Tag: Undip

  • Mahasiswa Inhum UNDIP Luncurkan Inhum Job Link, Sumber Informasi Lowongan Kerja Terkini

    Mahasiswa Inhum UNDIP Luncurkan Inhum Job Link, Sumber Informasi Lowongan Kerja Terkini

    SEMARANG – Dalam rangka membantu mengurangi angka pengangguran, tujuh mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar IJL (Inhum Job Link) di CFD Pahlawan tepatnya di depan UOB Jl Pahlawan, Kota Semarang pada Minggu pagi (1/6). Kegiatan Inhum Job Link berlangsung dari jam 06.00 – 08.30 WIB.

    Kegiatan ini menggandeng Kesma HIMAFORMAS UNDIP, sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa dari Program Studi Informasi dan Humas Universitas Diponegoro.

    Pada kegiatan Inhum Job Link, mahasiswa menyediakan booth untuk tempat konsultasi lowongan kerja dan membagikan brosur yang berisi barcode mengenai informasi lowongan kerja dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan beberapa dari luar Jawa Tengah.

    Lowongan yang disediakan sangat beragam dan semua kalangan dapat mendaftar. Kegiatan Inhum Job Link dilaksanakan oleh 7 mahasiswa UNDIP Program Studi Informasi dan Humas yang bernama Novelita Shayna, Sabrina Nadya, Alifian Abiansyach, Michelle Theodora, Stephanie Aulia, Dwaynee Melody, dan Dimas Rafael. Pelaksanaan kegiatan Inhum Job Link didampingi oleh Diva Khairunnisa dan Eka Putra sebagai perwakilan dari Kesma HIMAFORMAS UNDIP.

    “Kami ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar untuk menyelesaikan project Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Relasi Komunitas, tetapi juga sebagai inisiatif saya dan teman-teman melihat mirisnya peningkatan pengangguran di sekitar kita. Selain memberikan informasi loker terbaru dan posisinya, di sini kami merancang Inhum Job Link lengkap di dalamnya dengan kriteria, persyaratan, hingga contact person perusahaan,” kata Alifian Abiansyach, salah satu mahasiswa yang menjadi ketua atau koordinator kelompok.

    Antusias masyarakat terhadap hadirnya program Inhum Job Link ini sangat positif.

    “Kegiatan Inhum Job Link ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman karena sangat membantu kami dalam mendapatkan info lowongan kerja, di mana di dalamnya juga sudah lengkap dengan persyaratan dan contact person dari perusahaan yang kami inginkan. Hal tersebut tentu sangat mempermudah kami,” ujar Mayang salah satu pengunjung yang berasal dari kalangan mahasiswa.

    Selain itu, ulasan positif tidak hanya di dapat dari kalangan muda saja. Seorang wanita paruh baya berinisial S (59) mengaku bahwa kegiatan Inhum Job Link ini sangat menarik dan bermanfaat bagi anaknya yang sedang mencari kerja.

    Adapun, dari pihak Kesma HIMAFORMAS sendiri memberikan respon atau testimoni positif terkait kegiatan IJL ini,

    “Waktu pertama diajak collab untuk project Inhum Job Link ini, kami langsung tertarik. Soalnya, idenya keren banget, bikin platform yang bisa bantu teman-teman mahasiswa dapetin berbagai info lowongan kerja. Ini bener – bener sejalan dengan visi Kesma, yaitu menjadi jembatan antara kebutuhan mahasiswa dan peluang di luar sana. Kami berharap semoga project ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di luar sana terutama bagi pencari kerja,” ungkap Eka Putra, selaku Kepala Bidang Kesma HIMAFORMAS UNDIP.

