Lawan Banjir Tahunan, Warga Karangrowo Uruk Jalan Sepanjang 1,5 Km secara Swadaya

Kudus46 Dilihat

KUDUS — Menghadapi ancaman banjir tahunan yang kerap melumpuhkan akses, warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, berinisiatif melakukan pengurukan jalan lingkungan secara swadaya. Upaya gotong royong ini menjadi solusi darurat yang mereka tempuh agar mobilitas harian warga tidak terhenti.

Pengurukan fokus dilakukan pada jalur terendah di wilayah tersebut, yang seringkali menjadi titik genangan air paling parah saat curah hujan tinggi. Jalan yang diperbaiki membentang sepanjang hampir 1,5 kilometer, dengan prioritas pada segmen terdalam sekitar 350 meter. Warga menargetkan peninggian jalan hingga 80 sentimeter, memastikan jalur tersebut tetap bisa dilalui bahkan saat debit air meningkat signifikan.

Siswoyo, salah seorang warga Dukuh Krajan, mengungkapkan bahwa proses pengurukan sudah berjalan sekitar delapan hari. Material padas putih dikumpulkan berkat semangat gotong royong warga.

“Setiap satu orang membantu sekitar lima dam truk padas. Total sementara sudah 115 dam. Ini murni swadaya masyarakat, ada yang menyumbang material, ada juga yang membantu uang sekitar Rp 500 ribu,” ujarnya.

Menurut Siswoyo, wilayah mereka memang rentan banjir karena lokasinya yang berada di dataran rendah. Ketika air pasang, tak jarang sebagian warga harus mengungsi. Kondisi inilah yang mendorong warga RT 1 dan RT 3 bersepakat untuk melakukan pengurukan bersama, tanpa menunggu bantuan dari pihak lain.

“Kami ingin jalan ini bisa dilewati meski banjir. Minimal motor dan pejalan kaki tetap bisa lewat,” tambahnya.

Inisiatif pengurukan jalan ini juga telah mendapatkan restu dari pemerintah desa. Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, membenarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan murni warga dan didukung penuh oleh pihak desa.

“Ini murni inisiatif warga. Kami dari desa mendukung karena semangat gotong royongnya luar biasa,” kata Heri.

Heri menjelaskan, jalan yang diperbaiki berstatus jalan desa dan telah menjadi masalah rutin setiap musim hujan. Ia menambahkan, ratusan warga dari satu RW terlibat dalam kegiatan ini, dengan sekitar lima hingga enam orang bekerja setiap harinya untuk pengurukan.

Mengenai penanganan jangka panjang, Heri menyebutkan bahwa pemerintah desa akan berupaya mengajukan proposal ke tingkat kabupaten agar jalan tersebut dapat memperoleh penanganan permanen, seperti pengaspalan atau peninggian struktur jalan.

“Usulan sudah pernah disampaikan secara lisan ke beberapa anggota dewan. Ke depan akan kami dorong secara administratif agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Meski demikian, Heri menekankan bahwa langkah warga saat ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas sosial di Desa Karangrowo. Di tengah keterbatasan, warga memilih bersatu dan bahu-membahu memperbaiki lingkungan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *