai bahwa Liga Desa bukan sekadar ajang kompetisi olahraga semata, melainkan juga berfungsi sebagai wadah untuk membangun sportivitas, kebersamaan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat desa. Melihat antusiasme yang tinggi dari peserta dan penonton, Kemendes PDT membuka peluang untuk melakukan evaluasi dan melanjutkan kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya.

Mengenai pengembangan kegiatan ke depannya, Farida menjelaskan bahwa untuk sektor olahraga, fokus saat ini masih ditempatkan pada Liga Desa dengan cabang olahraga sepak bola. Selain itu, rangkaian kegiatan Hari Desa 2026 juga akan diisi dengan berbagai aktivitas lain yang bertujuan untuk mengangkat potensi desa di berbagai bidang.

“Seperti pembuatan video sinematik desa, penguatan ekonomi melalui BUMDes, lomba desa wisata Nusantara, lomba ketahanan pangan, serta kompetisi tematik lainnya yang mendorong kemandirian desa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa pertandingan babak penalti Liga Desa yang digelar telah berjalan lancar dan aman, meskipun sempat diwarnai oleh beberapa dinamika yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan bahwa adanya perbedaan pendapat selama pertandingan merupakan hal yang wajar, selama semua pihak tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Ada sedikit protes, tapi bisa diselesaikan dan pertandingan tetap berlangsung aman. Ini bukti antusiasme masyarakat desa yang luar biasa,” kata Sam’ani.

Menurutnya, Liga Desa telah menjadi ruang positif bagi masyarakat desa untuk berolahraga, menjalin silaturahmi, serta membangun koordinasi yang baik antar desa. Ia berharap dari kompetisi ini dapat lahir bibit-bibit atlet sepak bola yang unggul, yang nantinya memiliki potensi untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

“Kalau bisa dimulai dari anak-anak, dari SSB, lalu menjadi bank pemain untuk klub daerah seperti Persiku maupun klub lainnya. Olahraga ini bukan hanya soal menang, tapi membangun generasi sehat dan cinta desa,” jelasnya.

Sam’ani juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama pelaksanaan pertandingan. Ia mengingatkan agar emosi para peserta dan pendukung di lapangan tetap dapat terkendali, demi menjaga persatuan dan keharmonisan antar desa.

“Kepala boleh panas, tapi hati tetap dingin. Sportivitas harus dijaga,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Kemendes PDT berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Liga Desa kali ini, agar di masa depan kegiatan tersebut dapat digelar dengan lebih baik, tertib, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan desa serta pembinaan olahraga di tingkat akar rumput.

(red)