Tag: Gebangan

  • Tim KKN 129 Ajarkan Keberagamaan melalui Nobar Animasi

    Tim KKN 129 Ajarkan Keberagamaan melalui Nobar Animasi

    GROBOGAN – “The Difference, Film Animasi Toleransi Beragama” ditonton oleh kelompok mahasiswa KKN 129 asal IAIN Kudus bersama siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gebangan.

    Pemutaran film dilakukan sebagai upaya mengajarkan sikap moderat kepada siswa di lingkungan sekolah. Dalam forum dialog interaktif moderasi beragama itu, peserta yang berasal dari kelas IV – VI nampak antusias. Sabtu (14/09/2024).

    Diketahui, film animasi yang dirilis pada 2021 lalu dan diproduksi oleh Animedia Teknokrat, itu menceritakan seorang polisi yang memberi tumpangan pada pria di pinggir jalan yang tidak mendapat angkutan umum.

    Setelah sampai di panti asuhan sebagai tujuannya, pria tadi mengajak polisi yang telah mengantarnya untuk buka puasa bersama di panti.

    Namun ternyata polisi itu seorang non-muslim, meski begitu mereka tetap makan bersama sebagai bentuk dari sikap saling menghormati.

    “Belajarnya sambil nonton film, selain lebih seru juga agar mereka selalu ingat,” terang ketua panitia pelaksana, Dina Nur Rochmah.

    Mengikuti nonton bareng film animasi toleransi beragama, Ihsan, siswa kelas enam, mengaku cukup terhibur dengan acara yang melibatkan seluruh teman-temannya di sekolah.

    Menurutnya sikap moderat perlu diterapkan di berbagai hal untuk menjaga kerukunan dan menghindari tindakan yang berlebihan.

    “Metode belajarnya seru, sering kali saya dan teman-teman merasa bosan dan tertekan jika disuruh mengerjakan soal, ini bisa jadi alternatif baru,” terangnya.

    (San)

  • Tim KKN 129: Ajarkan Siswa Bergaul tanpa Perundungan

    Tim KKN 129: Ajarkan Siswa Bergaul tanpa Perundungan

    GROBOGAN – Kelompok mahasiswa KKN 129 asal IAIN Kudus adakan dialog interaktif bersama siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gebangan.

    Mengusung tema “Bersama Lawan Perundungan” Berlangsung di ruang kelas SDN Gebangan, kegiatan ini diikuti siswa siswi kelas empat, lima, dan enam, Sabtu (14/09/2024).

    Ketua panitia pelaksana Vina Normala, mengungkapkan tujuan diadakannya dialog interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak dari adanya perundungan.

    “Kita tahu perundungan ini berpengaruh pada kondisi fisik dan psikis, baik korban maupun pelaku. Dan ini yang coba kami hindari,” tutur Vina.

    Lebih lanjut, ia berharap setelah penyuluhan yang dilakukan oleh kelompok KKN 129 ini, para siswa lebih bertanggung jawab dalam bergaul dan tidak melakukan perundungan.

    “Baik buruknya sudah diberitahu, tinggal kita awasi dan ingatkan. Kami percaya mereka mampu menjaga keakraban yang positif,” ungkapnya.

    Salah satu peserta forum, Reza, mengaku terkejut dengan dampak dari perundungan yang begitu besar. Menurutnya hal semacam ini perlu dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kasihan, kalau ada yang depresi bahkan sampai bunuh diri karena sering dirundung,” ujarnya.

    (San)

  • Warga Desa Gebangan Sambut Baik Program Bimbel Mahasiswa KKN

    Warga Desa Gebangan Sambut Baik Program Bimbel Mahasiswa KKN

    GROBOGAN- Anna, warga Desa Gebangan, menyatakan bahwa anak-anak sekarang memiliki kegiatan positif dengan belajar bersama mahasiswa.

    “Biasanya kumpul-kumpul main HP sekarang kumpul-kumpul buat belajar,” ungkap dia saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/09/2024).

    Diketahui, Desa Gebangan menjadi tempat bagi kelompok mahasiswa KKN 129 dari IAIN Kudus melakukan pengabdian. Salah satu program yang dilakukan adalah Bimbingan Belajar (Bimbel).

    Melalui program Bimbel Smart 129, mahasiswa KKN bertujuan mewadahi dan membantu anak-anak di lingkungan sekitar agar dapat belajar secara gratis, bukan sekadar mengandalkan internet.

    Bertempat di Posko KKN dan rumah eks Kepala Desa Gebangan. Bimbel Smart 129 dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat pukul 19.30 WIB.

    “Kalau mengerjakan PR pake internet juga bisa, tapi kan sifatnya instan. Bila tidak bisa memahami sendiri nanti sedikit-sedikit buka HP justru tidak bagus,” ujar Ichsan koordinator desa kelompok mahasiswa KKN 129.

    Lebih lanjut, Ichsan mengungkapkan sejak pertama kali dibuka Bimbel Smart 129 langsung ramai didatangi anak-anak setempat, ini membuktikan jika semangat untuk belajar masih sangat tinggi.

    “Antusias sekali, padahal waktu itu turun hujan tapi mereka tetap berangkat dengan memakai payung,” terangnya.

    Mengikuti Bimbel Smart 129 yang diadakan kelompok KKN ini, Haidar, siswa kelas empat Sekolah Dasar (SD), mengaku senang dengan adanya Bimbel, menurutnya kegiatan ini sangat membantu ketika mengerjakan PR.

    “Aku biasanya ngerjain PR di kelas, sekarang bisa tanya ke mbak-mas KKN,” ujarnya.

    (Red)