KUDUS — Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus yang resmi diresmikan pada 29 Januari 2026 telah menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Angka kunjungan yang sebelumnya hanya berkisar puluhan orang setiap hari kini melonjak hingga mencapai ratusan orang per hari, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari berbagai kalangan.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengungkapkan bahwa respon masyarakat terhadap gedung baru ini sangat luar biasa sejak proses peresmian yang dihadiri Bupati Kudus serta pejabat dari Perpustakaan Nasional RI.
“Alhamdulillah dengan hadirnya gedung layanan perpustakaan umum Kabupaten Kudus yang baru ini dan diresmikan Bupati dan dihadiri pejabat dari Perpustakaan Nasional RI, antusias masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa di gedung lama, jumlah pengunjung murni hanya sekitar 20 hingga 25 orang per hari. Namun setelah beralih ke gedung baru, angka tersebut melonjak signifikan hingga mencapai 500 hingga 700 orang setiap hari. Selain itu, perpustakaan juga kini menyediakan paket wisata edukasi yang banyak diminati oleh pelajar.
“Sekarang bisa mencapai sekitar 500 sampai 700 pengunjung per hari. Ini sangat luar biasa karena gedung ini memang didesain menjadi magnet agar pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.
Menurut Mutrikah, konsep perpustakaan baru dirancang lebih fokus pada kelompok anak dan keluarga. Anak-anak tidak hanya mendapatkan akses untuk membaca, tetapi juga diberikan ruang bermain edukatif agar mereka merasa senang dan tidak tertekan saat datang ke perpustakaan.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga berupaya mendorong budaya membaca buku fisik sebagai upaya menyeimbangkan dominasi penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak-anak.
“Kami ingin masyarakat membudayakan membaca buku, bukan hanya membaca di HP. Bahkan anak usia tiga tahun sekarang sudah pegang HP, ini yang membuat kami prihatin,” katanya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, perpustakaan menyelenggarakan berbagai kegiatan paket wisata edukasi seperti dongeng, membaca nyaring, dan aktivitas bermain yang sarat nilai pendidikan. Penataan ruang juga dibuat menarik, terutama untuk anak-anak dengan penggunaan warna cerah dan fasilitas yang mendukung kenyamanan mereka.
Selain ruang baca khusus anak, gedung baru ini juga dilengkapi beragam fasilitas lengkap seperti ruang baca dewasa, ruang pertemuan, ruang pelatihan komputer, fasilitas multimedia, hingga mini teater. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara cuma-cuma.
“Kami selaku Pemkab Kudus berharap perpustakaan umum ini dapat menjadi pusat literasi sekaligus ruang edukasi yang diminati masyarakat dari berbagai kalangan. Bagi masyarakat yang ingin datang ke sini gratis, tidak dipungut biaya sama sekali,” tandasnya.
(red)
