Kategori: Demak

  • Ribuan Pengunjung Padati Ekspo Demak 2026, Stand Karangtengah Jadi Daya Tarik Utama

    Ribuan Pengunjung Padati Ekspo Demak 2026, Stand Karangtengah Jadi Daya Tarik Utama

    DEMAK — Gelaran Ekspo Demak 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Demak. Ajang tahunan ini menjadi wadah unjuk gigi bagi sekitar 190 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Demak dengan menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga olahan pangan kreatif.

    Acara pembukaan dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Demak yang dipimpin oleh Bupati Demak, Dr. Hj. Eisti’anah, S.E. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus mendorong kapasitas dan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Di tengah riuhnya suasana pameran, stand Kecamatan Karangtengah menjadi salah satu titik yang banyak dikunjungi warga. Pengelolaan stand ini dipercayakan kepada tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang yang bertugas memfasilitasi pelayanan pengunjung sekaligus mempromosikan produk-produk lokal secara interaktif dan informatif.

    Stand Karangtengah menghadirkan beragam produk pangan kreatif, salah satunya dari lini usaha Kaila Cake & Snack. Usaha yang dirintis sejak 2014 ini menampilkan inovasi olahan ikan seperti stik ikan, egg roll, hingga aneka produk frozen food yang telah mengantongi izin P-IRT dan sertifikasi halal. Pemilik usaha, Sari, mengungkapkan bahwa perjuangan merintis bisnis ini dilandasi niat yang tulus.

    “Saat pertama kali membuka usaha, niat utama saya adalah mengumpulkan uang untuk memberangkatkan kedua orang tua umrah. Alhamdulillah, dari hasil jualan ini target pertama tersebut sudah terwujud,” ungkap Sari saat ditemui di sela-sela pameran.

    Perkembangan pesat sektor UMKM di wilayah Karangtengah juga mendapat perhatian penuh dari pengurus forum lokal. Perwakilan Forum UMKM Kecamatan Karangtengah, Husni Mubarak, menekankan pentingnya wadah bersama bagi pelaku usaha untuk saling menguatkan dan memperluas jangkauan pemasaran.

    “Dengan kita ikut dengan UMKM, ada acara-acara seperti ini misal, nah produk kita bisa dipajang. Kita lebih bisa menggaet konsumen-konsumen yang lebih luas, seperti itu. Jadi manfaatnya kita ikut UMKM, forum, kita lebih bisa maju ke depannya,” jelas Husni.

    Husni juga mengajak masyarakat untuk membiasakan gerakan saling dukung dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keberlanjutan ekonomi warga.

    “Kita harus warga bantu warga. Kita harus saling jaga dengan cara sirkulasi perekonomian itu sebisa mungkin berjalan di lingkup terkecil kita. Dengan kita membantu membeli pedagang kecil, sirkulasi perekonomiannya bisa berputar dengan baik,” tambahnya.

    M.Zainur Rahman As-Suhaily selaku koordinator devisi ekraf menyampaikan bahwa Kehadiran mahasiswa kkn posko 73 di pameran ini tidak sekedar untuk memenuhi tugas pengabdian, melainkan menjadi komitmen nyata untuk mendampingi dan memfasilitasi pelaku UMKM Karangtengah khususnya karangtowo agar produk lokal mereka semakin dikenal luas.

    “Kami berharap kolaborasi ini menjadi mitra strategis dalam menggerakkan roda perekonomian kreatif serta memajukan potensi desa secara berkelanjutan.” ujar Zain

    Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan akademisi, Ekspo Demak 2026 diharapkan dapat menjadi stimulus positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat serta memperkuat posisi UMKM sebagai pilar utama perekonomian daerah.

    Penulis: Utari Cahya Ningsih

  • Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 73 Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah di SDN Karangtowo

    Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 73 Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah di SDN Karangtowo

    Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) 22 Posko 73 menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah di SDN Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini ditujukan khusus bagi siswa kelas IV sebagai langkah awal menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.

    Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 73, Muhammad Miftrahul Khoir, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Camat Karangtengah saat agenda Focus Group Discussion (FGD) bersama para kordes dan kepala desa se-Kecamatan Karangtengah.

    “Tingkat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah saat ini masih sangat minim. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka bisa terbiasa memilah sampah sejak kecil dan memberikan contoh kepada adik-adiknya,” ujar Miftah.

    Dalam sesi penyampaian materi, Ulfani Salsabila hadir membawakan edukasi secara interaktif agar mudah ditangkap oleh para siswa.

