Bakti Budaya Djarum Foundation Dukung FTP XV Sebagai Wadah Regenerasi Seni Teater

Kudus136 Dilihat

KUDUS – Komunitas Teater Djarum kembali menyelenggarakan Festival Teater Pelajar (FTP) XV Tahun 2025, yang berfungsi sebagai ruang apresiasi sekaligus sarana pengembangan kreativitas seni panggung untuk pelajar di Kabupaten Kudus. Dengan tema Estetika Tubuh Artistik, festival tahunan ini diikuti oleh 42 kelompok teater pelajar dari jenjang SMP dan SMA sederajat.

Kegiatan ini berjalan berkat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, dalam kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Babak penyisihan telah diadakan pada tanggal 3–15 November 2025, sebelum para finalis akhirnya tampil dalam malam puncak pada 19–21 Desember 2025 di GOR Kaliputu Djarum Arena 2, Kudus.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian menyatakan bahwa FTP bukan hanya ajang pertunjukan, melainkan juga wadah pembelajaran dan regenerasi seni teater di kalangan pelajar. Menurutnya, keberlanjutan seni pertunjukan memerlukan dedikasi seniman sekaligus keterlibatan generasi muda sebagai penerus.

“Tema Estetika Tubuh Artistik mendorong peserta menggali tubuh sebagai medium utama ekspresi teater, baik secara individu maupun kolektif,” katanya.

Sementara itu, Aktor dan Pembina Teater Wijayanto Franciosa menganggap bahwa tema tersebut dapat menumbuhkan keberanian pelajar dalam mengolah gerak, gestur, dan ritme tubuh sebagai kekuatan artistik di atas panggung.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, FTP XV juga dilengkapi dengan program Lokakarya Pelatih Pelajar (Lokapijar) yang telah digelar sejak April 2025. Program ini melibatkan 114 sekolah dan menjadi sarana pendampingan bagi guru serta pelatih teater dalam membangun konsep pementasan dan penyutradaraan yang lebih matang.

Babak final menampilkan sepuluh kelompok teater terbaik yang berhasil lolos dari penyisihan yang ketat. Penilaian dilakukan oleh dewan juri nasional yang terdiri dari Iswadi Pratama, Putri Ayudya, M. Nur Cholis, dan Teguh Yasa.

Selain menetapkan Teater Terbaik, juri juga memberikan penghargaan individu seperti Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, serta penata artistik.

“Hasil akhir menetapkan Teater Bobot dari SMP 1 Kudus sebagai Teater Terbaik tingkat SMP, sementara Teater Patas dari SMA 1 Bae meraih Teater Terbaik tingkat SMA,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *