Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 dari Kudus Masih Menanti Kepastian

Kudus23 Dilihat

KUDUS — Keluarga dua warga Kabupaten Kudus yang menjadi penumpang dalam musibah KM Virgo Transport 8 hingga saat ini masih menanti kabar pasti mengenai keberadaan mereka, yakni Yusuf Farizal dan Muhammad Adam. Proses pencarian terus berjalan sejak keduanya dilaporkan hilang kontak saat kapal berada di tengah perjalanan.

Titin Safitri, tante dari kedua korban, menjelaskan bahwa Yusuf merupakan anak sulung dari kakaknya, sedangkan Muhammad Adam adalah anak bungsu. Keduanya bekerja di bidang ekspedisi dan tercatat sebagai korban dalam musibah kapal tersebut.

“Yusuf berangkat bersama Adam untuk bekerja. Keduanya diperkirakan berangkat pada Jumat dan masuk kapal pada Sabtu. Komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 02.00 hingga 03.00,” bebernya.

Titin mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Adam melalui pesan WhatsApp pada hari Sabtu. Saat itu, Adam bahkan masih membantu persiapan hajatan keluarga sebelum berangkat menuju kapal.

Kabar musibah pertama kali diterima keluarga pada hari Minggu sekitar pukul 07.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan istri Yusuf, Umi, melalui grup keluarga, sekaligus meminta doa untuk keselamatan suaminya dan Adam.

Setelah menerima kabar tersebut, Titin segera menghubungi Muhammad Rifai, saudara korban yang juga bekerja di bidang yang sama. Dari percakapan itu diketahui bahwa nama Yusuf dan Adam tercatat dalam daftar penumpang atau manifes kapal.

Awalnya keluarga berupaya menutupi kabar ini dari ibu mereka. Namun, sang ibu akhirnya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat informasi yang tersebar di media sosial TikTok dan langsung menanyakan langsung kepada keluarga.

Diketahui, Yusuf telah berkeluarga dan memiliki empat orang anak yang masih kecil. Sementara Adam belum menikah; ia baru saja melangsungkan pertunangan sekitar satu hingga dua bulan lalu dengan seorang perempuan asal Getas, Pejaten.

Menurut Titin, Adam sebenarnya berencana menikah pada tahun ini setelah masa Hari Raya Idulfitri. Saat ini ia diketahui sedang menabung untuk keperluan persiapan pernikahane tersebut.

“Hubungan Adam dengan calon istrinya juga disebut cukup dekat. Perempuan tersebut rutin datang dan menemani keluarga korban setiap malam sejak musibah terjadi,” bebernya.

Keluarga pun turut berupaya mengikuti perkembangan pencarian secara langsung. Pada hari pertama pasca-musibah, Umi beserta anggota keluarga lainnya berangkat ke Surabaya dan menetap di sana selama tiga hari. Karena belum membuahkan hasil, keluarga kemudian melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin sekitar pukul 13.00 WIB bersama Muhammad Rifai untuk terus memantau proses pencarian.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk dalam proses pemulangan jika nantinya ditemukan.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui BPBD akan berkoordinasi langsung dengan tim pencarian di lokasi, termasuk Basarnas dan BNPB, guna memperoleh informasi terkini.

“Siap bantu total. Nanti dari BPBD yang akan komunikasi langsung,” katanya.

Pemkab juga sedang menelusuri kemungkinan adanya santunan atau perlindungan yang ditanggung melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pihak pemerintah akan berkoordinasi dengan perusahaan tempat kedua korban bekerja guna memastikan seluruh hak-hak yang layak diterima keluarga terpenuhi.

“Kami semuanya ikut prihatin. Karena ibu tadi, dua-duanya anak, pasti syok. Kami ikut prihatin,” pungkasnya.

(red)