    “Pengelolaan sampah ini merupakan kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan, meliputi pengurangan hingga penanganan yang tepat. Kami ingin adik-adik memahami bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang begitu saja, tetapi perlu dikelola dengan benar agar tidak merusak lingkungan,” terang Ulfani di hadapan para siswa.

    Ulfani menambahkan bahwa sampah dapat diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun. Sementara itu, sampah anorganik antara lain berupa plastik, botol, dan kemasan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai. Adapun sampah B3 merupakan sampah yang memiliki kandungan atau sifat yang dapat membahayakan lingkungan maupun kesehatan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

    Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Guru SDN Karangtowo, Istiqomah Mirawati, mengapresiasi langsung langkah aktif para mahasiswa dalam mengedukasi anak didik mereka.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN ini. Edukasi mengenai pengelolaan sampah memang sangat penting diberikan kepada siswa agar kebiasaan menjaga kebersihan dapat tertanam dan diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkap Mira.

    Melalui kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya, mahasiswa KKN berharap para siswa SDN Karangtowo dapat turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

    Penulis: Adib Murthado Aji

  • Peringati Ulang Tahun ke-50 Bahlil Lahadalia, Golkar Demak Pilih Berbagi dan Beri Motivasi Santri

    Peringati Ulang Tahun ke-50 Bahlil Lahadalia, Golkar Demak Pilih Berbagi dan Beri Motivasi Santri

    DEMAK — Peringatan ulang tahun ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Kabupaten Demak dikemas dengan cara yang berbeda. Alih-alih menggelar pesta yang meriah, jajaran DPD Partai Golkar Demak memilih mengisi momentum tersebut dengan kegiatan pengajian dan bakti sosial bersama para santri di Pondok Pesantren Al Majlisus Sholihin, Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, pada Jumat (7/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung sejak sore hari itu dihadiri oleh pengurus Partai Golkar Demak, pengasuh pondok pesantren, para ustaz dan ustazah, serta para santri. Sejumlah bantuan turut diserahkan sebagai wujud kepedulian dan berbagi kebahagiaan dalam memperingati momen ulang tahun Bahlil.

    Ketua DPD Partai Golkar Demak, Siswanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan langsung dari instruksi Bahlil agar peringatan ulang tahunnya di seluruh Indonesia tidak dirayakan secara berlebihan.

    Menurutnya, momentum tersebut justru diarahkan untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren.

    “Pak Bahlil berharap keberadaan Partai Golkar dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi adik-adik yang sedang menuntut ilmu di pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Siswanto.

    Siswanto yang juga merupakan alumni dari pondok pesantren tersebut turut memberikan dorongan semangat kepada para santri. Ia mengajak mereka agar tidak merasa rendah diri meskipun menimba ilmu di lingkungan dengan fasilitas yang sederhana.

    Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Justru semangat belajar yang tinggi, ketekunan, serta keinginan kuat untuk terus berusaha menjadi bekal utama dalam menggapai cita-cita.

    “Jangan pernah merasa berkecil hati, minder, atau kurang percaya diri hanya karena menuntut ilmu di pondok yang sederhana. Pondok yang sederhana dan fasilitas terbatas tidak akan menghalangi seseorang menjadi orang hebat dan sukses,” katanya.

    Siswanto kemudian mengajak para santri untuk menjadikan perjalanan hidup Bahlil Lahadalia sebagai teladan. Dijelaskannya, Bahlil berasal dari keluarga sederhana di Sulawesi Tenggara dan pernah menempuh pendidikan dalam keterbatasan. Namun, semangat pantang menyerah dan kerja keras membawanya hingga dipercaya menduduki jabatan menteri sekaligus memimpin Partai Golkar.

    Sementara itu, Ketua Panitia Acara DPD Partai Golkar Demak, Ike Candra Agustina, menyebutkan bahwa peringatan ulang tahun Bahlil memang sengaja diwujudkan melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak di lingkungan pesantren.

    Ike menyampaikan bahwa Bahlil telah berpesan agar peringatan hari ulang tahunnya tidak diisi dengan pesta, jamuan makan, maupun kegiatan yang berlebihan. Sebaliknya, seluruh jajaran Partai Golkar di daerah diminta untuk menghadirkan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    “Kami mewakili Pak Bahlil ingin berbagi sedikit kebahagiaan dengan anak-anak di pondok pesantren. Harapannya, silaturahmi ini juga membawa manfaat untuk pondok dan para santri,” ungkapnya.