    “Serunya lagi, kolaborasi ini bukan cuma sekadar bantu-bantu, tapi beneran bareng-bareng ngebangun dari nol bareng tim mahasiswa Inhum UNDIP yang luar biasa inisiatif dan kreatif. Informasi yang dikumpulkan juga akurat dan terbaru jadi nggak perlu diragukan lagi. Harapannya, Inhum Job Link ini bisa jadi tempat yang asyik dan informatif buat mahasiswa cari jalan kariernya mulai dari sekarang, nggak harus nunggu lulus dulu. Good job, teman-teman!” sambung Diva Khairunissa, selaku Wakil Kepala Bidang Kesma HIMAFORMAS UNDIP.

    Kesuksesan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi angka pengangguran dan membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia.

    Kegiatan Inhum Job Link ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan keikutsertaan mahasiswa dalam memerangi angka pengangguran yang semakin meningkat di Indonesia.

    (red)

  • Undip Puji Capaian 100 Hari Kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin

    Undip Puji Capaian 100 Hari Kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin

    SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memuji capaian kinerja 100 hari Gubernur Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Kalangan akademisi menilai, kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur tersebut telah mampu mengajak semua pihak mengurus bersama permasalahan daerah.

    Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, saat menjadi narasumber “Diskusi Publik Evaluasi 100 Hari Kinerja Gubernur Jawa Tengah”, di Ruang Sidang Senat Fisip Undip, Tembalang, Kota Semarang, Senin (2/6/2025).

    “Sebagai satu masa, 100 hari sebenarnya terlalu singkat, untuk menghitung lima tahun. 100 hari kita bisa melihat sejauh mana kinerja dari pemerintah. Saya pikir itu menjadi blue print dari lima tahun ke depan. Satu hal yang tampak menonjol dari Pemprov Jateng dalam penilaian kita adalah spirit kolaborasi dari Pemprov ini luar biasa,” kata Wijayanto.

    Menurutnya, baru di era gubernur ini melibatkan 44 perguruan tinggi di Jateng. Undip salah satunya. Oleh karena itu, Undip sangat bangga karena menjadi salah satu pihak yang diajak kerja sama oleh Pemprov dengan hubungan sangat dekat.

    “Pak Gubernur menyampaikan, Undip menjadi yang terdepan dalam projek desalinasi yang sangat penting dan relevan untuk mengatasi problem kelangkaan air bersih di daerah pesisir di Jateng. Seperti yang kena rob, ada air asin di sana yang tidak bisa diminum,” sambungnya.

    Projek desalinasi air itu, merupakan salah satu  dari 27 kerja sama Undip dengan Pemprov. Pihaknya berharap spirit yang sama ini bisa terus dipertahankan karena Jateng terlalu besar untuk diurus sendiri.

    “Menurut saya, itu menjadi credit point yang perlu mendapat benang merah bagi Pemprov Jateng,” ungkap Wijayanto.

    Menurutnya, masih banyak hal yang harus terus ditingkatkan, seperti pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Selain itu faktor banjir perlu disoroti.

    “Kita juga memberikan satu high light tentang pentingnya mengkomunikasikan kebijakan pemerintah, keberhasilan pemerintah kepada publik, karena selain kinerja yang baik, dan kebijakan yang tepat, juga partisipasi publik yang luas. Di sinilah pentingnya komunikasi. Komunikasi tidak sama dengan pencitraan,” jelasnya.

    Ditambahkan, gubernur telah memulai dengan slogan yang baik, yaitu Ngopeni, Nglakoni. Menurut Wijayanto, hal itu merupakan cara komunikasi yang njawani dan bisa merasuk ke benak warga Jateng. Ia berpikir, komunikasi yang sesuai nilai budaya dan konteks zaman itu diperlukan dari sisi pesan atau filosofi.

    “Dari sisi media, media sosial. Generasi muda sekarang menghabiskan waktunya sejak bangun sampai tidur lagi, itu di internet. Dari sisi media, medium itu perlu dipakai. Dari bentuk konten audio visual lebih baik daripada konten hanya teks atau sekadar gambar atau caption. Itu perlu diperhatikan,” jelasnya.

