Kemenag di UIN Mataram Bahas Beasiswa Hingga Riset Indonesia Bangkit

Nasional78 Dilihat

Mataram—Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat Jenderal terus mendorong agar para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melakukan riset dan memanfaatkan pendanaan beasiswa untuk meningkatkan kualitasnya.

 

“Menyambut Indonesia Emas 2045 mutlah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, karenanya para dosen harus menempuh jenjang Pendidikan tertinggi, hingga doktor”, tegas Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), pada acara Pertemuan Exsekutif Pimpinan UIN Mataram, pada Kamis (26/02/2026).

 

Sejak 2022 Kemenag berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, telah memberikan pembiayaan untuk Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), bagi dosen PTK, dosen Agama di PTU dan Ma’had Aly serta aktor Pendidikan Keagamaan lainnya, seperti Guru, Ustadz, Kyai, Guru PAI di Sekolah, Tendik, Alumni Pendidikan Keagamaan, hingga pegawai Kementerian Agama.

 

Dihadapan puluhan Pimpinan UIN Mataram Ruchman menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Puspenma Kembali akan merekrut calon Awardee BIB untuk kurang lebih 1.900 orang, S1-S3 di Dalam dan Luar Negeri. “Dosen-dosen baru UIN Mataram yang sudah PNS segera studi lanjut S3, terutama ke Luar Negeri untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi di kancah nasional bahkan internasional”, harap Alumni IAIN Walisongo ini.

 

“BIB Kemenag memberikan full pendanaan dari mulai biaya studi, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, dana seminar internasional, penulisan jurnal internasional, desertasi, hingga tunjangan keluarga”, terang Ruchman.

 

Selain soal BIB Kemenag, Ruchman juga mengajak kepada para dosen untuk memanfaatkan pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang sering disebut dengan MoRA The Air Funds. Pendanaan riset kolaboratif antara Kemenag dengan LPDP, untuk mendorong agar para dosen melakukan riset berdampak bagi pembangunan nasional.

“UIN Mataram Adalah PT yang terbanyak mendapatkan Riset Indonesia Bangkit tahun 2024 dan 2025 baik jumlah tim maupun nilai nominal yang dikelolanya”, kata Ruchman.

 

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) meminta agar para dosen dengan dikomandani LPPM untuk mempersiapkan proposal riset terbaiknya, untuk berkompetisi di tahun 2026 ini. “Insya Alloh akan kami buka pendaftarannya pada bulan Mei 2026, agar para dosen semangat melakukan penelitian dan memberikan sosulsi atas problem-problem social kemasyarakatan”, katanya.

 

Sementara itu Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Thahir, M.Ag menyambut bai katas program-program Puspenma, baik riset, beasiswa, dan juga KIP Kuliah. “UIN Mataram sangat siap dan terus mendorong kepada para dosen untuk ikut ambil bagian program-program strategis ini”, kata Masnun.

 

Masnun juga memberikan apresiasi atas langkah cepat Puspenma dalam memberikan layanan pendanaan riset dan juga beasiswa. “Para dosen dan Pimpinan UIN Mataram siap menjadi mitra strategis baik dalam optimalisasi layanan riset dan beasiswa, karena kami sangat membutuhkannya”, terang Alumni UIN Jogjakarta ini.

 

Hadir dalam Pertemuan Eksekutif Pimpinan UIN Mataram, Ketua Tim Kerja Kerjasama, Investasi Pendidikan dan Riset Puspenma Hendro Dwi Antoro, Wakil Rektor 1 Prof. Adli Fadli, Wakil Rektor III Prof. Jumarin, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Mataram Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag, M.Pd.I, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga dan Kepala Pusat serta sejumlah dosen.(Maria Ulfah)