    Ike juga menyoroti kondisi akses jalan menuju lokasi pondok pesantren yang dinilai masih memerlukan perhatian lebih. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak yang berwenang agar aksesibilitas menuju tempat pendidikan anak-anak semakin baik.

    Ia turut mendoakan agar para santri senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dan meraih masa depan yang cerah. Bahkan, Ike berharap kelak ada santri dari pondok ini yang mampu menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan.

    Pengurus DPD Partai Golkar Demak lainnya, Sodikin, turut memuji konsep perayaan yang diambil. Menurutnya, kegiatan sosial di lingkungan pesantren merupakan bentuk sederhana namun bermakna untuk memperkuat kepedulian partai sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

    “Yang paling penting, momentum ulang tahun ini tidak berhenti pada seremoni. Ada silaturahmi, berbagi, dan motivasi bagi para santri. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat dan menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar,” kata Sodikin.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kehadiran Partai Golkar tidak hanya terasa pada masa-masa momentum politik, tetapi juga terwujud melalui kegiatan sosial yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

    (red)

  • Siap Kolaborasi, Posko 73 KKN UIN Walisongo Mulai Pengabdian di Karangtowo

    Siap Kolaborasi, Posko 73 KKN UIN Walisongo Mulai Pengabdian di Karangtowo

    DEMAK – Semangat pengabdian nyata dari kampus menuju masyarakat mulai terasa di wilayah Kabupaten Demak yang dikenal sebagai Kota Wali. Hal ini terlihat jelas dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) gelombang ke-22 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tahun 2026.

    Salah satu momen penerimaan yang berlangsung penuh kehangatan terjadi di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah. Para mahasiswa Posko 73 disambut secara resmi oleh perangkat desa, tokoh agama, pengurus lembaga kemasyarakatan, serta warga setempat.

    Kedatangan kelompok ini merupakan bagian dari pengerahan total 1.301 mahasiswa UIN Walisongo yang akan ditempatkan di 87 desa yang tersebar di lima kecamatan di Demak. Mengusung tema utama “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”, Posko 73 berkomitmen menyusun dan menjalankan program yang tepat sasaran sesuai kebutuhan riil warga Karangtowo.

    Acara penerimaan digelar di Balai Desa Karangtowo pada Selasa, 21 Juli 2026, dengan kehadiran jajaran aparatur desa, Dosen Pendamping Lapangan, serta tokoh masyarakat setempat.

    Dosen Pendamping Lapangan Posko 73, Mustopa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa dan seluruh warga yang telah menerima mahasiswa dengan penuh ketulusan. Ia juga mengingatkan peserta KKN untuk senantiasa menjaga etika serta nama baik almamater, sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

    “KKN bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ruang belajar yang sesungguhnya (lab of society). Kami menitipkan anak-anak kami di Desa Karangtowo ini. Bimbing mereka, arahkan jika ada kekeliruan, dan semoga kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini mampu melahirkan program yang maslahat dan berkelanjutan,” pesan Mustopa.

    Sementara itu, Kepala Desa Karangtowo Suwono menyambut baik kedatangan mahasiswa dan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bekerjasama memajukan desa. Ia berharap para mahasiswa dapat menyatu dengan kehidupan warga serta memahami budaya lokal yang ada.

    “Kami atas nama pemerintah dan warga Desa Karangtowo mengucapkan selamat datang dan siap membersamai adik-adik mahasiswa Posko 73. Silakan beradaptasi, berbaur dengan tradisi keagamaan dan sosial yang kuat di sini, serta hadirkan inovasi yang bisa mengangkat potensi desa,” ujarnya.

    Koordinator Desa Posko 73, Muhammad Miftahul Khoir, turut mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak kampus serta sambutan hangat warga. Ia memohon arahan dan bimbingan agar seluruh rencana kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

    “Kami mohon bimbingan dari bapak/ibu semua. Harapan kami, kehadiran Posko 73 mampu menjadi mitra strategis masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian kreatif, literasi, serta merajut kebersamaan dalam kegiatan sosial keagamaan di Desa Karangtowo,” ungkapnya.

    (red)

  • Perkuat Usaha Produktif, UMKM Demak Didorong Miliki Pola Pikir Berkembang

    Perkuat Usaha Produktif, UMKM Demak Didorong Miliki Pola Pikir Berkembang

    DEMAK – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Demak. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) setempat yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah serta Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Demak, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi penerima program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), guna membekali mereka kemampuan agar usaha yang dijalankan makin berkembang dan berkelanjutan.

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Elliya Ch, menjelaskan bahwa bimtek merupakan langkah pendampingan lanjutan setelah bantuan usaha disalurkan ke masyarakat.

    “Kegiatan Bimtek Pengembangan Ekonomi Masyarakat dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah ditujukan untuk memberikan bimbingan dan pelatihan kepada penerima bantuan sosial UEP maupun KUBE yang dialokasikan di Kabupaten Demak. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemantapan terhadap bantuan yang telah diterima sehingga mampu dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Elliya berharap program ini mampu mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat.

    “Kami berharap masyarakat Jawa Tengah bisa keluar dari kemiskinan, meningkatkan pendapatan, dan kesejahteraannya semakin baik melalui pengembangan usaha produktif,” katanya.

    Untuk tahun anggaran 2026, Kabupaten Demak mendapat alokasi bantuan bagi 32 kelompok KUBE dan 28 penerima UEP, dengan total anggaran mencapai Rp710 juta.

    Sementara itu, Ketua HIPKA Demak, Sodikin, menekankan bahwa faktor penentu keberhasilan usaha bukanlah besarnya modal, melainkan kekuatan mental wirausaha pelakunya.

    “Sekitar 90 persen UMKM gagal bukan karena kekurangan modal, tetapi karena mental wirausahanya sudah menyerah lebih dulu. Modal bisa dicari dan ilmu bisnis dapat dipelajari, tetapi ketika mental sudah menyerah sejak awal, usaha akan sulit berkembang,” katanya.

    Menurut Sodikin, jiwa wirausaha bukanlah bakat bawaan lahir, melainkan kemampuan yang dibentuk lewat pembelajaran, pengalaman, dan komitmen yang kuat. Ia mengajak pelaku usaha berani memulai dari nol serta mampu melihat peluang di tengah tantangan. Selain itu, para pelaku usaha juga dituntut memiliki pola pikir berkembang (growth mindset), ketangguhan menghadapi kegagalan, serta kemampuan beradaptasi agar tetap bertahan menghadapi perubahan zaman.

    Di sisi lain, Plt Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyampaikan bahwa program UEP dan KUBE menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 10,87 persen — angka yang masih lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

    “Kondisi wilayah pesisir seperti Sayung, Bonang, Wedung, dan Karangtengah yang kerap terdampak rob menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis usaha. Bantuan harus diarahkan pada usaha yang adaptif terhadap kondisi wilayah sehingga mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

    Agus menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bersifat modal usaha produktif, bukan bantuan konsumtif. Oleh sebab itu, penyaluran dilakukan dengan mekanisme ketat, mulai dari rekomendasi Dinsos, penyusunan rencana anggaran biaya, hingga kewajiban membelanjakan dana khusus untuk kebutuhan usaha dalam waktu maksimal 10 hari setelah pencairan. Selain mempercepat verifikasi penerima, pihaknya juga mendorong digitalisasi pemasaran produk UMKM melalui pasar daring serta memperluas akses pasar dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa dan koperasi desa.

    (red)

  • DPD Golkar Demak Perkuat Kaderisasi Partai, Menyongsong Pemilu 2029

    DPD Golkar Demak Perkuat Kaderisasi Partai, Menyongsong Pemilu 2029

    ‎DEMAK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Demak mulai memperkuat konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar di Kecamatan Sayung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyusunan kepengurusan baru sekaligus langkah awal menyusun strategi menghadapi agenda politik pada 2029.

    ‎Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Demak, Siswanto, mengatakan Muscam merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, penyegaran kepengurusan dibutuhkan agar roda organisasi berjalan lebih efektif sekaligus menghadirkan kader-kader baru yang siap bekerja di tengah masyarakat.

    ‎Ia mengungkapkan, setelah kembali dipercaya memimpin Partai Golkar Demak untuk lima tahun ke depan, pihaknya ingin memastikan seluruh jajaran organisasi memiliki semangat yang sama dalam mempertahankan kemenangan pada berbagai kontestasi politik sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    ‎”Muscam bukan sekadar memilih pengurus, tetapi menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi agar semakin siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

    ‎Siswanto menegaskan, Partai Golkar kini mengedepankan budaya musyawarah dan mufakat dalam menentukan kepengurusan. Menurutnya, pola tersebut mampu meminimalkan gesekan internal sehingga energi partai dapat difokuskan pada program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

    ‎Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menghabiskan waktu pada konflik internal. Sebaliknya, seluruh kekuatan organisasi harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan warga.

    ‎Dalam kesempatan tersebut, Siswanto turut mengevaluasi hasil Pemilu Legislatif sebelumnya. Meskipun perolehan suara Partai Golkar mengalami peningkatan cukup signifikan, tambahan suara tersebut belum mampu mendongkrak jumlah kursi di DPRD Kabupaten Demak.

    ‎”Menurutnya saya kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pengurus agar strategi politik yang disusun pada Pemilu 2029 mampu mengubah kenaikan suara menjadi tambahan kursi legislatif,” bebernya.

    ‎Selain itu, ia mengajak seluruh kader mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski kondisi fiskal daerah mengalami penyesuaian akibat berkurangnya dana transfer, Siswanto menilai berbagai program nasional tetap perlu dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    ‎”Harapannya komunikasi antara kader partai dengan masyarakat terus diperkuat. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan, menurutnya, sebaiknya disampaikan melalui forum-forum diskusi sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama tanpa memicu polemik yang tidak produktif,” tuturnya.

    ‎Sementara itu, pengurus anggota DPD Partai Golkar Demak, Sodikin, menegaskan bahwa Muscam menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin organisasi hingga tingkat kecamatan.

    Ia menilai kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antarstruktur partai.

    ‎Menurutnya, kader Partai Golkar harus mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyerap aspirasi sekaligus mengawal berbagai program pembangunan.

    ‎”Saya optimistis target peningkatan suara dan penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029 dapat diwujudkan melalui kerja nyata seluruh kader di lapangan,” pungkasnya.

    (red)

    ‎

  • Polres Demak Pastikan Perlindungan Korban dalam Kasus Ma’had Al Anfas

    Polres Demak Pastikan Perlindungan Korban dalam Kasus Ma’had Al Anfas

    DEMAK- Satreskrim Polres Demak menetapkan MT (46), pengasuh Ma’had Azimul Quran Al Anfas di Desa Karangawen, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak.

    Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti hasil penyelidikan dan penyidikan.

    Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah NK, ayah korban RE (16), melaporkan dugaan tindak pidana yang dialami anaknya ke Polres Demak pada 8 Juni 2026.

    Menurut Arlan, dugaan peristiwa itu mulai terkuak setelah keluarga korban memperoleh informasi dari mantan pengurus Ma’had Azimul Quran Al Anfas yang mengaku istrinya pernah menjadi korban persetubuhan atau pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh MT.

    Informasi tersebut membuat NK khawatir terhadap kondisi anaknya yang saat itu telah belajar di Ma’had Azimul Quran Al Anfas selama kurang lebih dua tahun.

    Pada Juni 2024, NK kemudian mendatangi Ma’had Azimul Quran Al Anfas dan membawa pulang anaknya ke Kabupaten Pemalang. Sesampainya di rumah, ia berupaya mencari tahu kebenaran informasi yang diterimanya dengan menanyakan langsung kepada korban apakah pernah mengalami perlakuan tidak pantas dari MT.

    Meski demikian, rasa khawatir tidak hilang. NK kemudian memindahkan anaknya ke Pondok Pesantren Darul Quran Langitan, Kabupaten Tuban, untuk melanjutkan pendidikan.

    Sekitar satu tahun kemudian, keluarga mulai melihat perubahan perilaku pada diri korban. Saat pulang ke rumah untuk berlibur pada pertengahan 2025, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan pengalaman yang selama ini dipendam.

    Korban mengaku merasa jijik dan tertekan atas perlakuan yang diduga dilakukan MT selama dirinya menempuh pendidikan di Ma’had Azimul Quran Al Anfas.

    Dari pengakuan itu, korban kemudian menceritakan bahwa dirinya diduga mengalami perbuatan cabul sebanyak lima kali. Peristiwa tersebut disebut terjadi saat korban masih berusia 13 tahun.

    “Korban saat kejadian pertama masih berusia 13 tahun dan berdasarkan keterangannya mengalami perbuatan cabul sebanyak lima kali,” kata Arlan saat konferensi pers di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Senin (22/6/2026).

    Perbuatan tersebut diduga terjadi di rumah tersangka maupun di kamar Ma’had Azimul Quran Al Anfas saat korban masih berstatus peserta didik.

    Berbekal laporan korban, penyidik kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, pelapor, dan sejumlah saksi serta melakukan serangkaian penyidikan lainnya.

    Pada Jumat, 19 Juni 2026, penyidik memeriksa MT sebagai saksi dan melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan telah ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan MT sebagai tersangka.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, MT langsung diamankan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Dalam perkara tersebut, tersangka dijerat Pasal 418 ayat (1) KUHP atau Pasal 415 huruf b KUHP serta Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

    Selain perkara yang telah naik ke tahap penyidikan tersebut, Satreskrim Polres Demak juga masih mendalami satu laporan lain dengan terlapor yang sama. Laporan itu diajukan oleh mantan pengurus lembaga yang melaporkan dugaan tindak pidana serupa terhadap istrinya saat masih belajar di Ma’had Azimul Quran Al Anfas.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Abdur Rouf menyatakan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan.

    Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Demak, Ma’had Azimul Quran Al Anfas belum memiliki izin operasional dan belum terdaftar sebagai lembaga yang memiliki Nomor Statistik Pesantren (NSP).

    Menurutnya, kasus tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak untuk memperketat proses perizinan dan meningkatkan pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

    Dukungan serupa disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak Ana Istiqomah. Menurutnya, seluruh pihak perlu bersinergi untuk menyelesaikan persoalan tersebut sekaligus memberikan perlindungan kepada para korban.

    Ana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pendampingan psikologis dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang menjadi korban dalam kasus tersebut.

    “Kami hadir untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, dan rehabilitasi sosial sehingga dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan serta pendidikan secara normal,” tegasnya.

    (red)

  • PMII Demak Evaluasi Kinerja Bupati, Soroti Infrastruktur, Penanganan Rob, dan Penegakan Perda

    PMII Demak Evaluasi Kinerja Bupati, Soroti Infrastruktur, Penanganan Rob, dan Penegakan Perda

    DEMAK – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Demak merilis hasil evaluasi kritis terhadap kinerja Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah.

    Langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan menjaga identitas daerah.

    Ketua PC PMII Demak, Saihur Rizal, menegaskan bahwa kepemimpinan daerah saat ini dituntut untuk bekerja lebih cepat, tanggap, dan terbuka dalam setiap kebijakan yang diambil.

    “Evaluasi ini bukan sekadar kritik di atas kertas, melainkan potret kegelisahan masyarakat Demak yang kami suarakan secara langsung. Kami butuh komitmen nyata, bukan janji politis belaka,” ujar Saihur Rizal pada Rabu (17/6/2026).

    Ada lima poin utama yang menjadi sorotan dan tuntutan organisasi tersebut kepada pemerintah daerah. Pertama, PMII Demak meminta jaminan penuh atas keterbukaan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan serta pelaksanaan seluruh program pembangunan.

    “Transparansi anggaran dinilai sebagai pilar utama untuk mencegah potensi penyimpangan keuangan publik,” katanya.

    Kedua terkait sarana prasarana dasar. Pihaknya mendesak dilakukan perbaikan jalan dan saluran air secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Demak.

    Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dan sistem drainase yang kurang memadai sangat menghambat aktivitas ekonomi warga sehari-hari.

    Ketiga, organisasi ini menuntut langkah nyata dalam penanganan bencana yang terjadi secara berulang, seperti banjir rob, pengikisan pantai atau abrasi, serta program perlindungan kawasan pesisir.

    “Masalah rob dan abrasi di pesisir Demak sudah sangat darurat. Masyarakat pesisir butuh eksekusi dan solusi jangka panjang dari bupati, bukan sekadar kompromi wacana di meja rapat,” tegas Rizal.

    Keempat, PMII mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan pembersihan aliran sungai yang menjadi kewenangan kabupaten, guna mencegah luapan air yang sering memicu banjir saat musim hujan tiba.

    Kelima, menyangkut aspek keagamaan dan nilai budaya. Pihaknya meminta Bupati menginstruksikan dinas terkait untuk menegakkan aturan dan menindak tegas pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Demak.

    “Penegakan Perda Hiburan ini adalah harga mati demi mewujudkan serta menjaga marwah Demak sebagai Kota Wali. Kami tidak ingin identitas religius daerah ini luntur akibat pembiaran tempat hiburan yang tidak sesuai aturan,” pungkasnya.

    (red)

  • Golkar Demak Perkuat Basis Akar Rumput, Siap Rebut Kemenangan Pemilu

    Golkar Demak Perkuat Basis Akar Rumput, Siap Rebut Kemenangan Pemilu

    DEMAK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Demak tengah membangun kekuatan dan mematangkan strategi politik guna menghadapi Pemilihan Umum Legislatif yang akan datang.

