Bekali Kompetensi dan Karakter, SMK Pelayaran Tayu Siapkan Lulusan Bekerja hingga ke Jepang

Pati54 Dilihat

PATI – SMK Pelayaran Tayu, Kabupaten Pati, terus mematangkan kesiapan peserta didiknya agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Melalui program Penguatan Kewirausahaan bagian dari Bantuan Pemerintah untuk Kebekerjaan ke Luar Negeri, sekolah membekali taruna tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga mental dan karakter untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.

Kepala SMK Pelayaran Tayu, Syaiful Huda Ibnu, menjelaskan program ini merupakan rangkaian pembinaan yang didukung pemerintah bagi siswa yang disiapkan mengikuti peluang kerja di Jepang. Selain pelatihan karakter, peserta juga mempelajari bahasa Jepang hingga proses sertifikasi sebagai bekal sebelum keberangkatan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk penempatan kerja ke luar negeri. Anak-anak dipersiapkan mulai dari belajar bahasa Jepang, memperoleh sertifikat, hingga nantinya siap berangkat bekerja ke Jepang,” ujarnya.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran tim pemerintah pusat menjadi bentuk dukungan nyata bagi sekolah vokasi dalam mencetak lulusan berdaya saing global.

Sebanyak 15 taruna dari kelas XI dan XII mengikuti rangkaian penguatan kewirausahaan tersebut. Menurut Syaiful, materi yang diberikan tak sekadar membahas peluang kerja di luar negeri, melainkan membangun pola pikir agar lulusan SMK berani memanfaatkan kesempatan di tingkat internasional.

“Penguatan kewirausahaan ini lebih kepada membangun motivasi dan karakter. Harapannya mereka memiliki keberanian untuk bekerja secara global, tidak hanya berorientasi pada dunia kerja di dalam negeri,” katanya.

Setelah kegiatan ini berakhir, peserta akan mengikuti tahap lanjutan berupa pembelajaran bahasa Jepang secara intensif. Proses ini menjadi syarat penting sebelum mengikuti seleksi dan memenuhi persyaratan bekerja di negara tujuan.

Syaiful menambahkan, sebelum ada program bantuan pemerintah, SMK Pelayaran Tayu sudah memiliki alumni yang berhasil bekerja di Jepang secara mandiri. Salah satunya adalah Kusdiarto yang lolos tanpa melalui skema program pemerintah.

“Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar semakin banyak lulusan yang mampu mengikuti jejak serupa,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan alumni menjadi bukti nyata bahwa lulusan sekolah vokasi di daerah pun memiliki peluang besar menembus pasar kerja internasional asalkan dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Saat ini SMK Pelayaran Tayu memiliki sekitar 50 peserta didik aktif pasca kelulusan tahun ajaran lalu. Untuk membentuk karakter siswa, sekolah menerapkan sistem semi-ketarunaan yang menjadi ciri khas lembaga ini.

“Pembinaan karakter tersebut didukung oleh personel TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat yang memberikan pelatihan kedisiplinan, kepemimpinan, serta tanggung jawab kepada para taruna,” bebernya.

Pihak sekolah berharap program ini dapat membangkitkan semangat peserta didik meraih peluang kerja di luar negeri. Ia pun menegaskan komitmen SMK Pelayaran Tayu mencetak lulusan yang tak hanya siap kerja di dalam negeri, melainkan mampu bersaing di kancah global dengan kompetensi, disiplin, dan karakter yang tangguh.

(red)