Anggota DPR RI Dorong Kudus Kembangkan Wisata Jadi Tumpuan Ekonomi

Kudus50 Dilihat

KUDUS – Anggota Komisi VII DPR RI, Andika Satya Wasistho, mendorong agar pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kudus dilakukan dengan perencanaan matang, mulai dari penyusunan strategi promosi hingga pembentukan citra daerah yang kuat dan jelas. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti pertemuan bersama jajaran Kementerian Pariwisata, yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Kudus, khususnya dari bidang kebudayaan dan pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Andika menegaskan bahwa citra Kudus sebagai daerah industri yang selama ini menjadi andalan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh menjadi satu-satunya identitas. Ia melihat, di samping sektor industri, daerah ini menyimpan potensi wisata yang melimpah dan beragam, mencakup wisata kuliner, wisata religi, hingga keindahan alam, yang sayangnya belum dikelola dan dikembangkan secara maksimal.

Menurutnya, untuk mengubah potensi tersebut menjadi sumber pendapatan yang nyata, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha swasta. Selain itu, pembentukan merek atau branding yang menarik dan khas menjadi kunci agar destinasi wisata Kudus tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

“Promosi yang tepat akan membuka peluang lebih luas, baik dari sisi kunjungan wisatawan maupun masuknya investor,” ujarnya.

Andika juga menyoroti keunggulan utama yang dimiliki Kudus, yaitu sektor wisata religi. Keberadaan situs bersejarah dan tempat ziarah yang terkait dengan tokoh penyebar agama di tanah Jawa menjadi daya tarik tersendiri dan mampu mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar. Bahkan data dari dinas terkait menunjukkan, jumlah kunjungan ke sejumlah lokasi wisata tersebut terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pertumbuhan jumlah wisatawan ini dikelola dengan hati-hati. Ia mengantisipasi terjadinya fenomena overtourism, yaitu kondisi di mana suatu destinasi dikunjungi melebihi daya tampungnya. Jika dibiarkan, hal ini bisa menurunkan kenyamanan berkunjung, merusak keaslian tempat wisata, hingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Untuk mengatasinya, Andika mendorong pemerintah daerah menyusun aturan tata ruang dan sistem manajemen kawasan yang terstruktur. Pengelolaan wisata diharapkan tidak hanya berfokus pada seberapa banyak pengunjung yang datang, tetapi juga menjamin kualitas layanan, kenyamanan, serta menjaga kelestarian kawasan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Tak kalah penting, perbaikan dan penyediaan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian. Mulai dari kemudahan akses jalan, ketersediaan fasilitas umum, hingga sistem penyampaian informasi wisata yang baik dinilai sangat berpengaruh terhadap daya saing Kudus di kancah pariwisata nasional.

Ke depannya, Andika berharap sektor ini bisa tumbuh menjadi tumpuan ekonomi baru bagi Kabupaten Kudus. Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, pariwisata diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah sekaligus membuka kesempatan kerja dan sumber penghidupan baru bagi warga sekitar.

“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga bagaimana memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah,” pungkasnya.

(red)