Tag: Kekeringan

  • Keluarga Mathali’ul Falah Blora Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

    Keluarga Mathali’ul Falah Blora Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

    Tuturmedia.com, Blora – Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini berimbas kepada habisnya pasokan air tanah di berbagai Kabupaten di Jawa Tengah. Banyak sumur yang mengalami kekeringan sehingga warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

    Untuk sedikit mengurangi beban warga yang terdampak, Keluarga Matholi’ul Falah (KMF) Blora yang bekerja sama dengan Pengurus Pusat KMF & Yayasan Sanam menyelenggarakan program penyaluran Bantuan Air Bersih. Setelah mengukur jumlah kebutuhan air bersih di berbagai wilayah, pada tanggal 12-14 Oktober 2023 bantuan air bersih disalurkan di berbagai titik di Kabupaten Blora, seperti Desa Sitirejo, Sonorejo, Ngrambitan, Bogorejo, Gondang, Sumengko, Gendono, Jepangrejo, Gunungrowo dan Gandu.

    “Alhamdulillah, kami senang sekali menerima bantuan air bersih dari PP KMF dan Yayasan Sanam. Dengan ini kami bisa membantu warga, meringankan beban untuk mendapatkan air bersih . Memang di daerah blora, hampir disetiap bulan kemarau ada beberapa wilayah yang kekurangan pasokan air bersih, terlebih untuk tahun ini yang kami rasa sudah lama tidak merasakan hujan. Kami mewakili pengurus KMF Blora dan juga warga yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih yang tak terkira, Jazakumullah khoirol jaza”, ujar Bapak Suryono, Ketua KMF Blora.

    Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian KMF kepada warga yang mengalami kekeringan, terutama di wilayah tempat tinggal anggota KMF Blora.

    (Red)

  • Kekeringan dan Krisis Air Semakin Meluas di Pati, Aliansi Mahasiswa Ipmafa Salurkan Air Bersih

    Kekeringan dan Krisis Air Semakin Meluas di Pati, Aliansi Mahasiswa Ipmafa Salurkan Air Bersih

    Tuturmedia.com, Pati – Letak geografis Indonesia menyebabkan belahan bumi dengan iklim tropis basah sangat sensitif terhadap anomali iklim atau El-Nino Southern Oscillation (ENSO). ENSO merupakan pergeseran periodik sistem atmosfer samudra di Pasifik tropis yang berdampak pada cuaca di seluruh dunia. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kekeringan apabila kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Equator bagian tengah hingga timur menghangat (El Nino).

    Berdasarkan analisis iklim, 30 tahun terakhir ada pembentukan pola iklim baru yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Tentu ada beberapa penyebab kekeringan lain seperti adanya penyimpangan iklim, gangguan keseimbangan hidrologis dan kekeringan agronomis.

    Menyikapi hal ini, Aliansi Mahasiswa Ipmafa melakukan aksi cepat tanggap, mereka melakukan penggalangan dana di lingkungan kampus Ipmafa khsusnya dari para mahasiswa. Bekerja sama dengan relawan Kembang Joyo, Aliansi Mahasiswa dikoordinatori oleh A’ida Sufrotus Sofi yang saat ini aktif sebagai ketua Dema Institut.

    Pada hari Kamis, (12/10/2023) pukul 15:30 WIB pengiriman air bersih dilaksanakan di Desa Tondokerto Kecamatan Jakenan Pati. Aksi sosial tersebut diikuti langsung oleh sejumlah aktivis organisasi kemahasiswaan Ipmafa seperti A’ida Sufrotus Sofi (ketua Dema Institut), Hunainatul Husniyah (ketua UKM GEMAWI), Ahmad Faiq Nur (ketua HMPS ZAWA) dan beberapa perwakilan mahasiswa Ipmafa yang lain.

    Cerita Warga Terdampak

    Raut wajah sumringah terpacar dari warga Desa Tondokerto saat melihat tangki air bersih yang datang bersama mahasiswa. Dengan sigap mereka berbondong-bondong membawa ember dan jirigen untuk mengantri dan mengambil air bersih. Ternyata mereka sangat menunggu karena sudah sehari belum mendapat kiriman air bersih.

    Berdasarkan penuturan dari beberapa warga, kekeringan dan kesulitan air bersih sudah melanda sejak bulan Agustus 2023 sampai sekarang. Menurutnya, biasanya mereka mengandalkan air dari sumur rumah setempat tapi saat ini air tersebut tidak layak digunakan untuk kebutuhan minum dan mandi.

    “Air masih keluar air tetapi rasa payau dan asin, kalo air dari sumur itu untuk sekarang kami gunakan memberi minum ternak, membersihkan perabot rumah dan mencuci baju. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, memasak dan minum kami dapat dari bantuan penyaluran air bersih. Tapi kadang kalo bantuan air nggak datang kami terpaksa mandi dengan air asin”

    Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga memanfaatkan air yang bersumber dari embung dan mata air di sekitar desa tetapi saat ini semuanya kering. Musim kekeringan seperti ini tentu berdampak pada perekonomian warga. Lahan sawah semuanya tandus dan kering sedangkan mata pencaharian utama dari masyarakat setempat adalah pertanian, perkebunan dan peternakan.

    Uswatun Ni’mah (Mahasiswa IPMAFA)