La Fuga Coffea : Ruang Pelarian dengan Kopi Berkualitas Harga Terjangkau

Kudus791 Dilihat

KUDUS – Di tengah persaingan kedai kopi yang semakin beragam di Kabupaten Kudus, La Fuga Coffea yang berada di Kecamatan Mejobo menghadirkan konsep yang berbeda.

Kafe ini menawarkan kopi berkualitas dengan harga yang terjangkau, menargetkan segmen pasar menengah ke bawah tanpa mengurangi kualitas bahan baku yang digunakan.

Owner La Fuga Coffea, Risad, menyampaikan bahwa nama La Fuga berasal dari bahasa Spanyol yang berarti kabur.

Filosofi di balik nama tersebut adalah menyediakan ruang untuk berlindung sejenak dari rutinitas rumah, sekolah, maupun pekerjaan.

“Intinya kabur sebentar dari aktivitas yang bikin penat. Datang ke sini, ngopi, santai,” ujarnya.

Meskipun awal konsep La Fuga sudah ada sejak tahun 2020, Risad menegaskan bahwa pengelolaan secara serius baru dimulai pada tahun 2025.

Ia melihat peluang besar di Kudus, terutama karena banyaknya coffee shop yang selalu ramai pengunjung. Namun, menurutnya, sebagian kafe masih menetapkan harga yang cukup tinggi bagi sebagian kalangan.

“Empat orang ngopi bisa habis hampir Rp100 ribu, itu cuma minumnya saja. Saya ingin bikin tempat yang lebih ramah di kantong,” katanya.

Oleh karena itu, La Fuga Coffea menetapkan harga minuman mulai dari Rp10.000. Sementara itu, sebagian besar menu makanan memiliki harga di bawah Rp20.000.

Keunggulan lainnya yang ditawarkan adalah penggunaan fresh milk, bukan susu UHT, untuk hampir seluruh menu minuman berbasis susu.

Biji kopi yang digunakan merupakan racikan khusus dari Pulau Jawa, sedangkan susu diperoleh langsung dari supplier agar harga tetap bisa bersaing.

“Fresh milk itu identik dengan mahal. Tapi di sini kami buktikan tetap bisa terjangkau,” jelasnya.

Dalam hal pasar, La Fuga Coffea masih tergolong baru dengan waktu operasional sekitar 8 bulan. Namun, Risad menyatakan bahwa grafik kunjungan pengunjung cukup stabil dan menunjukkan tren positif.

“Kurvanya nggak pernah jatuh jauh. Hari Rabu-Kamis biasanya agak flat karena orang sibuk, tapi Jumat sampai Minggu naik. Uniknya, Selasa justru sering ramai,” ungkapnya.

Saat ini, menu paling favorit adalah Es Kopi Setaman yang menjadi primadona penjualan. Untuk menu non-kopi, pilihan masih terbatas, namun nasi goreng menjadi salah satu menu berat yang cukup diminati. Ke depan, La Fuga Coffea berencana menambah variasi menu makanan berat, camilan, serta jenis kopi baru.

Risad juga mengungkapkan rencananya untuk menghadirkan kopi susu creamy yang sedang populer di Jakarta, seperti gaya kopi Tuku, namun tetap menjaga harga di bawah Rp20.000.

“Kami ingin masuk ke market middle, bukan sekadar middle to low. Kopinya double shot tapi tetap balance, jadi orang yang nggak kuat kopi masih bisa menikmati,” ujarnya.

Dari sisi desain, La Fuga Coffea mengusung konsep yang sederhana tanpa tema khusus. Inspirasi desain banyak diambil dari media sosial dan Pinterest, dengan ciri khas pintu kecil dan fasad yang tertutup yang justru memberikan kesan unik.

“Awalnya mau pintu besar, tapi malah kelihatan biasa. Setelah dicoba ditutup dan pintunya kecil, ternyata lebih estetik,” katanya.

Dengan konsep harga terjangkau, kualitas bahan baku yang baik, serta suasana yang santai, La Fuga Coffea berharap dapat menjadi pilihan alternatif bagi warga Kudus untuk berlari sejenak dari rutinitas tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

(red)