    Semangat baru partai berlambang pohon beringin ini terasa semakin kuat dengan masuknya berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, lingkungan pesantren, komunitas seni, hingga kelompok Karang Taruna yang kini bergabung dan memperkaya barisan kader partai.

    Ketua DPD Partai Golkar Demak, Siswanto, menyampaikan bahwa struktur kepengurusan baru yang kini berjalan telah diisi oleh banyak wajah baru dengan latar belakang organisasi yang sangat beragam. Keberagaman ini, menurutnya, merupakan aset berharga yang akan memperkokoh konsolidasi partai hingga ke tingkat terbawah atau akar rumput.

    “Hari ini Golkar menerima banyak energi positif baru. Ada dari alumni Pondok Pesantren Fatkhul Huda, HMI, Karang Taruna, komunitas seni, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya,” ujar Siswanto saat memimpin kegiatan pendidikan politik dan silaturahmi antar pengurus di Demak.

    Kehadiran kader-kader baru yang membawa pengalaman dari berbagai organisasi tersebut dinilai sebagai sinyal positif yang menandai kebangkitan Partai Golkar di wilayah Demak. Siswanto menaruh harapan besar agar tambahan kekuatan ini mampu mendongkrak capaian partai meraih hasil yang jauh lebih baik pada kontestasi pemilu mendatang.

    Ia mengakui bahwa dalam beberapa ajang politik terakhir, Golkar Demak sebenarnya telah menunjukkan tren yang positif dan terus meningkat. Namun, satu target utama yang masih menjadi fokus utama dan harus diperjuangkan adalah meraih kemenangan tertinggi pada Pemilu Legislatif nanti.

    “Kita sudah menang di berbagai pilkada maupun kontestasi lain. Tinggal pileg yang harus kita perjuangkan bersama agar Golkar bisa menjadi juara,” katanya tegas.

    Dalam kesempatan yang sama, Siswanto juga memberikan pesan khusus kepada para kader muda agar tidak hanya mengandalkan semangat dan energi saja, tetapi juga harus dibekali dengan kemampuan menganalisis situasi politik serta dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

    Seorang politisi, menurutnya, harus peka terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat agar setiap langkah dan kebijakan organisasi yang diambil selalu tepat sasaran dan bermanfaat.

    “Boleh muda, tapi harus cerdas. Cerdas itu harus mampu membaca keadaan, membaca peristiwa politik, dan memahami kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan, M Debby Rizani, menyebut momen pendidikan politik ini sebagai langkah awal yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi di antara para pengurus baru DPD Golkar Demak.

    Dengan masuknya kader-kader dari latar belakang yang beragam, Debby berharap akan lahir warna baru dan ide-ide segar yang mampu memajukan kinerja partai.

    “Ini menjadi awal yang baik untuk saling mengenal dan bersama-sama menjaga marwah Partai Golkar di Kabupaten Demak,” ujar Debby.

    Ia juga berharap seluruh jajaran pengurus dapat menjaga kekompakan dan menghadirkan program-program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat luas, sehingga keberadaan partai ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.

    Lebih lanjut, Debby juga menyinggung serangkaian kegiatan sosial yang telah dilakukan Golkar Demak sebelumnya. Salah satunya adalah tindakan partai yang memfasilitasi rombongan Bhiksu Thudong yang melintas di wilayah Demak beberapa waktu lalu. Kegiatan lintas iman ini dinilai penting sebagai bentuk pembangunan citra partai yang terbuka, inklusif, dan dekat dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan.

    Di sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Demak, Sutrisno, menginginkan kepengurusan baru ini mampu mengembalikan kejayaan masa lalu. Ia menargetkan agar Golkar Demak bisa kembali meraih prestasi gemilang seperti saat partai ini mampu mengantarkan wakilnya menduduki hingga 20 kursi di legislatif.

    Sutrisno juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dan komunikasi yang terus-menerus dengan para sesepuh partai serta tokoh masyarakat di setiap wilayah. Pengalaman dan jaringan mereka dianggap sebagai bekal utama untuk memperluas basis dukungan politik.

    “Silaturahmi dengan para sesepuh jangan sampai putus. Pengalaman mereka penting untuk membina dan memperluas jaringan masyarakat,” katanya.

