Edy Wuryanto Tegaskan: Stunting Harus Dicegah Sejak Masa Kehamilan, Bukan Hanya pada Anak

Nasional88 Dilihat

JAKARTA – Terdapat ketimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama pada akses kelompok ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini disoroti oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat mengikuti rapat kerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Edy, perhatian pemerintah melalui BGN terhadap ibu hamil dan ibu menyusui masih belum maksimal, padahal kelompok ini merupakan dasar penting dalam gerakan pencegahan stunting di negara ini.

“Bapak mengabaikan ibu hamil dan ibu menyusui jika dilihat dari data ini,” ujar Edy Wuryanto dengan nada tegas di hadapan jajaran BGN.

Ia menegaskan bahwa Program MBG perlu memberikan prioritas pada ibu hamil dan ibu menyusui, mengingat permasalahan gizi yang mereka alami masih cukup tinggi. Sebagian ibu hamil di Indonesia saat ini masih menghadapi anemia dan kekurangan energi kronik (KEK), kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan ibu serta perkembangan bayi.

“Sebagian ibu hamil kita mengalami anemia dan kekurangan energi kronik. Dan itu yang memicu stunting kita tidak pernah turun, atau turunnya tidak sesuai target,” tegasnya.

Edy menyatakan bahwa upaya penurunan angka stunting tidak boleh hanya terfokus pada anak usia sekolah atau balita, namun harus dimulai sejak masa kehamilan. Ia menekankan bahwa kesehatan dan kecerdasan seorang anak telah ditentukan sejak ia berada di dalam kandungan.

“Sehat dan cerdasnya seorang anak itu dimulai dari di kandungan,” ujarnya.

Selanjutnya, Edy mengingatkan akan urgensi pemenuhan gizi pada periode seribu hari kehidupan pertama (HPK) – yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, kekurangan nutrisi pada fase krusial ini akan memberikan dampak yang panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Jadi seribu hari kehidupan pertama itu tidak boleh kekurangan nutrisi,” tandasnya.

Edy juga mendorong BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan Program MBG, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan anggaran yang ada benar-benar menguntungkan kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui, guna mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *