Ketua Umum Jagatara Indonesia Dorong Dialog Konstruktif, Fokus Tangani Masalah, dan Perkuat Persatuan

Sleman – Rio Alfian Rosid, Ketua Umum Jagatara Indonesia, menyampaikan pesan tegas mengenai tanggung jawab generasi muda dalam merawat keutuhan bangsa. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan “Refleksi Kebangsaan Batch I: Gliyak-Gliyak Kamardikan, Kolaborasi Generasi Muda untuk Indonesia Raya” yang digelar bersama sejumlah organisasi di Maguwoharjo Football Park, Sleman, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pada kesempatan itu, Rio Alfian Rosid memaparkan tiga hal utama dalam refleksi kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun ruang dialog yang sehat, konstruktif, dan berorientasi pada solusi tanpa disertai kekerasan maupun kericuhan. Tidak kalah penting, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan nasional demi mencegah perpecahan akibat hoaks dan kepentingan politik tertentu.

“Kami mendorong pemerintah dan masyarakat untuk fokus menangani berbagai permasalahan yang masih terjadi di Indonesia. Kami juga mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog yang konstruktif dan solutif tanpa kekerasan atau kericuhan. Selain itu, kami menyerukan penguatan persatuan nasional agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh hoaks dan kepentingan politik tertentu. Mari Jaga Indonesia!,” ujar Rio.

Rio berpandangan bahwa sinergi lintas organisasi kepemudaan merupakan langkah penting untuk mempererat koordinasi antar elemen pemuda. Ia menyebut Refleksi Kebangsaan Batch I sebagai ruang nyata bagi anak muda untuk saling bertemu, bertukar pikiran, dan menyelaraskan cara pandang dalam menjawab tantangan kebangsaan.

“Generasi muda tidak boleh berdiam diri. Kita harus terlibat aktif dalam mencari solusi atas persoalan bangsa. Kolaborasi seperti ini adalah bukti bahwa pemuda mampu bekerja bersama secara nyata, bukan hanya wacana,” tegas Rio.

Rio juga mengungkapkan bahwa Jagatara Indonesia bersama sejumlah organisasi telah menyiapkan rencana pelaksanaan Refleksi Kebangsaan Batch II dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

“Kami sudah merencanakan Batch II dengan konsep yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti di Yogyakarta, tetapi juga dapat dilaksanakan di daerah lain,” ujar Rio.

Di akhir pernyataannya, Rio menegaskan kembali komitmen Jagatara Indonesia untuk terus mendorong hadirnya program kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi kepemudaan di Indonesia.