    Apakah harus sama dengan gaya kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi? Wijayanto menilai, Kang Dedi Mulyadi (KDM) ada banyak pujian, tapi banyak kontroversi. Ia menilai, Gubernur Jateng dan Wagub telah memiliki gaya kepemimpinan yang njawani dan lebih cocok untuk Jateng.

    “Saya pikir Pak Luthfi dan Gus Yasin punya gaya komunikasi modal yang sangat baik untuk meningkatkan komunikasi yang lebih cocok dengan gaya Jateng,” ujarnya.

    Hanya, sarannya, gubernur dan wakil gubernur menyampaikan program dan keberhasilannya melalui kanal yang tepat yang biasa dikonsumsi generasi sekarang seperti media sosial Tiktok, Instagram, X, dan lainnya.

    “Pembedaannya bisa dengan misalnya, kontennya menarik tapi isinya mendalam. Kadang kalau konten cepat-cepat itu dangkal. Kalau substansinya bagus dan kontennya menarik, saya pikir itu akan menjadi satu kombinasi bagus dan baik untuk komunikasikan keberhasilan Pemprov Jateng,” imbuhnya.

    Pembicara lain yakni, Dr Zulkifli selaku Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jateng, Ketua Badan Pusat Statistik Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, dan Dekan Fisip Undip, Teguh Wiyono. Adapun moderator Kaprodi Magister Ilmu Politik Fisip Undip, Rina Martini.

    Teguh Wiyono menilai, gubernur memimpin 35 kabupaten dan kota itu sifatnya supervisi dan bukan langsung memimpin di tingkat paling bawah.

    “Pak Luthfi punya modal untuk memperkuat fungsi, supervisi, fungsi koordinasi di level pemerintah kabupaten/kota,” kata Teguh.

    Dr Zulkifli mengatakan, gubernur dan wakil gubernur terus bekerja keras. Ada banyak capaian yang telah diraih di 100 hari kerja. Seperti capaian pertumbuhan ekonomi kalau dibandingkan dengan provinsi tetangga macam Jabar, Jatim dan sekitarnya.

    “Kita di Pulau Jawa yang masih bertahan, mengalami penurunan. Pertumbuhan ekonomi di antara provinsi besar di Pulau Jawa pada TW IV pada 2024 hingga TW I pada 2025, hanya Jawa Tengah yang mampu bertahan secara stagnan, dibandingkan provinsi lainnya yang mengalami penurunan dengan capaian Jawa Tengah bertahan di angka 4,96. Sedangkan Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan dari angka 5,03 menjadi 5, serta Jawa Barat dari 5,02 turun menjadi 4,98,” jelasnya.

    Ada banyak hal yang menjadi capaian telah diraih. Selain juga di sektor pertanian, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Di antaranya seperti, pemeriksaan kesehatan gratis. Jawa Tengah memiliki kontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat terbesar se-Indonesia dengan jumlah sebanyak 2.832.160 orang. Sebagai perbandingan di dua provinsi terbesar lainnya yakni Jawa Barat masih mencapai 657.761 orang dan Jawa Timur sebanyak 1.510.743 orang.

    Implementasi pendirian Koperasi Merah Putih tertinggi di Indonesia. Di Jawa Tengah sudah melaksanakan MusyawarahDesa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebanyak 8.041 desa/kelurahan beserta 981 desa/kelurahan sudah berbadan hukum jelas.

    Sedangkan Jawa Barat masih di bawah Jawa Tengah dengan jumlah 5.299 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel beserta 242 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. Sementara Jawa Timur sebanyak 7.922 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel dan 682 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum.

    “Walaupun pendapatan masyarakat belum signifikan naiknya, tapi bagaimana kita untuk memberikan stimulus. Misal salah satunya teman buruh. Saat ini ada koperasi buruh. Yang mana dari teman produsen langsung ke koperasi. Akhirnya para buruh bisa membeli lebih murah, di kawasan industri ada day care,” jelasnya.

    (red)