DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Gelar Refleksi September Hitam

Kudus427 Dilihat

KUDUS – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar kegiatan Refleksi September Hitam di depan Fakultas Syariah, Kamis (1/10/2026) sore.

Mengusung tema “Merawat Ingatan adalah Perlawanan”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Fakultas Syariah sebagai wadah untuk kembali merefleksikan sejumlah peristiwa sejarah, persoalan kemanusiaan, serta nilai-nilai keadilan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa.

Momentum kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila turut menjadi bagian dari refleksi. Nilai-nilai Pancasila dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang masih relevan untuk diperbincangkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

Ketua DEMA Fakultas Syariah sekaligus Koordinator kegiatan, Dzuizzi Syarof, mengawali acara melalui prolog yang mengantarkan peserta pada pemaknaan September Hitam. Setelah itu, mahasiswa menampilkan puisi dan teatrikal sebagai media untuk menyampaikan pesan reflektif mengenai sejarah dan persoalan kemanusiaan.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan Mimbar Bebas/Orasi. Sejumlah Ketua Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Syariah bersama mahasiswa umum diberikan kesempatan menyampaikan gagasan dan pandangan mereka terkait persoalan sosial secara terbuka.

Dzuizzi Syarof menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada upaya mengenang berbagai peristiwa masa lalu. Menurutnya, sejarah perlu ditempatkan sebagai bahan pembelajaran agar mahasiswa memiliki sikap kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan.

“Merawat ingatan bukan sekadar mengingat masa lalu. Ingatan harus menjadi bagian dari pembelajaran agar mahasiswa mampu melihat persoalan kemanusiaan dan keadilan secara kritis serta bertanggung jawab.”

Usai sesi mimbar bebas, peserta mengikuti diskusi bersama Wakil Dekan I Fakultas Syariah, H. Nur Aris, M.Ag., CAR, CRP. Pembahasan diarahkan pada pemaknaan refleksi sejarah serta keterkaitannya dengan kehidupan mahasiswa.

Diskusi tersebut turut menyoroti pentingnya membangun nilai kemanusiaan, keadilan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial di lingkungan mahasiswa.

Sebagai penutup, peserta melakukan tabur bunga dan doa bersama. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk refleksi terhadap para korban dari berbagai peristiwa sejarah yang terus menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa.

Melalui Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus berupaya mendorong mahasiswa agar memandang sejarah tidak sekadar sebagai rangkaian catatan masa lalu. Sejarah diharapkan dapat menjadi pijakan untuk membangun kesadaran kritis dalam menyikapi persoalan sosial dan kemanusiaan.

Pesan “Mengingat Adalah Melawan” dan “Suara Ini Tidak Akan Pernah Padam” menjadi penegasan utama yang mengiringi refleksi mahasiswa sepanjang kegiatan tersebut.

(red)