Aksi Lilin Warnai Alun-Alun Pati, Elemen Masyarakat Tolak Provokasi dan Perpecahan

Pati133 Dilihat

PATI – Alun-Alun Simpang Lima Pati menjadi lokasi berkumpulnya ratusan elemen masyarakat pada Jumat (21/8) malam, yang diisi dengan seruan perdamaian dan komitmen menjaga kondusivitas daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama, aksi penyalakan lilin, hingga penandatanganan pernyataan sikap bersama. Sebanyak 22 LSM dan ormas turut serta dalam aksi yang mengusung semangat persatuan dan ketertiban di Kabupaten Pati ini.

Ketua panitia sekaligus pimpinan Lindu Aji Pati, Ahmad Sulaim Habibi atau akrab disapa Haji Boim, menjelaskan inisiatif ini lahir dari keinginan bersama seluruh elemen untuk menjaga suasana damai di Pati.

“Kami dalam kegiatan doa bersama, bareng-bareng untuk Pati yang kondusif. Tadi LSM dan ormas sekitar 22. Harapannya agar Pati kondusif. Ini tidak ada hubungannya dengan huru-hara yang ada di Pati. Kita niat tulus dari hati,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan ini bukan bentuk tanggapan terhadap aksi tertentu yang sebelumnya terjadi di wilayah Pati, melainkan murni wadah kolektif untuk mendoakan agar daerah terhindar dari konflik dan perpecahan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, para elemen masyarakat menyatakan tekad menjadikan Kabupaten Pati sebagai rumah bersama yang aman, damai, kondusif, dan bermartabat. Mereka juga mendukung penuh hak kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi, namun menekankan agar penyampaian aspirasi tidak menggunakan cara provokatif, intimidatif, anarkis, maupun tindakan yang berpotensi merusak persatuan.

Perwakilan PCNU Pati, Abdul Majid, mengingatkan bahwa urusan keamanan dan penegakan hukum sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwenang.

“Kalau masalah hukum kita berikan ke penegak hukum, masalah pembangunan kita serahkan kepada OPD, masalah perwakilan rakyat kita serahkan kepada dewan. Itu sudah baik,” katanya.

Lebih lanjut ia meminta masyarakat mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun tidak boleh berujung pada konflik.

“Jadi aksi malam ini untuk menjaga perdamaian di Pati. Jangan sampai informasinya tidak baik. Kita juga menekankan untuk menyampaikan aspirasi secara musyawarah dan mufakat, ojo pokoke lah,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan ulama Nur Qosyim atau Yi Qosyim yang memimpin pembacaan doa berharap ikhtiar bersama ini dapat menjaga ketenteraman Kabupaten Pati.

“Tadi saya diamanahi untuk pembacaan doa. Intinya supaya kondusif, Pati itu,” ungkapnya.

(Red)