Emansipasi Perempuan Dalam Sejarah Kebudayaan Indonesia: Pendidikan, Tradisi, Dan Ketimpangan Sosial

Artikel33 Dilihat

Sejarah Kebudayaan Dan Kondisi Sosial Indonesia

Proses pada awal pembentukannya, bangsa Indonesia terbentuk dari keberagaman dan pengalaman panjang dari masa kemasa. Hal tersebut tidak lepas dari pengalaman panjang penjajahan serta perlawanan rakyat terhadap kekuasaan asing. Wilayah Nusantara dihitung dari terbentuknya menjadi suatu incaran negara-negara luar atas sumber daya dan kekayaan alam yang dimilikinya. Pengaruh kehadiran penjajah ini menjadi suatu momentum dalam ranah politik, ekonomi dan meninggalkan keberagaman tatanan sosial kebudayaan serta sistem nilai masyarakat saat ini. Sebagai Kawasan kepulauan dengan Kawasan maritim, Nusantara berkembang menjadi titik temu peradaban agama, tradisi, budaya, tatanan hukum, dan cara berpikir yang seiring berjalannya waktu dapat membentuk identitas masyarakat Indonesia yang beragam. Keanekaragaman tercipta dan menumbuhkan dinamika kebudayaan yang hidup dan berkembang pada hierarki masyarakat dari paling bawah hingga paling atas. Pada masa sejarah kolonial dan interaksi antar kelompok menjadikan Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk.

Konsep Kebudayaan Dan Kecerdasan Intelektual

Pada hal ini, kebudayaanlah yang berperan paling penting dalam pembentukan pola pikir, sikap, serta tatanan sosial masyarakat. Pada hakikatnya, manusia memiliki pegangan hidup berupa kepercayaan dan otoritas diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Pandangan kepercayaan tersebut melahirlan sistem nilai yang menjadi fondasi kebudayaan, serta sistem-sistem luhur kebudayaan. Nilai-nilai ini kemudian dilembagakan melalui tradisi yang diwariskan turun-temurun. Dimana tradisi ini menjaga keteraturan dan kesinambungan sosial. Meskipun pada sisi lain yang cenderung mempertahankan keadaan seringkali menjadi penghambat perubahan untuk kemajuan Masyarakat.

Koentjaranigrat mengemukakan istilah kebudayaan berasal dari kata budhayah yang bermakna akal atau budi. Kebudayaan dipandang sebagai hasil dari kemampuan manusia dalam menciptakan, berkehendak dan merasakan keyakinan, sehingga melahirkan kebudayaan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pandangan ini tercermin dalam perilaku keyakinan, nilai, simbol, serta kebiasaan yang diwariskan melaui komunikasi lintas generasi dan penerapan dalam penggunaan digitalisasi hingga saat ini. Perkembangan kebudayaan dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual. Konsep IQ (Intelligence Quotient), dinilai sebagai tolak ukur kemapuan mental manusia yang meliputi kemampuan berpikir abstark, bernalar, memecahkan masalah dan belajar mencari soluisi. Dikutip dari Alfred Binet, kecerdasan intelektual berperan dalam pembentukan pemahaman seorang individu dalam memahmi realita dan penyesuain diri dengan lingkungan sosial yang ada. Maka, individu dengan kecerdasan diatas rata-rata atau kecerdasan yang baik umumnya lebih mampu untuk mengembangkan pengetahuan dan berkontrubusi terhadap kemajuan kebudayaan dalam mengikuti zaman.

Pendidikan Dan Perjuangan Perempuan

Pada abad ke-9 tuntutan utama perempuan, Indonesia berpusat pada akses terhadap pendidikan. Budaya patriarki membatasi ruang gerak perempuan dan menempatkan mereka dalam peran domestik. Perempuan sering dipandang sebagai the second sex dengan kewajiban utama melayani suami dan mengurus rumah tangga. Perjuangan emansipasi juga diwujudkan melalui pendirian organisasi perempuan, seperti Putri Mandalika yang berdiri pada tahun 1912. Organisasi ini bertujuan membuka kesempatan pendidikan bagi perempuan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta membangun kesadaran bahwa perempuan memiliki  peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Dukungan dari organisasi seperti Budi Oetomo menunjukkan adanya kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan perempuan bagi kemajuan bangsa.

Selain itu, Islam turun berperan dalam mendorong nilai kesetaraan dengan menentang praktik-praktik diskriminatif seperti pernikahan dini, kawin paksa, dan poligami yang tidak adil. Dalam konteks Indonesia, ajaran Islam berkontribusi dalam memperkuat persatuan nasional dengan melampaui batas-batas kedaerahan  yang dibentuk oleh adat istiadat.

Karya : Nur Afni Sedyowati