Lahirnya Himpunan Mahasiswa Islama HMI pada tanggal 5 Ferbuari 1947 di yogyakarta yang di Gagas Almarhum kakanda Lafran Pane dan kawan kawan adalah sebuah momentum sejarah yang lahir dari kesadaran akan kondisi umat islam dan kebutuhan akan organisasi mahasiswa islam di tengah penjajahan dan dominasi idiologi lain. Gagasan perjuangan HMI inipun bertujuan untuk membentuk insan akademis muslim yang berwawasan islam dan mewujudkan masyarakat adil makmur yang di ridohi oleh Allah swt. Dengan landasan utama Keislaman dan Keindonesiaan yang di wujudkan dalam perjuangan Intelektua, gagasan, serta peran aktif dalam membangun bangsa dan umat, mengatasi tantangan internal maupun External seperti kebodohan, ketertinggalan, dan polarisasi idiologi, dengan semangat Progresif, Humanis, dan Visioner dalam Kontels jaman. Ini juga mencakup perjuangan untuk pembebasan, emansipasi, penguasaan data, inovasi Digitalisasi, serta kemimpinan yang Idiologis dan bertanggung jawab demi terciptanya Insan Cita.
Di era teknologi hari ini kita sebagai Kader HMI di tuntut bukan hanya sebagai pengguna melainkan sebagai Kolaboratif artinya kita memeiliki Agensi atau kekuasaan untuk mempengaruhi hasil akhir dari sebuah Produk atau kebijakan di masa depan, yang di mana nilai seseorang tidak dapat di ukur dari apa yang dia komsumsi melainkan, dari seberapa besar kontribusi dan dampak yang dia berikan dalam jaringan kolaboratif Global “Masa depan tergantung apa yang kita lakukan hari ini”, pada tahun 2045 indonesia akan berusia 100 tahun indonesia Emas berdasarkan ramalan MCKINSEY GLOBAL INSTITUTI (2012) indonesia akan menjadi perekonomian terbesar ke 7 di dunia Pada tahun 2030. sementara, PRICEWTERHOUSE COOPERS (2017) juga meramalkan indonesia akan menjadi perekonomian terbesar ke 5 di dunia pada tahun 2030 STANDARD CARTERE PLC (2019) lebih optimis lagi yang meramalkan indonesia akan menjadi perekonomian terbesar ke 4 dunia pada tahun 2030. Pada tahun 2045 pendapatan perkapita indonesia mencapai Rp. 320 juta atau mengalami kenaikan hamipr enam kali lipat dari posisi saat ini sebesar 56 juta. Ramalan jangka panjang terhadap perekonomian indonesia cukup mendasar, mengingat indonesia memiliki 2 modal besar yang tidak banyak di miliki oleh negara lain pertama indonesia memiliki populasi penduduk yang sangat besar dan di dominasi oleh kaum muda (milenial/gen Y) dan Produktif, kedua indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang besar dan beragam yang menjadi sumber bahan baku untuk menopang sektor Produksi, selain itu indonesia memiliki pasar yang sangat besar, sehingga memungkinkan secara bisnis. Selain dari pada itu pemerintah juga melalui kebijakannya harus membangun tatakelola birokrasi serta memperkuat posisi di kanca Internasional dengan berfokus pada Reformasi Birokrasi, ketahanan Hukum, swasembada pangan, penguatan koperasi desa dan Pertahanan semesta.
Sebagai kader umat dan juga kader bangsa, Kita yang saat ini di siapkan untuk menjemput babak baru bonus demografi 2030 dan kemungkinan menuju negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Maka perlu kita sebagai Kader HMI menyiapkan strategi yang tentunya di dasarkan Pada Nilai Nilai Dasar Perjuangan (NDP) antara lain, menyesuaikan pola pengkaderan agar sesuai dengan perkembangan Jaman, mempersiapkan kader sebagai stok pemimpin masa depan yang kompetitif secara profesional di berbagai sektor ( seperti ASN, theknokrat dan pengusaha ) kemudian juga mendorong Visi penguasaan literasi Digital di kalangan Kader HMI.
Karya: Akbar Hatapayo, Badko Maluku
