Haul Syekh Abdul Qodir di Pendopo Demak Diikuti 500 Jamaah

Demak58 Dilihat

DEMAK – Sekitar 500 jamaah dari sejumlah daerah menghadiri Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat malam (2/10/2026).

Acara yang diinisiasi Forum Santri Karangawen (FKSAK) tersebut diisi dengan pembacaan manaqib dan Maulidur Rasul. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, kegiatan itu menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarmajamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda, KH Zainal Arifin Ma’shum, menyampaikan Mauidhoh Hasanah. Ia menguraikan lima sifat yang dapat menjadi teladan, dengan mengambil pelajaran dari karakter masa kecil yang kemudian dikaitkan dengan sifat seorang wali.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kebersihan hati dengan menjauhkan diri dari dendam, kebencian, dan iri kepada orang lain. Selain itu, umat juga diajak memiliki sikap tawakal dalam persoalan rezeki serta tidak menjadikan harta dan jabatan sebagai tujuan utama kehidupan.

“Keempat, memiliki kepolosan dan kejujuran dalam perilaku tanpa kepura-puraan. Kelima, mempunyai hati yang lembut, mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah SWT serta memiliki rasa takut dan rindu kepada Sang Pencipta,” bebernya.

Ketua panitia yang juga Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, menyampaikan bahwa jumlah peserta haul mengalami peningkatan. Jika pada kegiatan sebelumnya jamaah yang hadir sekitar 300 orang, kali ini jumlahnya mencapai 500 jamaah.

“Kalau kemarin Hasanatain 1 sampai 30 dengan gambaran yang hadir 300, sekarang sampai 500,” ujarnya.

Menurut Badruddin, peserta haul tidak hanya berasal dari wilayah Demak. Jamaah dari sejumlah daerah lain turut hadir, seperti Jakarta, Jawa Timur hingga Jambi.

Peningkatan jumlah jamaah tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu indikator berkembangnya Jam’iyyah Hasanatain sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas silaturahmi. Ia juga mengajak santri dan masyarakat untuk mempertahankan kerukunan serta soliditas dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Badruddin turut berharap dukungan dan doa dari para jamaah dapat menjadi penguat bagi Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjalankan amanah serta melaksanakan pembangunan daerah. Masyarakat juga diajak menjaga nilai-nilai peninggalan Wali Songo yang telah menjadi bagian dari kehidupan keagamaan di Demak.

Bupati Demak Eisti’anah turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan haul. Menurutnya, berkumpulnya ulama, santri dan jamaah menjadi energi positif bagi pemerintah daerah dalam menjalankan tugas dan amanah kepada masyarakat.

Ia berharap dukungan serta doa dari masyarakat dapat membantu pemerintah daerah memperoleh kemudahan dan petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

“Dengan ikhtiar dan doa, insyaallah selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT,” kata Eisti’anah.

Apresiasi juga disampaikan Jam’iyyah Hasanatain 4, Sodikin. Ia melihat tingginya antusiasme jamaah sebagai tanda bahwa kegiatan tersebut semakin diterima masyarakat. Haul dinilai bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mempertahankan tradisi keagamaan.

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat mempertemukan jamaah dari berbagai daerah. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, semakin banyak masyarakat yang ikut dalam kegiatan positif, dan nilai-nilai keteladanan dari para ulama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sodikin.

Sodikin berharap Jam’iyyah Hasanatain dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Menurutnya, kekompakan jamaah merupakan salah satu kekuatan untuk mempertahankan kerukunan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pembacaan manaqib dan Maulidur Rasul. Haul tersebut diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, mengambil keteladanan dari para ulama, serta mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Demak.

(red)