    Selain bergerak di jalur politik elektoral, Sutrisno juga meminta seluruh kader untuk aktif berperan dalam kegiatan sosial, lingkungan pesantren, dunia seni, hingga gerakan kepemudaan. Pendekatan melalui jalur sosial dan budaya dinilai sebagai cara paling efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan warga sekaligus memperkuat militansi kader di tingkat bawah.

    Pengurus Partai Golkar Demak lainnya, Sodikin, menilai semangat kebersamaan yang mulai tumbuh subur di tubuh partai merupakan sinyal positif yang sangat kuat untuk menyongsong agenda politik ke depan. Baginya, kekompakan antar kader adalah modal paling besar yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

    “Kalau seluruh kader tetap solid dan terus bergerak bersama masyarakat, saya optimistis Golkar Demak bisa semakin besar dan lebih dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

    (red)

  • Golkar Demak Buka Ruang Kebersamaan Sambut Rombongan Bhikkhu Sangha

    Golkar Demak Buka Ruang Kebersamaan Sambut Rombongan Bhikkhu Sangha

    ‎DEMAK — Perjalanan spiritual para Bhikkhu Thudong menuju perayaan Hari Raya Waisak mendapat sambutan hangat saat melintasi Kabupaten Demak. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Demak turut memfasilitasi rombongan Bhikkhu Sangha yang sedang menjalani perjalanan spiritual dengan menyediakan tempat singgah dan beristirahat di kantor DPD Golkar Demak.

    ‎Ketua DPD Partai Golkar Demak, H Siswanto mengatakan pihaknya menerima estafet kedatangan rombongan Bhikkhu Sangha di Kabupaten Demak sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan yang membawa pesan kedamaian dan kebijaksanaan.

    ‎“DPD Golkar Demak memfasilitasi para Bhikkhu Sangha yang menjalankan perjalanan spiritual menuju Waisak. Kami menerima estafet kedatangan mereka di Demak dan menyediakan tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan esok hari,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

    ‎Rombongan Bhikkhu Thudong tiba di Demak sekitar pukul 16.00 WIB dan terlebih dahulu singgah di klenteng yang berada di kawasan dekat Alun-Alun Demak. Kehadiran para bhikkhu menarik perhatian masyarakat yang menyambut dengan hangat dan penuh penghormatan.

    ‎Setelah melakukan persinggahan, rombongan kemudian menuju kantor DPD Golkar Demak untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan spiritual pada keesokan harinya.

    ‎Siswanto menegaskan, pihaknya terbuka mendukung berbagai kegiatan positif yang membawa nilai persatuan, toleransi, dan kemanusiaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.

    ‎“DPD Golkar Demak senantiasa terbuka dan mendukung kegiatan-kegiatan positif guna terciptanya Demak yang lebih baik dan bermartabat,” katanya.

    ‎Menurutnya, perjalanan Bhikkhu Thudong bukan hanya perjalanan fisik semata, melainkan simbol penyebaran pesan damai dan kebijaksanaan antarumat beragama.

    ‎Tradisi Thudong sendiri dikenal sebagai perjalanan spiritual para bhikkhu dengan berjalan kaki menempuh jarak jauh sebagai bentuk latihan kesederhanaan, pengendalian diri, serta keteguhan batin.

    ‎”Kegiatan tersebut setiap tahun menjadi perhatian masyarakat karena membawa pesan toleransi dan nilai kemanusiaan yang dapat diterima seluruh lapisan masyarakat,” tukasnya.

    ‎Sementara itu, pengurus DPD Golkar Demak, Sodiq menyebut kehadiran rombongan Bhikkhu Sangha di Demak menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

    ‎Menurutnya, nilai-nilai toleransi perlu terus dirawat melalui tindakan nyata dan keterbukaan antarumat beragama.

    ‎“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata bahwa semangat persaudaraan dan toleransi harus terus dijaga bersama,” ujarnya.

    ‎Di sisi lain, Yunita selaku perwakilan rombongan bhikkhu menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan DPD Golkar Demak kepada para peserta Thudong.

    ‎Ia menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menyambut perjalanan spiritual tersebut menjadi bukti bahwa nilai pluralisme dan toleransi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

    ‎“Ini merupakan bagian dari wujud toleransi dan pluralisme. Golkar Demak ikut menyebarkan nilai kedamaian dan kebijaksanaan antarumat beragama,” katanya.

    ‎Setelah bermalam di Kabupaten Demak, rombongan Bhikkhu Thudong dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju daerah berikutnya sebagai bagian dari rangkaian perjalanan spiritual menuju perayaan Hari Raya Waisak.

    (red)

    ‎