Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembentukan Karakter Dalam Industri Kreatif

Artikel44 Dilihat

Globalisasi membawa dampak yang cuku besar di tengah era yang semakin meningkat, Indonesia mempunyai berbagai macam suku, budaya, dan keanekaragaman yang beragam. Salsh satu yang dihadapkan Indonesia adalah bagaimana menyatuka keanekaragaman yang berbeda mejadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan visi misi Indonesia yang terdapat dalam pancasila dan uud 1945. Perkembangan arus globalisasi bisa juga mengancam identitas nasional masyarakat Bangsa Indonesia. Berbicara tentang etimologi, wawasan nusantara mempunyai dua kata yaitu nusantara dan wawasan. Wawan berasal dari bahasa Jawa yang artinya pandangan sedangkan nusantara memiliki arti Indonesia yang memiliki banyak kepulauan dari Sabang sampai Marauke. Wawasan Nusantara mengajarkan tentang pentingnya sikap persatuan, dan menjaga keharmonisasan persatuan masyarakat terutama di wilayah negara Indonesia. Fenomena yang terjadi di era modernisasi pada industri kreatif tidak terlepas dari dampak globalisasi yang sudah terjadi di dunia, dengan instrumen yang di lakukan yaitu menggunakan teknologi. Era teknologi globalisasi menjadi integrasi dan interaksi antara manusia, barang, jasa, dan budaya yang ada di wilayah manapun.

Pentingya memaknai dan mempelajari wawasan nusantara agar cara pandang sebagai rakyat Indonesia tetap berpedoman pada nilai-nilai yang di pelajari di Indonesia. Pentingnya lokal berdaya saing global untuk mengikuti zaman modernisasi perkembangan zaman, saat budaya global atau budaya luar masuk kedalam Indonesia dan masyarakat Indonesia banyak yang menyukai tentang budaya tersebut, itu akan membuat pola bahwa budaya luar akan lebih menang bersaing dengan budaya lokal terlebih dengan pembawaan instrumen yang sangat cepat masuk ke Indonesia dengan teknologi. Saat budaya korea masuk ke Indonesia dengan membawa variabel industri kreatif yaitu seperti Black Pink, terlebih budaya industri musik tersebut di sukai oleh masyarakat Indonesia. Dampak yang terjadi adalah pergeseran penurunan pecinta budaya lokal terhadap peningkat pecinta budaya luar. Pecinta Black Pink terutama generasi Millenial dan generasi gen Z akan lebih memilih nonton konser musik Black Pink di banding menonton pagelaran wayang nusantara, menurut mereka menonton konser lebih seru dari pada mempelajari budaya lokal. Hal ini dukung karena kecepatan teknologi globalisasi yang dimana orang-orang bisa mengakses informasi yang jaraknya jauh tapi di jangkau dengan instrumen teknologi.

Pentingnya pembentukan karakter kebangsaan untuk menciptakan kecintaan yang lebih besar terhadap kecintaan apapun tentang Indonesia dibanding budaya-budaya luar. Karakter budaya untuk tetap menjaga, melestarikan, dan menghidupkan budaya-budaya Indonesia agar selalu melekat pada saat anak cucu kita kedepan. Bayangkan jika budaya-budaya yang ada di Indonesia tergantikan dengan budaya luar maka yang terjadi adalah tidak adanya lagi identitas nasional untuk bangsa Indonesia, tidak adanya pembaruan dan kemajuan terhadap budaya Indonesia. Secara tidak langsung bangsa Indonesia sudah di jajah kembali dengan menggunakan instrumen yang ada pada globalisasi, secara tidak langsung identitas bangsa hilang karena adanya era globalisasi. Karakter yang di inginkan sebagai rakyat Indonesia yang terkandung dalam pancasila dan UUD 1945 akan hilang begitu saja apabila terjadi krisis identitas nasional terhadap bangsa Indonesia. Penjajahan yang dilakukan pada era globalisasi adalah penjajahan yang kasat mata, tidak disadari dan eksplisit sehingga hal-hal yang akan terjadi dan harus di hindari dalam zaman globalsiasi tidak terlalu kelihatan karena dianggap semuanya baik pada era globalisasi.

Oleh    : Thanty Rofikah, Cabang Surabaya Badko Jawa Timur